This is an outdated version published on 2026-02-09. Read the most recent version.

Pendekatan Matematik Perpindahan Panas dan Perpindahan Massa untuk Penyimpanan Kentang Bibit (Solanum tuberosum L.) Sistem Para-Para dengan Dorongan Aliran Udara

Authors

  • Ali Husyain Sakti Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem , Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Yohanes Setiyo Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem , Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Sumiyati Sumiyati Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem , Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p24

Keywords:

para – para systems, forced airflow, heat transfer, mass transfer

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perpindahan panas dan perpindahan massa melalui pendekatan
matematika pada alat penyimpanan bibit kentang sistem para – para dengan aliran udara paksa.
Parameter yang diamati antara lain suhu bahan, suhu udara, dan kelembaban udara. Berdasarkan hasil
pengamatan selama 63 hari, kenaikan kelembaban udara di masing – masing rak yang bervariasi antara,
0.306 – 0,636 uap air/kg udara, dengan penurunan kadar air 0,05% – 0,49%. Aliran udara secara paksa
mencapai kecepatan, 0,73 m/det – 2,16 m/det. Berdasarkan analisis neraca massa, kelembaban udara
relatif, 75,17% – 80,85%. Sedangkan pada neraca energi panas hilang ke lingkungan dengan pendekatan
model matematik persamaan empiris QL = Qp - QӨ - QU, membuang panas mencapai, 798,794 watt/det – 275,0968 watt/det dan mampu menyediakan oksigen yang baik, dengan suhu berkisaran antara,
30,49ºC – 30,02ºC. Berdasarkan fenomena panas respirasi hasil perhitungan persamaan matematika,
menunjukan tinggi rak mempengarui perpindahan panas yang dialami umbi kentang. Terlihat pada
ketinggian rak ke- 3, jika diukur dari dasar rak memiliki tinggi 75cm, menunjukan panas, 529,843 watt
dengan perubahan panas relatif berkisar, 19,7 watt/det – (-5,3 watt/det). Sedangkan rak ke- 5, dengan
tinggi rak 125cm, menunjukan panas, 523,883 watt dengan perubahan panas relative berkisar, 16,8
watt/det – (-4,8 watt/det) pada rak- 5.

References

Aghbashlo, M., Kianmehr, M., Arabhosseini, A., &

Nazghelichi, T. (2011). Modelling the Carrot

Thin-Layer Drying in a Semi-Industrial Continuous Band Dryer. Journal Czech J.

Food Sci, 29(5), 528–538.

Ajala, A. S, Aboiye. A. O, Popoola. J.O, &

Adeyanju. J. A. (2012). Drying Characteristics

and Mathematical Modelling of Cassava

Chips. Journal Chemical and Process

Engineering

Research,

www.iiste.org

4(1),

1–9.

Arifin, M., Nugroho, Agung, & Suryanto. Agus.

(2014). Kajian Panjang Tunas Dan Bobot

Umbi Bibit Terhadap Produksi Tanaman

Kentang (Solanum Tuberosum L.) Varietas

Granola. Jurnal Produksi Tanaman, 2(3), 221

229.

Asgar, Ali. (2016). Prosiding Seminar Nasional dan

Kongres Perhimpunan Agronomi Indonesia

2016.

Prosiding Perhimpunan Agronmi

Indonesia, 69–77.

BPS Provinsi Bali. (2020). Produksi Kentang

Provinsi Bali. BPS

Broto, W., Setyabudi, D. A., Sunarman, Qanyta, &

Jamal, I. B. (2017). Teknologi PenyimPanan

Umbi Kentang (Solanum tuberosum l.) Var.

GM-05 dengan Rekayasa Pencahayaan untuk

Mempertahankan

Kesegarannya.

Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 14(2), 116-

124.

Kusumiyati, N. Resti, & S. Wawan. (2017).

Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan

terhadap Kualitas Kentang Olahan (Solanum

tuberosum L.) Kultivar Atlantik. Jurnal Ilmu

Pangan dan Hasil Pertanian, 1(2), 1–12.

Mangsur. (2018). Pengaruh Kecepatan Aliran Udara

Horisontal Terhadap Laju Perpindahan Massa

pada Tray Dryer untuk Pengeringan Bahan

Pangan. Skripsi (pp. 1–58). Universitas Negeri

Semarang. Semarang.

Mulyono, D., Syah, M. J. A., Sayekti, A. L., &

Hilman, Y. (2018). Kelas Benih Kentang

(Solanum

tuberosum

L.)

Berdasarkan

Pertumbuhan, Produksi, dan Mutu Produk.

Jurnal

Hortikultura,

27(2),

209.

https://doi.org/10.21082/jhort.v27n2.2017.p20

9-216

Murtado. A. (2014). Karakteristik Kimia dan

Fisikkentang Selama Penyimpanan Dalam

Kondisi Gelap. Jurnal Edible III - 1, 1, 28–30.

Mustofa. (2019). Penentuan Sifat Fisik Kentang

(Solanum tuberosum L.): Sphericity, Luas

Permukaan Volume dan Densitas. Jurnal

Teknologi Pertanian Gorontalo (JTPG), 4(2),

46–51.

Ndukwu, M., & Manuwa, S. (2015). Impact of

Evaporative Cooling Preservation on The

Shelf Life of Fruits and Vegetable in South

Western Nigeria. Journal Research in

Agricultural Engineering, 61(3), 122–128.

https://doi.org/10.17221/54/2013-RAE

Nuraini, A., Sumadi, yuwariah y, & rulistianti H.

(2019). Pengaruh suhu penyimpanan dan

konsentrasi sitokinin terhadap pematahan

dormansi benih kentang (Solanum tuberosum

L.) G2. Jurnal Kultivasi, 18(3), 977–982.

Purnomo, E., Sri, W. A. S., & Haryanti, S. (2017).

Pengaruh Cara dan Waktu Penyimpanan

terhadap Susut Bobot, Kadar Glukosa dan

Kadar Karotenoid Umbi Kentang Konsumsi

(Solanum tuberosum L. Var Granola). Buletin

Anatomi dan Fisiologi, 2(2), 107-112.

Setiawan, M., Tamrin, & Budianto Lanya. (2014).

Uji Kinerja Penjemuran Gabah pada Para-Para

Mekanis dengan Tiga Kondisi Lingkungan.

Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 3(1), 91

102.

Setiyo, Y., Harsojuwono, B. A., Bagus, I., Gunam,

W., Putu, I., & Wirawan, S. (2020). Storage

Characteristics of Granola Potato Bulbs for

Seedlings After Storage. International Journal

of Scientific & Technology Research, 9(03),

5500–5504.

Setiyo, Y., Susrusa, K., Gunawan, Gunadnya,

I.B.W, Yulianti, N. L., & Wayan. (2017).

Agribisnis Kentang (Atmaja Jiwa, Ed.;

Pertama, Vol. 1). Universitas Udayana Press.

Denpasar.

Syahrul, S., Mirmanto, M., Ramdon, S., &

Sukmawaty, S. (2017). Pengaruh kecepatan

udara dan massa gabah terhadap kecepatan

pengeringan gabah menggunakan pengering

terfluidisasi. Jurnal Dinamika Teknik Mesin,

7(1), 54–59.

Published

2023-09-30 — Updated on 2026-02-09

Versions

How to Cite

Sakti, A. H., Setiyo, Y., & Sumiyati , S. (2026). Pendekatan Matematik Perpindahan Panas dan Perpindahan Massa untuk Penyimpanan Kentang Bibit (Solanum tuberosum L.) Sistem Para-Para dengan Dorongan Aliran Udara. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 11(2), 458–467. https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p24 (Original work published September 30, 2023)

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 2 3 4 5 6 7