Pengaruh Perbandingan Jerami d an Kot oran Sapi Terhadap Profil Suhu d an Karakterist ik Pupuk Kompos y ang Dihasilkan

Penulis

  • Sebastião Massa Program Studi, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana
  • Yohanes Setiyo Program Studi, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana
  • I Wayan Widi Program Studi, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/j.beta.2016.v04.i02.p08

Kata Kunci:

Jerami, kotoran sapi, Suhu proses, menghasilkan kompos

Abstrak

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan jerami dan
kotoran sapi terhadap profil suhu dan karakteristik pupuk kompos yang dihasilkan.
Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga level
perlakuan perbandingan antara porsi bahan jerami dan kotoran sapi. Sedangkan perlakuan
yang digunakan sebagai kontrol hanya menggunakan bahan jerami. Pengamatan
dilakukan terhadap dua hal yaitu profil suhu selama proses pengomposan dan
karakteristik kompos yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan kotoran
sapi meningkatkan suhu proses pengomposan yaitu suhu fase mesofilik (30-35˚C).
kompos yang dihasilkan memiliki karakteristik antara lain pH rata-rata 7.3, kadar air rata-
rata 5.5%, dan C-organik rata-rata 26,9%.

Referensi

Harada YK, Haga, Tosada, and Kashino M., 1993. Quality of produced from animal waste. JARQ 26:238-246.

Kondo M and Yasuda M., 2003. Effects of temperature, water regime, light, and soil properties on N2 fixation associated with decomposition of organic mater in paddy

soils. JARQ 37(2): 113 – 119

Kurnia U. D. Setyorini. T. Prihatini. S. Rochayati. Sutono dan H. Suganda., 2001. Perkembangan dan penggunaan pupuk organik di Indonesia.Rapat Koordinasi Penerapan Penggunaan Pupuk Berimbang dan peningkatan penggunaan pupuk organik. Direktorat pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal Bina sarana Pertanian Jakarta

Pare T, Dinel H, and Schnitzer M., 1999. Extractability of trace metals during co-composting of biosolids and municipical solid wastes. J. Biol. Fertil. Soils 29:31 –37.

Setiawan A, 2003. Pemanfaatan isi rumen (kambing dan domba) sebagai inokulan dalam proses pengomposan sampah pasar (organik) dengan kotoran sapi perah. Skripsi. Bogor: Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

Setiyo, Y., Hadi K.P, Subroto, M.A, dan Yuwono, A.S., 2007. Pengembangan Model Simulasi Proses Pengomposan Sampah Organik Perkotaan. Journal Forum Pascasarjana Vol 30 (1) Bogor.

Setiyo, Y. 2009. Aplikasi Kompos Dari Sampah Kota Sebagai Pupuk Organik Untuk meningkatkan Produktivitas Tanaman Jahe Merah. Disajikan di Seminar Nasional Basic Science VI,di Universitas Barawijaya, Malang.

Setiyo. Y, W. Arnata, NL Yulianti, dan G. Arda., 2012. IBM Simantri Kelompok Tani Sari Bumi.

Setiyo Y., K.B. Susrusa, I D.G.M. Permana and I G.A.L. Triani., 2015. Development of the LEISA system for the cultivation of consumed potatoes (Solanum tuberosum L.) Granola variety to improve land quality and productivity. Proceedings of SENASTEK, 2015.

Suriawiria, U. 2003. Mikrobiologi Air dan Dasar-Dasar Pengolahan Buangan secara Biologis. PT. Alumni Bandung.

Syarif, dan Halid. 1993. Teknologi Penyimpanan Pangan. Arcan, Jakarta. Wahyono S dan Sahwan FL., 1998. Solid waste composting trend and projects. J Biocycle 38(1):64-68.

WEIMER, P.J., D.R. MERTENS, E. PONNAMPALAM, B.F. SEVERIN and B.E. DALE. 2003. FIBEX-treated rice straw as a feed ingredient for lactating dairy cows. Anim. Feed Sci. Technol. 103:

41–50.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-03

Cara Mengutip

Massa, S., Setiyo, Y., & Widi, I. W. (2026). Pengaruh Perbandingan Jerami d an Kot oran Sapi Terhadap Profil Suhu d an Karakterist ik Pupuk Kompos y ang Dihasilkan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 4(2), 68–75. https://doi.org/10.24843/j.beta.2016.v04.i02.p08

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4 > >>