Kombinasi Perekat dan Bentuk Geometri yang digunakan terhadap Karakteristik Biobriket Batang Bambu Tabah (Gigantochloa Nigrociliata Buse-Kurz)

Authors

  • Fayi Maysaroh Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Pande Ketut Diah Kencana Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Putu Gede Budisanjaya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/j.beta.2025.v13.i01.p17

Keywords:

bamboo tabah, biomass briquettes, adhesive materials, geometry

Abstract

This study aims to determine the characteristics of the combination of adhesives and geometric shapes used
on the quality of stoic bamboo briquettes produced and determine which treatment gives the best results on
the characteristics of the briquettes produced. This study used a Factorial Randomized Group Design
(RAK) using 2 factors and 3 repetitions. The first factor (A) is a combination of adhesive materials
consisting of 3 levels of sago flour and tapioca flour (A1), sago flour and sticky rice flour (A2), and tapioca
flour and sticky rice flour (A3). The second factor (B) is a geometric shape consisting of 3 levels of cylinder
(B1), cube (B2), and beam (B3). All treatments were replicated 3 times so that 27 observation data were
obtained. The data obtained were analyzed using SPSS and if there is a significant effect, then it will be
continued with the BNT further test on the average treatment. The results showed that the interaction
between the treatment types of adhesive combinations and geometric shapes had a significant effect on the
quality parameters of the briquettes produced. The treatment of briquettes made with a combination of sago
starch and sticky rice with a cylindrical geometric shape (A2B1) is the treatment that produces the best
quality briquettes with a moisture content value of (6.80% bb), ash content of (12.87%,), burning rate of
(0.08 g/min) and volatile metter of (57.50%).

References

Abdullah, Irwanto, Siregar, Agustina, Tambunan, Yamin, Hartulistiyoso, Purwanto, Wulandani, dan Nelwan. 1998. Energi dan Elektrifikasi Pertanian. Proyek Peningkatan Perguruan Tinggi. Bogor: IPB

Anizar, H., Sribudiani, E., & Somadona, S. (2020). Pengaruh Bahan Perekat Tapioka Dan Sagu Terhadap Kualitas Briket Arang Kulit Buah Nipah. Perennial, 16(1), 11–17. http://dx.doi.org/10.24259/perennial.v16i1.9159

Ariwidyanata, R., Wibisono, Y., & Ahmad, A. M. (2019). Karakteristik Fisik Briket dari Campuran Serbuk Teh dan Serbuk Kayu Trembesi (Samanea Saman) dengan Perekat Tepung Tapioka. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis Dan Biosistem, 7(3), 245–252. https://doi.org/10.21776/ub.jkptb.2019.007.03.04

Barly, Ismanto, A., Martono, D., Abdurachman, & Andianto. (2012). Sifat Fisis Dan Stabilisasi Dimensi Beberapa Jenis Bambu Komersial (Physical Properties and Dimentional Stabilization of Several Commercial Bamboo Species). Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 30(3), 163–170.

Fernanda, R. E., Tjahjanti, P. H., Fahruddin, A., Akbar, A., & Ikhsanudin, A. F. (2022). Studi Awal Pembuatan Briket dari Campuran Sampah

Botol Jenis PET dan Bahan Sintesis Dengan Perekat Lumpur Sidoarjo. Justek : Jurnal Sains Dan Teknologi, 5(2), 81. https://doi.org/10.31764/justek.v5i2.9975

Fitriana, W., & Febrina, W. (2021). Analisis Potensi Briket Bio-Arang Sebagai Sumber Energi Terbarukan. Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering), 10(2), 147. https://doi.org/10.23960/jtep-l.v10i2.147-154

Haryadi, R., Vita, M., Utami, I. S., Ihsanudin, I., Setiani, Y., & Suherman, A. (2019). Briquettes production as teaching aids physics for improving science process skills. Journal of Physics: Conference Series, 1157(3).

Hastiawan, I., Ernawati, E., Noviyanti, A. R., Eddy, D. R., & Yuliyati, Y. B. (2018). Pembuatan Briket Dari Limbah Bambu Dengan Memakai Adhesive PET Plastik Di Desa Cilayung, Jatinangor. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 7(3), 154–156.

Hendra, D. (2007). Pembuatan Briket Arang Dari Campuran Kayu, Bambu, Sabut Kelapa Dan Tempurung Kelapa Sebagai Sumber Energi

Alternatif. In Jurnal Penelitian Hasil Hutan (Vol. 25, Issue 3, pp. 242–255).

