Perbandingan kandungan NPK pupuk organik cair dan padat berbahan dasar limbah baglog jamur

Authors

  • Dewi Tatum Rona Qotrun Nada Universitas Negeri Malang
  • Senja Dewi Farahita Universitas Negeri Malang
  • Thoriq Fadil Sauqi Universitas Negeri Malang
  • Diva Fidela Fabiola Universitas Negeri Malang
  • Ajeng Daniarsih Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBIOUNUD.2026.v30.i01.p03

Keywords:

limbah baglog, pupuk organik, NPK, fermentasi

Abstract

Meningkatnya jumlah limbah baglog jamur hasil kegiatan budidaya jamur berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu alternatif pemanfaatannya adalah mengolah limbah tersebut menjadi pupuk organik yang dapat digunakan dalam pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan unsur hara NPK pada pupuk organik cair (POC) dan pupuk organik padat (POP) yang dibuat dari limbah baglog jamur. Pupuk dibuat melalui proses fermentasi menggunakan EM4, molase, dan air cucian beras sebagai bahan pendukung. Analisis unsur hara dilakukan untuk menentukan kadar nitrogen (N), fosfor (P₂O₅), dan kalium (K₂O) pada kedua jenis pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik padat memiliki kandungan unsur hara makro yang lebih tinggi dibandingkan pupuk organik cair. Kandungan N-total, P₂O₅, dan K₂O pada POP berturut-turut mencapai 2,91%, 1,71%, dan 2,28%, sedangkan pada POC sebesar 0,36% N-total, 0,10% P₂O₅, dan 1,10% K₂O. Tingginya kandungan unsur hara pada POP berkaitan dengan akumulasi nutrisi pada media padat selama fermentasi. Secara keseluruhan, limbah baglog jamur berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan dan bermanfaat dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Berdasarkan kandungan unsur haranya, POP lebih sesuai digunakan sebagai pupuk dasar, sedangkan POC dapat diaplikasikan sebagai pupuk pelengkap.

Downloads

Published

30-06-2026

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.