Minimalisasi Potensi Kerugian Kehilangan Minyak Dan Nut Pecah Menggunakan Pengaturan Arus Kerja Mesin Press (Studi Kasus di Pabrik Minyak Kelapa Sawit XYZ, Kalimantan Barat)

Penulis

  • Petrus Jaya Simanjuntak Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian STIPER Yogyakarta, Jl. Nangka II, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta 55282
  • Andreas Wahyu Krisdiarto Institut Pertanian Stiper image/svg+xml
  • Suparman Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian STIPER Yogyakarta, Jl. Nangka II, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta 55282

DOI:

https://doi.org/10.24843/

Kata Kunci:

inti sawit pecah, kehilangan minyak, bungkil hasil pengepresan, kempa ulir, arus kerja

Abstrak

Arus listrik pada mesin press pabrik kelapa sawit umumnya disetel pada 50–56 ampere. Setiap pengaturan arus menghasilkan tingkat kehilangan minyak dan nut pecah yang berbeda, sehingga menghasilkan nilai kerugian finansial yang berbeda pula. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaturan arus antara 50–56 A yang meminimalkan total kerugian finansial gabungan. Studi kasus dilakukan pada mesin press Tanner P25 di PT XYZ, Kalimantan Barat. Tiga rentang arus kerja diuji: 50–52 A, 52–54 A, dan 54–56 A, dengan tekanan cone hidrolik konstan 50 bar. Sampel press cake diambil dari empat titik keluaran berbeda pada empat waktu berbeda setiap hari untuk menjamin representativitas data secara statistik. Kadar minyak dalam serat diukur menggunakan metode ekstraksi Soxhlet dengan pelarut n-heksana, sementara broken nut dihitung dengan menyortir dan menimbang setiap kategori secara manual. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan uji post-hoc Tukey HSD. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan arus kerja menurunkan oil losses dari 4,76% menjadi 3,82%. Namun persentase broken nut meningkat signifikan dari 40,97% menjadi 50,89%. Dari sisi potensi kerugian gabungan, penggunaan arus kerja 50–52 ampere memberikan total kerugian harian paling rendah (Rp271,86 juta), dibandingkan pengaturan arus 52–54 ampere (Rp278,30 juta) dan 54–56 ampere (Rp281,31 juta). Pengaturan arus kerja 50–52 A merupakan parameter kontrol operasional paling optimal dan ekonomis.

Referensi

Anonim. (2023). Standar prosedur operasional (SOP) (1st ed.). PT Kapuasindo Palm Industry.

Bachtiyar, C. (2011). Setting parameter mesin press dengan metode respon permukaan pada pabrik kelapa sawit. V(2), 153–160.

Basiron, Y., Palm, M., Council, O., Perbandaran, J., & Jaya, K. (2007). Palm oil production through sustainable plantations. Lipid Science and Technology, 109, 289–295. https://doi.org/10.1002/ejlt.200600223

Devani, V., & Marwiji. (2014). Analisis kehilangan minyak pada crude palm oil (CPO) dengan menggunakan metode statistical process control. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 13(1), 28–42.

Hamdani, & Hasibuan, A. (2019). Analisis pengaruh jatuh tegangan terhadap kerja motor induksi tiga fasa berbasis MATLAB. Rekayasa Elektrikal dan Energi: Jurnal Teknik Elektro, 1(2), 70–76.

Hasballah, I. T., & Siahaan, E. W. B. (2018). Pengaruh tekanan screw press pada proses pengepresan daging buah menjadi crude palm oil. Jurnal Darma Agung, XXVI(1), 722–729.

Jaeba, K. A., Lestari, E. T., & Adelino, M. I. (2021). Oil losses pada fibre dari press cake di pabrik minyak kelapa sawit Perkebunan PT AMP. Jurnal Teknologi dan Informasi Bisnis, 3(1), 234–239. https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.220

Munif, F. H., Supriyanto, G., & Purboseno, S. (2024). Analisis pengaruh tekanan mesin screw press terhadap persentase broken nut. AE Innovation Journal, 2(1), 51–61. https://doi.org/10.55180/aei.v2i1.765

Rizal, S., & Rahmawati, L. (2021). Analisis losses minyak pada stasiun press di PT Palmina Utama. Agrisains: Jurnal Budidaya Tanaman Perkebunan, 6(2), 37–41.

Rosmiati, Kurnia, D., & Lumbantoruan, S. (2024). Perhitungan oil losses pada ampas press di proses pemerasan di unit screw press PT XYZ. Jurnal Vokasi Teknik (JuVoTek), 2(1), 1–5. https://mentech.id/jurnal/index.php/juvotek/article/view/20/34

Vasdazara, L., Ardhyananta, H., & Wicaksono, S. T. (2018). Pengaruh penambahan serat cangkang kelapa sawit terhadap sifat mekanik dan stabilitas termal komposit epoksi/serat cangkang kelapa sawit. Jurnal Teknik ITS, 7(1), 119–123.

Wahyudi, J., Renjani, R. A., & Pertanian, J. T. (2012). Analisis oil losses pada fiber dan broken nut di unit screw press. Seminar Nasional PERTETA 2012, 13–14.

Wibowo, A. A., & Supriyanto, G. (2023). Pengaruh tekanan terhadap oil losses keluaran press pada berbagai mesin press. Agroforetech, 1(3), 2086–2096. https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/802/607

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-22

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Minimalisasi Potensi Kerugian Kehilangan Minyak Dan Nut Pecah Menggunakan Pengaturan Arus Kerja Mesin Press (Studi Kasus di Pabrik Minyak Kelapa Sawit XYZ, Kalimantan Barat). (2026). Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 14(2). https://doi.org/10.24843/

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama