Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap Karakteristik Kimia serta Sensori Teh Daun Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ).

Penulis

  • I Kadek Wirawan Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana
  • Pande Ketut Diah Kencana Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana
  • I Made Supartha Utama Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p08

Kata Kunci:

daun bambu Tabah, , teh herbal,, suhu pengeringan, waktu pengeringan, total fenol.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap
Karakteristik Kimia serta Sensori Teh Daun Bambu Tabah. Penelitian ini dirancang menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu faktor suhu pengeringan (50o C, 60o
C) dan faktor waktu pengeringan (1 jam, 2 jam, 3 jam). Perlakuan diulang tiga kali sehingga
mendapatkan 18 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah kadar air, pH, total asam, total
fenol, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi suhu dan waktu
pengeringan teh daun bambu tabah memiliki pengaruh berbeda nyata terhadap kadar air, pH, total
asam, total fenol, warna, dan penerimaan keseluruhan, tetapi tidak memiliki pengaruh yang
berbeda nyata terhadap aroma dan rasa. Perlakuan terbaik kadar air 6,88 %, pH 6,6, total asam
0,73 %, total fenol 84,01 mg/100g, warna 4,33, aroma 4,47, rasa 4,27 dan penerimaan keseluruhan
4,47.

Referensi

Andri, D., & Hersoelistyoini, W. 2013. Aktivitas Antioksidan dan Sifat Organoleptik Teh Daun Sirsak (Annona Muricata Linn.) Berdasarkan Variasi Lama Pengeringan. Jurnal Pangan dan

Gisi, 4(1).

Anjasari, B. 2015. Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan terhadap Karakteristik Teh Herbal Daun katuk (Sauropus adrogynus L. Merr). Doctoral dissertation. Fakultas Teknik Unpas.

AOAC. 1995. Official Methods of Analysis. Washington. Association of Official Analysis Chemists.

[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 2016. SNI 3945: 2016. Syarat Mutu Teh Hijau. Jakarta: Badab Standarisasi Nasional. Hal 8.

Chu, D. C., & Juneja, L.R. 1997. General chemical composition of green tea and its infusion. Chemistry and Applicatioans of Green Tea. 13- 22.

Daroini, O. S. 2006. Kajian proses pembuatan teh herbal dari campuran teh hijau (Camellia sinensis), rimpang bengle (Zingiber cassumunar Roxb), dan daun ceremai (Phyllanthus L. Skeels). Skripsi. Fakultas Pertanian IPB. Bogor.

Diantoro, A., Rohman, M., Budiarti, R., & Palupi, H. T. 2015. Pengaruh penambahan ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera L.) terhadap kualitas yoghurt. TEKNLOGI PANGAN: Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 6(2).

Gunawan, D. dan Mulyani, S. 2004. Ilmu Obat Alam. Penebar Swadaya : Jakarta.

Hambali, E., Nasution, M. Z., & Herliana, E. 2005. Membuat Aneka Herbal Tea. Penebaran Swadaya. Jakarta.

Hartuti, N., & Sinaga, R. M. 1997. Pengeringan cabai. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Javanmardi, J., Khalighi, A., Bais, H. P., & Vivanio, J. M. 2003. Chemical Characterization of Basil (Ocimum Basiliam L.) Found in Local Accessions and Used in Traditional Medicines in Iran. Journal of Agriculture and Food Chemistry, 50. 5878-5883.

Kencana, P. K. D., Widia, W., and Antara, N. S. 2012. Praktek Baik Budidaya Bambu RebungTabah(Gigantochloa Nigrociliata Buse-Kurz), Pp. 1-69.

Manoi, F. 2015. Pengaruh Cara Pengeringan terhadap Mutu Simplisi Sambiloto. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 17 (1). 1-5.

Morisco. 2006. Teknologi Bambu. Bahan Kuliah Magister Teknologi Bahan Bangunan. Program Studi Teknik Sipil Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Ravikumar, C. 2014. Review On Herbal Teas. Journal Pharmaceutical Science & Research 6(5): 236-238.

Rofiah, D. 2015. Aktivitas Antioksidan dan Sifat Organoleptik Teh Daun Kelor dengan Variasi Lama Pengeringan dan Penembahan Jahe serta Lengkuas sebagai Perasa Alami. (Doctoral dissertation). Universitas Muhamadiyah Surakarta

Rusnayanti, Y. 2018. Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan terhadap Mutu Teh Hijau Daun Kakao (Theobroma cocoa L.). (Doctoral dissertation). Universitas Mataram.

Safriani, N., Novita, M., Sulaiman, I., & Ratino, W. 2014. Pengemasan Manisan Kolang-Kaling Basah (Arenga pinnata L) dengan Bahan Kemas Plastik dan Botol Kaca Pada Penyimpanan Suhu Ruang. Rona Teknik Pertanian, 7(1), 3-44).

Sembiring, N. V. N. 2019. Pengaruh Kadar Air dari Bubuk Teh Hasil Fermentasi terhadap Kapasitas Produksi pada Stasiun Pengeringan di Pabrik Teh PTPN IV unit kebun Bah Butong. Karya Ilmiah. Universitas Sumatera, Mendan

Sudarmadji, S., Haryono, B., & Suhardi. 1997. Prosedur Analisis untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta.

Sukandar, D. 2014. Aktivitas Antioksidan dan Mutu Sensori Formulasi Minuman Fungsional Sawo-Kayu Manis. Jurnal Kimia Valensi, 4(2), 80-89.

Vesania, M. B. 2016. Pengaruh Penambahan Bubuk Daun Stevia Rebaudiana (Bertoni) terhadap Komposisi Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Minuman Teh Hitam.(Doctoral dissertation). Widya Mandala Catholic, Universitas Surabaya.

Widiarso, B. P., Nurcahyo, W., Prastowo, J., & Kurniasih, K. 2019. Potensi Daun Bmabu Sebagai Agen Anthelmetika Pada Ternak

Kambing (Bamboo Leaves Potency as Anthelmintic Agent on Goat). Jurnal Pengembangan Penyulihan Pertanian, 14(1), 134-143.

Winarno. F. G. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Winarno, F.G. 2008. Kimia Pangan dan Gizi. 171- 172. M-Brio Press, Bogor.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-03

Cara Mengutip

Wirawan, I. K., Kencana, P. K. D., & Utama, I. M. S. (2026). Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap Karakteristik Kimia serta Sensori Teh Daun Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ). Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2), 249–256. https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p08

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama