Kelayakan Usaha Alat Tangkap Saung Sirib di Pesisir Selatan Tasikmalaya
Kata Kunci:
Jaring angkat, Kelayakan usaha, Saung sirib, TasikmalayaAbstrak
Penangkapan ikan skala besar maupun kecil memegang peranan penting dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir. Namun kajian kelayakan usaha pada alat tangkap saung sirib yang jauh lebih besar dari alat tangkap lift net sejenis yang diteliti, masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan menilai kelayakan usaha saung sirib di pesisir selatan Tasikmalaya melalui pendekatan teknis dan ekonomi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap 26 dari 34 unit yang teridentifikasi. Analisis teknis dilakukan secara deskriptif, sedangkan analisis ekonomi menggunakan indikator kelayakan investasi berupa NPV, IRR, Net B/C Ratio, dan PP dengan tingkat diskonto 6%. Hasil menunjukkan saung sirib mudah dioperasikan, menggunakan material dan memiliki hasil tangkapan yang stabil sepanjang tahun. Secara ekonomi, usaha ini menghasilkan NPV Rp. 21.272.101, IRR 37%, Net B/C 4,99, dan PP 0,32 tahun, mengindikasikan kelayakan tinggi yang didukung rendahnya biaya investasi dan efisiensi operasional. Temuan ini menegaskan saung sirib sebagai alternatif usaha perikanan tangkap yang layak dan adaptif, sekaligus menjadi dasar pertimbangan investasi bagi nelayan dan pengelolaan alat tangkap bagi pemangku kebijakan.
Referensi
Ahmad, S., Puspito, G., Sondita, M. F. A., & Yusfiandayani, R. (2013). Penguatan cahaya pada bagan menggunakan reflektor kerucut sebagai upaya meningkatkan hasil tangkapan cumi-cumi. Marine Fisheries, 4(2), 163–173.
Anggrini, M., As’ad, & Siswanto, A. (2023). Kontribusi perikanan tangkap dan perikanan budidaya terhadap pertumbuhan ekonomi biru di Provinsi Bengkulu. Artikel Ilmiah Nurul, 5(2), 25–33.
Antika, M., Kohar, A., & Boesono, H. (2014). Analisis Kelayakan finansial usaha perikanan tangkap dogol di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Batu, Jepara. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 3(3), 200–207.
Assegaf, A. R. (2019). Pengaruh biaya tetap dan biaya variabel terhadap profitabilitas pt. pecel lele lela internasional, cabang 17, Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Jurnal Ekonomi Dan Industri, 20(1), 1–5.
Boesono, H., Prihantoko, K. E., Manalu, I. R., & Suherman, A. (2020). Pengaruh perbedaan waktu penangkapan dan lama waktu penarikan terhadap komposisi hasil tangkapan pada alat tangkap bagan perahu di Perairan Demak. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 12(3), 863–873.
Budiyanti, D., Iskandar, J., & Partasasmita, R. (2018). Local knowledge of the traditional fishermen of Pangandaran, West Java, Indonesia, on how to catch fish with arad nets, the species of fish caught, and the determination of the fishing season. Proceedings of the Indonesian Biodiversity Society National Seminar, 4, 115–121. doi: 10.13057/psnmbi/m040204
Cox, K., Brennan, L. P., Gerwing, T. G., Dudas, S. E., & Juanes, F. (2018). Sound the alarm: a meta-analysis on the effect of aquatic noise on fish behavior and physiology. Global Change Biology, 24(7), 3105–3116. doi: 10.1111/gcb.14106
Dillman, D. A., Smyth, J. D., Christian, M., & Wiley, J. (2016). Internet, phone, mail and mixed-mode surveys: the tailored design method.
Food and Agriculture Organization of the United Nations. (1995). Code of conduct for responsible fisheries. In FAO. Rome, Italy. doi: 10.5040/9781509955572.0062
Gai, A. M. (2020). Konsep pemberdayaan nelayan pesisir Kota Surabaya sebagai bentuk adaptasi perubahan iklim berbasis sustainable livelihood. Jurnal Planoearth, 5(1), 45–51.
Groves, R. M., Fowler, F. J., Couper, M. P., Lepkowski, J. M., Singer, E., & Tourangeau, R. (2009). Survey methodology.
Imron, M., Putra, R. R., Baskoro, M. S., & Soeboer, D. A. (2018). Usaha penangkapan ikan benih sidat menggunakan alat tangkap seser di muara cibuni - tegal buleud, Sukabumi, Jawa Barat. Albacore, 2(3), 295–305.
Israel, G. D. (1992). Determining sample size. In University of Florida Cooperative Extension Service, Institute of Food and Agricultural Sciences (IFAS) EDIS, (Vol. PEOD6). Retrieved from https://www.psycholosphere.com/Determining sample size by Glen Israel.pdf
Itsukushima, R. (2023). Broad scale environmental factors determining fish species composition of river estuaries in the japanese archipelago. Estuaries and Coasts, 46(7), 1829–1843. doi: 10.1007/s12237-023-01248-0
Izmaniar, H., Mahyudin, I., Agusliani, E., & Ahmadi. (2018). The business prospect of climbing perch fish farming with biofloc technology at de’ papuyu farm banjarbaru. International Journal of Environment, Agriculture and Biotechnology, 3(3), 1145–1153.
Jeksen, M., Syafrialdi, & Djunaidi. (2018). Pengaruh hasil tangkapan alat tangkap bubu dasar dengan menggunakan umpan yang berbeda di sungai tembesi Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan, 2(3), 25–31.