Ihsan, I., & T, M. A. (2019). Pengaruh Komposisi Terhadap Karakteristik Briket Kombinasi Arang Tempurung Kelapa Dan Arang Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE – KURZ). Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri, 2(2), 87–98.

Iskandar, T., & Suryanti, F. (2015). Bioarang Dari Bambu Terhadap Kualitas Penyalaan. Teknik Kimia, 8–12.

Iskandar, T., & Suryanti, F. (2016). Efektivitas Bentuk Geometri dan Berat Briket Bioarang Dari Bambu Terhadap Kualitas Penyalaan dan Laju Pembakaran. Jurnal Teknik Kimia, 10(1), 8–12.

Ismanto, A., & Martono, D. (2012). (Physical Properties and Dimentional Stabilization of Several Commercial Bamboo Species). 30(3), 163–170.

Julham Prasetya Pane, Erwin Junary, & Netti Herlina. (2015). Pengaruh Konsentrasi Perekat Tepung Tapioka Dan Penambahan Kapur Dalam

Pembuatan Briket Arang Berbahan Baku Pelepah Aren (Arenga pinnata). Jurnal Teknik Kimia USU, 4(2), 32–38.

Kencana, P. K. D., Widia, W., & Antara, N. S. (2012). Praktek baik budi daya bambu rebung tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSEKURZ). 1–69.

Maharani, Muhammad, Jalaluddin, Kurniawan, & Ginting. (2022). Pembuatan Briket Arang Serbuk Gergaji Kayu dengan Perekat Tepung Singkong Sebagai Bahan Bakar Alternaltif. Jurnal Teknologi Kimia Unimal. 11:2, 207-216

Milya, Kurniawan, Hakim, Dewi, Muhammad. (2023). Pembuatan Briket Cangkang Kelapa Sawit Menggunakan Variasi Jenis dan Presentase Perekat Tepung Tapioka dan Tepung Beras. Chemical Engineering Journal Storage,3:4, 505-516

Patty, R. H., Antara, N. S., & Arnata, I. W. (2014). Pengaruh Bagian Rebung dan Perlakuan Pendahuluan terhadap Karakteristik Tepung. JFT : Jurnal Fisika Dan Terapannya, 6(1), 89.

Purnama, R. R. (2012). Pemanfaatan Limbah Cair Cpo Sebagai Perekat Pada Pembuatan Briket Dari Arang Tandan Kosong Kelapa Sawit. Jurnal Teknik Kimia, 43-53

Purwanto, Sofyan. (2014). Pengaruh Suhu dan Waktu Pengarangan Terhadap Kualitas Briket Arang dari Limbah Tempurung Kelapa Sawit. Jurnal Litbang Industri. 29-38

Rahman, M., & Mardesci, H. (2015). Pengaruh Perbandingan Tepung Beras Dan Tepung Tapioka Terhadap Penerimaan Konsumen Pada Cendol. Jurnal Teknologi Pertanian, 4(1), 18–28.

Surest, A. H., & Afif, H. (2011). Kayu Dan Tempurung Kelapa Dengan Proses Karbonisasi. 17(8), 29–40.

Taufik, I., & Fenni, S. (2015). Efektivitas Bentuk Geometri Dan Berat Briket Bioarang Dari Bambu Terhadap Kualitas Penyalaan Dan Laju Pembakaran. Jurnal Teknik Kimia, 10(1), 8–12

Utomo, T. A. (2019). Karakteristik Briket Arang Serbuk Gerjaji Dengan Perekat Berbahan Tapioka, Tepung Sagu, Dan Molases. SKRIPSI, 68-74

Yulianti, N. L. (2021). Karakteristik Briket Biomassa dengan Variasi Geometri dan Jenis Bahan Baku yang Berbeda. Jurnal BETA, 193.

Downloads

Published

2025-04-30

How to Cite

Maysaroh, F., Kencana, P. K. D., & Budisanjaya, I. P. G. (2025). Kombinasi Perekat dan Bentuk Geometri yang digunakan terhadap Karakteristik Biobriket Batang Bambu Tabah (Gigantochloa Nigrociliata Buse-Kurz). Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 13(1), 151–159. https://doi.org/10.24843/j.beta.2025.v13.i01.p17

Issue

Section

Articles