PENGOLAHAN LIMBAH TEKSTIL SABLON DENGAN KOAGULAN LIDAH BUAYA DAN FERRI KLORIDA (FeCl3)

Authors

  • K.K. Makin Universitas Udayana
  • N.G.A.M.D.A. Suastuti Universitas Udayana
  • K.G.D. Putra Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JCHEM.2026.v20.i02.p10

Keywords:

aloe vera, coagulation, flocculation, FeCl3, screen printing textile waste

Abstract

          The screen-printing textile industry produces liquid waste containing hazardous chemicals such as synthetic dyes, detergents, and heavy metals that can pollute the environment. One effective method of wastewater treatment is the coagulation-flocculation process using the chemical coagulant ferric chloride (FeCl₃) and the natural coagulant aloe vera. This study aims to determine which coagulant—FeCl₃ or aloe vera (Aloe vera)—is most effective in the coagulation-flocculation process. The treatments applied in this study involved using FeCl₃ and aloe vera coagulant concentrations of 20, 40, and 60 mg/L, respectively. The results showed that FeCl₃ was more effective than aloe vera in reducing all parameters. The optimal concentrations of FeCl₃ for COD, BOD, TSS, Cr, and pH, respectively, were 60, 20, 60, 40, and 40 mg/L, yielding results of 4148.3; 6.7536; 0.0627; 86.2533 mg/L; and 6.26. Meanwhile, the optimal concentrations of aloe vera for the parameters COD, BOD, TSS, Cr, and pH, respectively, were 20, 40, 60, 60, and 20 mg/L, yielding results of 2,230.0; 33.1966; 0.1880; 92.15 mg/L; and 6.08. The use of natural coagulants can be a more environmentally friendly alternative, minimizing the negative environmental impacts associated with the use of chemical coagulants. It is recommended that future research examine combinations of natural and chemical coagulants to optimize wastewater treatment.

 

ABSTRAK

Industri tekstil sablon menghasilkan limbah cair yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti pewarna sintetis, deterjen dan logam berat yang dapat mencemari lingkungan. Salah satu metode pengolahan limbah yang efektif adalah proses koagulasi – flokulasi menggunakan bahan koagulan kimiawi  feri klorida (FeCl3) dan koagulan alami lidah buaya (Aloe vera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui koagulan FeCl3 dan lidah buaya yang paling efektif dalam proses koagulasi-flokulasi. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah menggunakan konsentrasi koagulan FeCl3 dan lidah buaya masing-masing 20, 40, dan 60 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FeCl₃ lebih efektif dibandingkan lidah buaya dalam menurunkan seluruh parameter. Konsentrasi optimum FeCl₃ pada masing-masing parameter COD, BOD, TSS, Cr dan pH berturut-turut adalah 60, 20, 60, 40, dan 40 mg/L dengan hasil yang diperoleh 4148,3; 6,7536: 0,0627; 86,2533 mg/L dan 6,26. Sedangkan konsentrasi optimum lidah buaya pada masing-masing parameter COD, BOD, TSS, Cr dan pH berturut-turut adalah 20, 40, 60, 60 dan 20 mg/L dengan hasil yang diperoleh 2230,0; 33,1966; 0,1880; 92,15 mg/L dan 6,08. Penggunaan koagulan alami dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan, dapat meminimalisir dampak negatif dalam penggunaan koagulan kimiawi terhadap lingkungan. Disarankan untuk penelitian selanjutnya mengkaji kombinasi koagulan alami dan kimiawi sehingga mengoptimalkan pengolahan limbah.

Kata kunci: flokulasi, FeCl3, koagulasi, lidah buaya, limbah tekstil sablon

Author Biographies

K.K. Makin, Universitas Udayana

Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, Indonesia

N.G.A.M.D.A. Suastuti, Universitas Udayana

Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, Indonesia

K.G.D. Putra, Universitas Udayana

Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, Indonesia

References

Ali, E. N., Muyibi, S. A., Salleh, H. M., Alam, M. Z., & Salleh, M. R. M. 2015. Production Of Natural Coagulant From Moringa Oleifera Seed For Application In Treatment Of Low Turbidity Water. Journal of Water Resource and Protection, 2(3): 259-266.

