Evaluation Of Land Use Techniques in Candikuning Village, Baturiti District, Tabanan Regency

Authors

  • I Gusti Ayu Agung Sinta Dewi Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia)
  • Sumiyati Dewi Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia)
  • Ni Luh Yulianti Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia)

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p11

Keywords:

Land evaluation, land capability class, land use suitability

Abstract

Land evaluation is the process of assessing land use, considering all aspects to maximize its potential. Land use in Candikuning Village shows indications of incompatibility with land capability. This study aimed to determine the suitability of land use in Candikuning Village. Research parameters included slope, texture, effective depth, permeability, rocks and gravel, and the threat of flooding. Methods used were the pipette method for texture, constant head permeability test for permeability and drainage, and matching actual data with land capability classes. Results showed that the land has a slope of 0–55%, texture dominated by sandy loam, effective depth of 20–100 cm, permeability of 10.26–41.00 cm/hour, drainage mostly rather good, and rocks and gravel ranging from 1–47%, with most areas having no threat of flooding. Land capability in the study area ranges from class I to class VII. Land use suitability assessment found 37 areas suitable and 3 areas unsuitable. Land use that does not match the land capability class was given recommendations, including shrubs, production forests, protected forests, and nature reserves.

References

Aghnesya, A., D., E., & Amanda. (2021). Analisis tingkat kerawanan banjir di Kecamatan Sangtombolang Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal Spasial, 8(3), 291–302.

Alfiyah, F., Nugroho, Y., & Rudy, G. S. (2020). Pengaruh kelas lereng dan tutupan lahan terhadap solum tanah, kedalaman efektif akar dan pH tanah. Jurnal Sylva Scienteae, 3(3), 499–510.

Anonim. (2021). Modul evaluasi lahan dan kemampuan lahan.

Fatimah. (2019). Evaluasi praktek konservasi tanah cara teras di DAS Secang Kecamatan Kokap Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952, Mi, 5–24.

Krisnayanti, N. K. A., Trigunasih, N. M., & Narka, I. W. (2023). Analisis potensi dan status kerusakan tanah pada lahan kering berbasis sistem informasi geografis di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Agrotop: Journal on Agriculture Science, 13(1), 124–136.

Muluk, M. I. (2016). Pengaruh aplikasi Lactobacillus bulgaricus terhadap kemantapan agregat tanah lempung berpasir di Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang.

Osok, R. M., Talakua, S. M., & Supriadi, D. (2018). Penetapan kelas kemampuan lahan dan arahan rehabilitasi lahan DAS Wai Batu Merah Kota Ambon Provinsi Maluku. Agrologia, 7(1), 1–12.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 17. (2009). Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2009 tentang pedoman penentuan daya dukung lingkungan hidup dalam penataan ruang wilayah (pp. 1–34).

Ramadani, A., & Subagiada, K. (2016). Penentuan zonasi banjir berdasarkan parameter kemiringan lereng, infiltrasi tanah dan tutupan lahan. Prosiding Seminar Sains dan Teknologi FMIPA Unmul, 1(1).

Riski, M. (2020). Analisis kemampuan lahan untuk arahan penggunaan lahan pada lereng timur laut Gunung Agung Kabupaten Karangasem-Bali. Program Studi Pendidikan Seni Rupa, 19–32.

Salawangi, A. C., Lengkong, J., & Kaunang, D. (2020). Kajian porositas tanah lempung berpasir dan lempung berliat yang ditanami jagung dengan pemberian kompos. Cocos, 5(5), 1–9.

Setyaningsih, W., Sriyono, S., & Benardi, A. (2019). Kajian kerusakan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kreo akibat pembangunan pemukiman di sekitar Waduk Jatibarang Kota Semarang. Media Komunikasi Geografi, 19(2), 177–188.

Suarsana, I. W., Merit, I. N., & Sandi Adnyana, I. W. (2016). Prediksi erosi, klasifikasi kemampuan lahan dan arahan penggunaan lahan di Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan Provinsi Bali. Ecotrophic: Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science), 10(2), 148–158.

Suleman, S., Rajamuddin, U. A., & Isrun. (2016). Penilaian kualitas tanah pada beberapa tipe penggunaan lahan di Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Agrotekbis, 1054(6), 712–718.

Suryani, A., Banuwa, I. S., Hidayat, K. F., & Syam, T. (2016). Evaluasi kesesuaian lahan kualitatif dan kuantitatif pertanaman padi gogo (Oryza sativa L.) di laboratorium lapang terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Jurnal Agrotek Tropika, 4(2), 93–98.

Tejaningrum, M. A., Ardiansyah, M., & Widiatmaka, W. (2019). Evaluasi terhadap penggunaan lahan dan pola ruang dalam rencana tata ruang wilayah di Kabupaten Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 19(1), 1–5.

Wahyudi, D. (2014). Teknik konservasi tanah serta implementasinya pada lahan terdegradasi dalam kawasan hutan. Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan, 6(2), 71–85.

Widiatmika, Et al. (2015). Daya dukung lingkungan berbasis kemampuan lahan di Tuban, Jawa Timur (Land capability based environmental carrying capacity in Tuban, East Java). Jurnal Manusia dan Lingkungan, 22(2), 247–259.

Yunagardasari, C., Paloloang, A. K., & Monde, A. (2017). Model infiltrasi pada berbagai penggunaan lahan di Desa Tulo Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Agrotekbis, 5(3), 315–323.

Published

2024-04-30

How to Cite

Dewi, I. G. A. A. S., Dewi, S., & Yulianti, N. L. (2024). Evaluation Of Land Use Techniques in Candikuning Village, Baturiti District, Tabanan Regency. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 12(1), 98–105. https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p11

Issue

Section

Articles