Analysis of Grain Milling System Performance as a Support for Sustainable Agriculture Business (Case Study in Penebel Subdistrict, Tabanan Regency)

Authors

  • Ni Made Ayu Manik Suantari Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Unud
  • IG.N.Apriadi Aviantara Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Unud
  • I.A.Rina PratiwiPudja Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Unud

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p08

Keywords:

Grain, Grain Milling Business, Financial Sustainability

Abstract

The purpose of this study is to determine the performance of grain milling machines and the percentage of capacity used, in order to assess the financial sustainability of the grain milling business. Financial sustainability was analyzed using NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), and BCR (Benefit Cost Ratio). NPV indicates the difference between cash generated by the investment and the required investment value. IRR shows whether an investment is feasible compared to alternative rates of return. BCR evaluates the comparison between the value of benefits and costs at present value. The analysis of operational performance showed that small-capacity mills contributed 21.1%, medium-capacity mills 32.3%, and large-capacity mills 47.5% to overall performance. Large-capacity mills had the highest contribution to operational performance and were considered the most viable for continued operation, while small-capacity mills were deemed less appropriate for continuation. Financial feasibility analysis indicated that NPV values were Rp. 306,400,273 for large capacity, Rp. 190,596,835 for medium capacity, and Rp. -15,890,115 for small capacity. IRR values were 48% for large, 24% for medium, and 0.6% for small capacity. BCR values were 2.18 for large, 1.75 for medium, and 1.0 for small capacity.

References

Adnyana, I. W., & Gunadnya, I. B. P. (2016). Analisis biaya penggilingan padi oleh kelompok VIII anggota. Academia.edu. Diakses 7 Agustus 2017, pukul 14.00 WITA, dari https://www.academia.edu/11400338

Anonim. (2007). Analisis model pengolahan padi [PDF]. Mekanisasi Litbang Pertanian. Diakses 7 Agustus 2017, pukul 13.00 WITA, dari http://mekanisasi.litbang.pertanian.go.id/ind/phocadownload/JEP/

Badan Ketahanan Pangan. (2008). Diversifikasi pangan. Departemen Pertanian, Jakarta.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. (2015). Bali dalam angka 2015. Diakses 6 Agustus 2017, pukul 10.12 WITA, dari www.bali.bps.go.id

Budiyanto, S., & Sitanggang, A. B. (2011). Produktivitas dan penggilingan padi terkait dengan pengendalian faktor mutu beras. Jurnal Pangan, 20(2), 141–151.

BP3K Penebel. (2016). Program Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Penebel. Tabanan: BP3K Penebel.

Bulkiya, C. M. (2013). Kajian mutu beras pada berbagai kadar air gabah kering giling (GKG) menggunakan mesin penggiling padi keliling [Skripsi S1, Universitas Syiah Kuala Darussalam]. Aceh.

Departemen Pertanian. (2005). Prospek dan arah pengembangan agribisnis padi. Jakarta.

Dale, V. H., & Beyeler, S. C. (2001). Challenges in the development and use of ecological indicators. Ecological Indicators, 1, 3–10.

FS Rencana Kelayakan. (n.d.). Pembangunan unit pengolahan beras modern rice milling unit (RMU) di Kabupaten Tabanan.

Husein, U. (2000). Manajemen penelitian. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.

Karakter fisik gabah. (2007). Bbpadi.litbang.pertanian.go.id. Diakses 7 Agustus 2017, pukul 11.10 WITA, dari http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/2007/10-berita/info-teknologi/138

Malhotra, N. K. (2006). Riset pemasaran: Pendekatan terapan. Jakarta: PT Indeks Gramedia.

Nurmalina, R. (2007). Model ketersediaan beras yang berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan nasional [Disertasi]. Institut Pertanian Bogor.

Nurmalina, R. (2008). Analisis indeks dan status keberlanjutan sistem ketersediaan beras di beberapa wilayah Indonesia. Jurnal Agro Ekonomi, 29(1), 47–79.

Patiwiri, A. W. (2006). Teknologi penggilingan padi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Pranadji, T., & Sejati, W. K. (2005). Pengelolaan serangga dan pertanian organik berkelanjutan di perdesaan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 23(1), 38–47.

Puslitbangtan. (2010). Rencana strategis penelitian dan pengembangan tanaman pangan 2010–2014. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Puslitbangtan. (2011). Inovasi teknologi berbasis ketahanan pangan berkelanjutan (Buku 2, Prosiding Seminar Nasional Tanaman Pangan). Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Rachman, B., Rusastra, I. W., Yusdja, Y., Nurmanaf, A. R., Ashari, H., Tarigan, E., Ariningsih, & Sunarsih. (2009). Kinerja dan dampak program strategis Departemen Pertanian. Laporan akhir hasil penelitian. Bogor: Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Ridwan Tharis. (2010). Revitalisasi penggilingan padi melalui inovasi penyosohan mendukung swasembada beras dan persaingan global. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian, 3(3), 171–183.

Saad, M. B. (1999). Food security for the food insecure: New challenges and renewed commitment. Centre for Development Studies, University College Dublin, Ireland.

Sabiham, S. (2008). Manajemen sumberdaya lahan dan usaha pertanian berkelanjutan. In S. Arsyad & E. Rustiadi (Eds.), Crestpent Press dan Yayasan Obor Indonesia (pp. 3–16).

Suryana, A., & Nurmalina, R. (1988). Pemuda pedesaan di sektor pertanian. Forum Statistik Media Analisis dan Bahasan Statistik, Desember 1988, 10–18.

Sanim. (2006). Pembangunan pertanian berkelanjutan dalam revitalisasi pertanian dan dialog peradaban. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Setyono, A. (2009). Perbaikan teknologi pascapanen dalam upaya menekan kehilangan hasil padi. Orasi pengukuhan profesor riset, 25 November 2009, Badan Litbang Pertanian, Jakarta.

Standar mutu gabah dan beras giling. (n.d.). Diakses 2 Oktober 2017, pukul 08.52 WITA, dari http://kaltim.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=715

Tingkatkan persyaratan kualitas gabah petani. (2008). Bulog.co.id. Diakses 7 Agustus 2017, pukul 10.11 WITA, dari http://bulog.co.id/2008/37/500/10/2/2008

Published

2018-10-26

How to Cite

Suantari, N. M. A. M., Aviantara, I., & PratiwiPudja, I. (2018). Analysis of Grain Milling System Performance as a Support for Sustainable Agriculture Business (Case Study in Penebel Subdistrict, Tabanan Regency). Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 6(2), 112–119. https://doi.org/10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p08

Issue

Section

Articles