Pengaruh Aplikasi Nanokitosan dari Sisik Barramundi (Lates calcarifer sp.) sebagai Edible Coating terhadap Kualitas Fillet Barramundi selama Penyimpanan Dingin
DOI:
https://doi.org/10.24843/jbeta.2026.v14.i02.p18Kata Kunci:
Nanokitosan, Sisik Ikan Barramundi, Edible Coating, Fillet Ikan Barramundi, Penyimpanan DinginAbstrak
Fillet ikan barramundi merupakan produk perikanan bernilai ekonomi tinggi yang bersifat highly perishable akibat aktivitas enzimatik dan mikrobiologis selama penyimpanan. Pemanfaatan limbah sisik ikan sebagai sumber kitosan berpotensi dikembangkan menjadi nanokitosan yang dapat diaplikasikan sebagai edible coating untuk mempertahankan kualitas produk perikanan. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi nanokitosan yang berasal dari limbah sisik ikan barramundi sebagai edible coating terhadap kualitas fillet selama penyimpanan dingin. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi nanokitosan yang terdiri dari kontrol, 0,1%, 0,3%, 0,5%. Sampel fillet disimpan pada suhu 4°C dan diuji secara periodik pada hari ke-4, ke-8, dan ke-12. Parameter kualitas yang dievaluasi mencakup analisis mikrobiologi melalui Total Plate Count (TPC), stabilitas kimiawi berdasarkan nilai pH dan Total Volatile Base (TVB), serta integritas fisik melalui uji tekstur
Referensi
Alinti, Z., Timbowo, S. M., & Mentang, F. (2018). KADAR AIR , pH , DAN KAPANG IKAN CAKALANG ( Katsuwonus pelamis ) ASAP CAIR YANG DIKEMAS VAKUM. 6(1), 6–13.
Arfat, Y. A., Ahmed, J., Hiremath, N., Auras, R., & Joseph, A. (2016). Thermo-mechanical, rheological, structural and antimicrobial properties of bionanocomposite films based on fish skin gelatin and silver-copper nanoparticles. Food Hydrocolloids. https://doi.org/10.1016/j.foodhyd.2016.08.009
Gadis, A., Putri, S., Tri, ), Agustini, W., & Rianingsih, L. (2014). Pengaruh ekstrak lidah buaya (Aloe vera) sebagai antioksidan terhadap oksidasii lemak fillet ikan bandeng (Chanos chanos Forsk) segar selama penyimpanan dingin. In Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan (Vol. 3, Issue 2). http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jpbhp
Husniati, & Oktarina, E. (2014). Sintesis nano partikel kitosan dan pengaruhnya terhadap inhibisi bakteri pembusuk jus nenas. 25(2), 89–96.
M. Gad, M., & A. Zagzog, O. (2017). Mixing Xanthan Gum and Chitosan Nano Particles to Form New Coating for Maintaining Storage Life and Quality of Elmamoura Guava Fruits. International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences, 6(11), 1582–1593. https://doi.org/10.20546/ijcmas.2017.611.190
Mardyaningsih, M., Leki, A., & Renung, O. D. (2014). Pembuatan Kitosan dari Kulit dan Kepala Udang Laut Perairan. Jurnal Rekayasa Proses, 8, 75.
Najeri, M., Syahrin, A., Muhammadiyah, U., & Timur, K. (2018). Kebijakan Poros Maritim Jokowi dan Sinergitas Strategi Ekonomi dan Keamanan Laut Indonesia. In Indonesian Perspective (Vol. 3, Issue 1).
Rumengan, I. F. M., Suptijah, P., Salindeho, N., Wullur, S., & Luntungan, A. H. (2018). Nanokitosan dari sisik ikan : Aplikasnya sebagai Pengemas Perikanan.
Sembiring, W. A., Utama, I. M. S., Widia, I. W., & Defy, N. M. (2024). Pengaruh Pelapisan Nanopartikel Kitosan terhadap Karakter Fisiko-Kimia dan Sensoris Pascapanen Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis) The. 12, 0–7.
Subuhi, S., Naui, A. S., & Lukman, M. (2023). Pengaruh lama penyimpanan terhadap tingkat penerimaan dan kadar air fillet ikan tenggiri (Scomberomorus commersonii) yang dikemas edible coating kitosan diperkaya pati jahe(Zingiber officinalle).
Widia, I. wayan, Purwananda, A. A. N. S., & Yulianti, N. L. (2025). Pengaruh Pelapisan Nanokitosan Terhadap Perubahan Karakteristik Mutu Filet Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer sp) Selama Penyimpanan. JURNAL BETA (BIOSISTEM DAN TEKNIK PERTANIAN), 13(2), 1–9.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rut Adinda sitindaon, I Wayan Widia, Sri Handayani Nofiyanti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/