Antari, N. P. B. W., dan Jannah, L. M. 2016. The role of Denpasar Government in supporting the resources of endek fabric creative industry. BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, 22(1): 16-35.

Ayni, L. N., & Ningsih, E. 2021. Pengolahan limbah cair tekstil dengan menggunakan koagulan FeCl3. In Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan, 2021(March): 370-377.

Duan, J., and Gregory, J. 2003. Coagulation by hydrolysing metal salts. Elsevier. Belanda.

Faizal, M., Agustina, T. E., Aprianti, T., Teguh, D., Rif'at, A. M., Putra, I. G., & Fitrializa, U. 2018. Pengolahan limbah logam berat kromium hexavalen menggunakan reagen fenton dan adsorben keramik zeolit. Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan, 13(1): 60-69.

Hidayatullah, A., Masyruroh, A., dan Akbari, T. 2023. Efektivitas Koagulan Lidah buaya (Aloe vera) dan PAC (Poly Alumunium Chloride) dalam Menurunkan Kadar Pencemaran Pada Limbah Cair Batik. Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam, 6(1): 61-75.

Jiang, J.Q. 2015. The role of coagulation in water treatment. Current Opinion in Chemical Engineering, 8: 36–44.

Liu, P. C. 2019. Effect of FeCl₃ overdosage on wastewater flocculation. Water Research, 155: 12–23.

Maharani, A., Prambudi, A. R., dan Udyani, K. 2020. Pengolahan air sumur di daerah Simolawang menggunakan metode koagulasi dengan koagulan aloe vera. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan, 1(1): 315-322.

Mujariah, M., Abram, P. H., & Jura, M. R. 2017. Penggunaan Gel Lidah Buaya (Aloe Vera) Sebagai Koagulan Alami Dalam Penjernihan Air Sumur Di Desa Sausu Tambu Kecamatan Sausu. Jurnal Akademika Kimia, 5(1): 16-22.

Nurhasanah, A. 2020. Koagulasi flokulasi sebagai teknologi pengolahan air limbah industri tekstil. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 12(1): 11–20.

Nurhasni., Salimin, Z., & Nurifitriyani, I. 2018. Pengolahan limbah industri elektroplating dengan proses koagulasi flokulasi. Jurnal Kimia Valensi, 3(1): 41-47.

Priyanto, E. 2018. Pemanfaatan lidah buaya sebagai koagulan alami dalam pengolahan limbah cair. Jurnal Teknologi Lingkungan, 19(2): 123–130.

Rusydi, A. F., Suherman, D., dan Sumawijaya, N. 2017. Pengolahan air limbah tekstil melalui proses koagulasi–flokulasi dengan menggunakan lempung sebagai penyumbang partikel tersuspensi (Studi kasus: Banaran, Sukoharjo dan Lawean, Kerto Suro, Jawa Tengah). Arena Tekstil, 31(2): 105-114.

Setiawan, R., Wibowo, T. 2020. Karakteristik limbah cair industri sablon dan upaya pengolahannya. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 18(2): 75–84.

Shende, A. P., Ojha, N., Das, N. 2020. Application of Aloe vera mucilage as bioflocculant for the treatment of textile wastewater: Process optimization. Water Science & Technology, 82(11–12) : 2446–2459.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Makin, K., Suastuti, N., & Putra, K. (2026). PENGOLAHAN LIMBAH TEKSTIL SABLON DENGAN KOAGULAN LIDAH BUAYA DAN FERRI KLORIDA (FeCl3) . Jurnal Kimia (Journal of Chemistry), 20(2), 247–253. https://doi.org/10.24843/JCHEM.2026.v20.i02.p10

Issue

Section

Articles