Efektivitas Rorak untuk Konservasi Tanah pada Perkebunan Kopi
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p24Kata Kunci:
aliran permukaan, kebutuhan air tanaman kopi, rorak, unsur hara tanahAbstrak
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan lahan dengan perlakuan rorak dan tanpa rorak terhadap sifat fisik dan kimia tanah.Analisis data secaradeskriptif kuantitatifdengan mengolahdata primer(sifat fisik dan kimia tanah)dan sekunder(data kajian studi literatur dan data iklim wilayah penelitian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan sifat fisik tanah pada tiap perlakuan, berat jenis tanah pada perlakuan tanpa rorak lebih tinggiyaitu1,26g/cm3daripada perlakuan rorak1,24 g/cm3, berat volume tanah pada perlakuan tanpa rorak lebih tinggi yaitu 0,89g/cm3daripada perlakuan rorak0,55 g/cm3, porositas padaperlakuan rorak lebih tinggiyaitu55,5% dibandingkan tanpa rorak29,5 %dan kadar lengas maksimum perlakuan rorak lebih tinggiyaitu82,54% dibandingkan tanpa rorak68,35 %.Hasil penelitian terhadap sifat kimia tanah menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sifat kimia pada tiap perlakuan. Sifat kimia tanah pada perlakuan rorak memiliki kadar Nitrogen, Phospor, Kalium dan C-organic lebih tinggi sebesar 0,50 % (Nitrogen), 7,33 ppm (Phosphor), 0,42 me/100 g (Kalium), 4,1 % (C-organik) dibandingkan pada perlakuan tanpa rorak sebesar 0,16 % (Nitrogen), 7,18 ppm (Phosphor), 0,24 me/100 g (Kalium), 2,3 %(C-Organik).Pembuatan rorak dengan ukuran panjang 1,50 m, lebar 1,00 m dalam 0,40 m kapasitas tampungnya yaitu 0,60 m3, air di dalam rorak akan habis dalam waktu rata-rata 1,96 jam dengan laju peresapan airnya rata-rata 0,32 m3/jam. Jumlah rorak/ha yang optimal sebanyak 336 buah karena memiliki volume air yang tersedia sebesar 201,60 m3/ha/hari. Jumlah tersebut mampu mencukupi kebutuhan air tanaman kopi yaitu 180 m3/ha/hari.
Referensi
Allen, R. G., Pereira, L. S., Raes, D., & Smith, M. (1998). Crop evapotranspiration: Guidelines for computing crop water requirements (FAO Irrigation and Drainage Paper No. 56). FAO.
Doorenbos, J., & Pruitt, W. O. (1977). Crop water requirements (FAO Irrigation and Drainage Paper No. 24). FAO.
Ginting, R. (2010). Laju resapan air pada berbagai jenis tanah dan berat jerami dengan menerapkan teknologi biopori di Kecamatan Medan Amplas (Tesis tidak diterbitkan). Sekolah Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara.
Husni, M. R., Sufardi, & Khalil, M. (2016). Evaluasi status kesuburan pada beberapa jenis tanah di lahan kering Kabupaten Pidie Provinsi Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 1(1), 147–154.
International Coffee Organization. (2017). Total production by all exporting countries. ICO. http://www.ico.org/prices/po-production.pdf
Pereira, A. R., Camargo, M. B. P., & Villa Nova, N. A. (2011). Coffee crop coefficient for precision irrigation based on leaf area index. Bragantia, 70(4), 946–951. https://doi.org/10.1590/S0006-87052011000400030
Pratiwi, & Salim, A. G. (2013). Aplikasi teknik konservasi tanah dengan sistem rorak pada tanaman Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) di KHDTK Carita, Banten. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 10(3), 273–282.
Pudji, R. (2012). Panduan budidaya dan pengelolaan kopi robusta dan arabika (Cet. 1). Penebar Swadaya.
Purwoto, H. (2013). Soil and water conservation engineering (1st ed.). Instiper Yogyakarta.
Raharjo, A. P. (2020). Simulasi penempatan rorak sebagai bentuk pengoptimalan konservasi air. Jurnal Teknik Lingkungan, 4(2), 123–133.
Satibi, Nasamsir, M., & Hayata. (2019). Pembuatan rorak pada perkebunan kopi Arabika (Coffea arabica) untuk meningkatkan produktivitas. Jurnal Agroecotania, 4(2), 74. https://doi.org/10.33087/jagro.v4i2.85
Siregar, B. (2017). Analisa kadar C-organik dan perbandingan C/N tanah di lahan tambak Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 53(1), 1–14.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/