Pengaruh Bahan Tambahan pada Kualitas Kompos Kotoran Sapi

Penulis

  • Ni Made Eva Yulia Dewi Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i01.p09

Kata Kunci:

kotoran sapi, serbuk kayu, sekam, rumput gajah, kompos

Abstrak

Penggunaan bahan tambahan pada proses pengomposan bahan baku kotoran sapi dapat menghasilkan kompos yang berkualitas yang memuhi standar. Penelitian ini mengunakan perlakukan kotoran sapi, kotoran sapi : serbuk kayu 2 : 1, kotoran sapi : sekam 2 : 1, dan kotoran sapi : rumput gajah 2 : 1. Panjang tumpukan pengomposan 1.5 m, tinggi 80 cm, dan lebar 1 m. Parameter yang diamati meliputi suhu, pH, karbon dan Nitrogen kompos. Proses pengomposan berlangsung selama delapan minggu dengan suhu antara 25- 51oC dan pH kompos antar 6.6 – 7.0. Warna kompos yang dihasilkan adalah dengan warna coklat kehitam-hitaman. Secara umum, kualitas kompos yang dihasilkan dari keempat perlakukan sesuai dengan Standar SNI 19-7030-2004 dengan C/N rasio akhir 16-8 – 20.93.

Referensi

Haygreen, J. G., & Bowyer, J. L. (1996). Forest products and wood science: An introduction.

Irvan, Mhardela, P., & Trisakti, B. (2014). Pengaruh penambahan berbagai aktivator dalam proses pengomposan sekam padi (Oryza sativa). Jurnal Teknik Kimia USU, 30(2), Medan.

Murbandono, L. (1995). Membuat kompos. Penebar Swadaya, Jakarta.

Okarаove, C. C., & Ikewuchi, J. C. (2009). Nutritional and antinutritional components of Pennisetum purpureum Schumach. Pakistan Journal of Nutrition, 8(1), 32–34.

Setiawan, A. (2003). Pemanfaatan isi rumen (kambing dan domba) sebagai inokulan dalam proses pengomposan sampah pasar (organik) dengan kotoran sapi perah [Skripsi]. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Setiyo, Y., Hadi, K. P., Subroto, M. A., & Yuwono, A. S. (2007). Pengembangan model simulasi proses pengomposan sampah organik perkotaan. Jurnal Forum Pascasarjana, 30(1), Bogor.

Setiyo, Y., Arnata, W., Yulianti, N. L., & Arda, G. (2012). IBM Simantri Kelompok Tani Sari Bumi.

Setiyo, Y., Susrusa, K. B., Permana, I. D. G. M., & Triani, I. G. A. L. (2015). Development of the LEISA system for the cultivation of consumed potatoes (Solanum tuberosum L.) Granola variety to improve land quality and productivity. Proceedings of SENASTEK, 2015.

Suharno. (1979). Peluang abu sekam. Balai Penelitian Pasca Pertanian.

Wahyono, S., Sahwan, L. F., & Suryanto, F. (2003). Mengolah sampah menjadi kompos. Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan, BPPT, Jakarta.

Unduhan

Diterbitkan

2017-01-10

Cara Mengutip

Dewi, N. M. E. Y. (2017). Pengaruh Bahan Tambahan pada Kualitas Kompos Kotoran Sapi. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 76–82. https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i01.p09

Terbitan

Bagian

Articles