Johanson, D. (2016). Analisis efisiensi pola distribusi hasil penangkapan ikan nelayan kecamatan kahayan kuala Kabupaten Pulang Pisau. Jurnal Sains Manajemen, V(April), 81–93.
Jueseah, A. S., Kristofersson, D. M., Tumi, T., & Knutsson, O. (2020). A bio-economic analysis of the liberian coastal fisheries. Sustainability, 12(Table 1), 1–20.
Kalvin, M., Saraswati, E., & Yusrudin. (2024). Pengaruh warna lampu terhadap hasil tangkapan ikan teri (stelephorus sp) menggunakan alat tangkap bagan perahu di Sampang Jawa Timur. Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(3), 323–330.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2023). Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. 36 Tahun 2023 tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Zona Penangkapan Ikan Terukur dan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia di Perairan. Jakarta. Retrieved from https://peraturan.bpk.go.id/Download/339018/2023permenkp036.pdf
Khan, S. M. (2024). Comparative analysis of traditional and modern fishing practices in global fisheries. International Journal of Fisheries and Aquatic Research, 9(1), 27–29. doi: 10.33545/26649926.2022.v4.i2a.81
Lee, T., Liu, S., Huang, C., Chang, H., & Jiun-Hao Wang. (2023). Can direct marketing increase fishery profitability and environmental quality ? empirical evidence of aquaculture farm households in taiwan. Agriculture, 13(6), 1270–1289.
Listiana, S. E. D., Kohar, A. M., & Wibowo, P. (2013). Feasibility analysis of financial business danish seine catching in bulu fishing port type d tuban east java. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 2(3), 90–99.
Lohmann, J. R., & Baksh, S. N. (2013). The irr, npv and payback period and their relative performance in common capitial budgeting decision procedures for dealing with risk.
Maliao, R. J., Fernandez, P. R., & Subade, R. F. (2023). Well-being of artisanal fishing communities and children’s engagement in fisheries amidst the covid-19 pandemic: a case in Aklan, Philippines. Journal Humanities and Social Sciences Communications, 10(1), 1–12. doi: 10.1057/s41599-023-01716-9
Mulyawan, Masjamsir, & Andriani, Y. (2015). Pengaruh perbedaan warna cahaya lampu terhadap hasil tangkapan cumi-cumi (loligo spp) pada bagan apung di perairan palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Jurnal Perikanan Kelautan, 6(2), 116–124.
Ormeod, S. J. (2003). Current issues with fish and fisheries : editor’s overview and introduction. Journal of Applied Ecology, 204–213. doi: https://doi.org/10.1046/j.1365-2664.2003.00824.xDigital Object Identifier (DOI)
Paputungan, E., Luasunaung, A., Silooy, F., Budiman, J., Mandagi, I. F., & Patty, W. (2023). Komposisi dan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bagan. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Perikanan Tangkap, 8(1), 1–10. doi: https://doi.org/ 10.35800/jitpt.8.1.2023.42523
Prasetyo, R. M., & Hamzah, R. A. (2022). Analysis of the leading economic sectors of tasikmalaya regency 2010-2021. Jurnal Ilmu Ekonomi, 3(2), 113–120. Retrieved from http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/jak/article/view/708
Pratama, F. A., Boesono, H., & H, T. D. (2012). Analisis kelayakan finansial usaha penangkapan ikan menggunakan panah dan bubu dasar di periran karimunjawa. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 1(1), 22–31.
Purnatiyo, D. (2016). Analisis kelayakan investasi alat dna real time thermal cycler (rt-pcr) untuk pengujian gelatin. Jurnal Pasti, VIII(2), 212–226.
Putri, D. A., Susilawati, E., & Jatnika, D. (2024). Efektifitas dan komposisi jaring anco (lift net) di perairan bungko lor, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Barakuda 45, 6(1), 112–119.
Rosyadi. (2014). Sistem Pengetahuan Lokal Masyarakat Cidaun – Cianjur Selatan Sebagai Wujud Adaptasi Budaya. Jurnal Patanjala, 6(3), 431–446.
Sari, R. P., Wijayanto, D., & Kurohman, F. (2017). Analisis perbandingan pendapatan nelayan dengan pola waktu penangkapan berbeda pada alat tangkap anco (lift net) di perairan rawa bulung, Kabupaten Kudus. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 6(4), 110–118.
Seprina, I., & Yulianingsih, E. (2023). Rancang bangun sistem informasi pengolahan data hasil tangkapan ikan perairan umum darat. Jurnal Ilmiah Matrik, 25(2), 183–190. doi: 10.33557/jurnalmatrik.v25i2.2502
Shannon, G., Mckenna, M. F., Angeloni, L. M., Crooks, K. R., Fristrup, K. M., Brown, E., … Wittemyer, G. (2016). A synthesis of two decades of research documenting the effects of noise on wildlife. Biological Reviews, 91(4), 982–1005. doi: 10.1111/brv.12207
Surbakti, J. A., & Basri, M. (2024). Tingkat ramah lingkungan alat tangkap ikan di wilayah perairan Kecamatan Kupang Barat. Journal of Marine Research, 13(1), 11–19.
Welcomme, R. L. (2014). River fisheries. FAO (Food and Agriculture Organization of the United Nations). Retrieved from https://www.fao.org/4/t0537e/t0537e00.htm
Yanuartoro, R., Ismail, & Sardiyatmo. (2013). Analisis kelayakan finansial usaha perikanan tangkap multigear di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 2(3), 233–242.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ilham Sudrajat, Gillang Fernando

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/