Minimalisasi Potensi Kerugian Kehilangan Minyak Dan Nut Pecah Menggunakan Pengaturan Arus Kerja Mesin Press (Studi Kasus di Pabrik Minyak Kelapa Sawit XYZ, Kalimantan Barat)
DOI:
https://doi.org/10.24843/Kata Kunci:
inti sawit pecah, kehilangan minyak, bungkil hasil pengepresan, kempa ulir, arus kerjaAbstrak
Arus listrik pada mesin press pabrik kelapa sawit umumnya disetel pada 50–56 ampere. Setiap pengaturan arus menghasilkan tingkat kehilangan minyak dan nut pecah yang berbeda, sehingga menghasilkan nilai kerugian finansial yang berbeda pula. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaturan arus antara 50–56 A yang meminimalkan total kerugian finansial gabungan. Studi kasus dilakukan pada mesin press Tanner P25 di PT XYZ, Kalimantan Barat. Tiga rentang arus kerja diuji: 50–52 A, 52–54 A, dan 54–56 A, dengan tekanan cone hidrolik konstan 50 bar. Sampel press cake diambil dari empat titik keluaran berbeda pada empat waktu berbeda setiap hari untuk menjamin representativitas data secara statistik. Kadar minyak dalam serat diukur menggunakan metode ekstraksi Soxhlet dengan pelarut n-heksana, sementara broken nut dihitung dengan menyortir dan menimbang setiap kategori secara manual. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan uji post-hoc Tukey HSD. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan arus kerja menurunkan oil losses dari 4,76% menjadi 3,82%. Namun persentase broken nut meningkat signifikan dari 40,97% menjadi 50,89%. Dari sisi potensi kerugian gabungan, penggunaan arus kerja 50–52 ampere memberikan total kerugian harian paling rendah (Rp271,86 juta), dibandingkan pengaturan arus 52–54 ampere (Rp278,30 juta) dan 54–56 ampere (Rp281,31 juta). Pengaturan arus kerja 50–52 A merupakan parameter kontrol operasional paling optimal dan ekonomis.
Referensi
Anonim. (2023). Standar prosedur operasional (SOP) (1st ed.). PT Kapuasindo Palm Industry.
Bachtiyar, C. (2011). Setting parameter mesin press dengan metode respon permukaan pada pabrik kelapa sawit. V(2), 153–160.
Basiron, Y., Palm, M., Council, O., Perbandaran, J., & Jaya, K. (2007). Palm oil production through sustainable plantations. Lipid Science and Technology, 109, 289–295. https://doi.org/10.1002/ejlt.200600223
Devani, V., & Marwiji. (2014). Analisis kehilangan minyak pada crude palm oil (CPO) dengan menggunakan metode statistical process control. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 13(1), 28–42.
Hamdani, & Hasibuan, A. (2019). Analisis pengaruh jatuh tegangan terhadap kerja motor induksi tiga fasa berbasis MATLAB. Rekayasa Elektrikal dan Energi: Jurnal Teknik Elektro, 1(2), 70–76.
Hasballah, I. T., & Siahaan, E. W. B. (2018). Pengaruh tekanan screw press pada proses pengepresan daging buah menjadi crude palm oil. Jurnal Darma Agung, XXVI(1), 722–729.
Jaeba, K. A., Lestari, E. T., & Adelino, M. I. (2021). Oil losses pada fibre dari press cake di pabrik minyak kelapa sawit Perkebunan PT AMP. Jurnal Teknologi dan Informasi Bisnis, 3(1), 234–239. https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.220
Munif, F. H., Supriyanto, G., & Purboseno, S. (2024). Analisis pengaruh tekanan mesin screw press terhadap persentase broken nut. AE Innovation Journal, 2(1), 51–61. https://doi.org/10.55180/aei.v2i1.765
Rizal, S., & Rahmawati, L. (2021). Analisis losses minyak pada stasiun press di PT Palmina Utama. Agrisains: Jurnal Budidaya Tanaman Perkebunan, 6(2), 37–41.
Rosmiati, Kurnia, D., & Lumbantoruan, S. (2024). Perhitungan oil losses pada ampas press di proses pemerasan di unit screw press PT XYZ. Jurnal Vokasi Teknik (JuVoTek), 2(1), 1–5. https://mentech.id/jurnal/index.php/juvotek/article/view/20/34
Vasdazara, L., Ardhyananta, H., & Wicaksono, S. T. (2018). Pengaruh penambahan serat cangkang kelapa sawit terhadap sifat mekanik dan stabilitas termal komposit epoksi/serat cangkang kelapa sawit. Jurnal Teknik ITS, 7(1), 119–123.
Wahyudi, J., Renjani, R. A., & Pertanian, J. T. (2012). Analisis oil losses pada fiber dan broken nut di unit screw press. Seminar Nasional PERTETA 2012, 13–14.
Wibowo, A. A., & Supriyanto, G. (2023). Pengaruh tekanan terhadap oil losses keluaran press pada berbagai mesin press. Agroforetech, 1(3), 2086–2096. https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/802/607
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Petrus Jaya Simanjuntak, Andreas Wahyu Krisdiarto, Suparman

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/