Pengaruh Pembrian Uap Etanol Terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis Lour var. Microcarpa)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p02Kata Kunci:
Jeruk Siam, Etanol, mutu pasca panenAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan uap etanol terhadap mutu dan masa
simpan buah jeruk siam ada suhu ruang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL)
dengan 3 ragam volume etanol ; 0 ml, 3ml, dan 6 ml masing- masing diperangkap dalam 5 gram karagenan
yang sudah dicapurkan aquades 10 ml dan dimasukan kedalam sachet teh. Sachet kemudian ditempatkan
ada alas styrofoam dimana terdapat 5 buah jeruk siam , selanjutnya ditutup dengan plastik film renggang
LDPE. Buah jeruk siam tanpa perlakuan atau kontrol disediakan sebagai pembanding. Buah selanjutnya
disimpan ada suhu kamar (28±2). Susut bobot , intesitas kerusakan , vitamin c, total asam, total padatan
terlarut, warna,kekerasan, dan uji organoleptik diamati selama nyimapanan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa perlakuan uap etanol scara umum berpengaruh nyata dalam mnurunkan tingkat kerusakan, susut
bobot memperlambat laju perubahan kekerasan, warna kulit,total padatan terlarut dan vitamin C
dibandingkan dengan kontrol. Demikuan pula uap etanol mampu memberikan nilai tingkat kesukaan
panelis lebih tinggi terhadap warna, rasa, aroma dan penamapilan secara keseluruhan dibandingkan dengan
kontrol. Dari ragam perlakuan volume etanol 6 ml etanol perkemasan mengkreasi uap terbaik untuk
memprelambat laju kerusakan, perubahan mutu, menurunkan susut dan meningkatkan kesukaan panelis
Referensi
Davies, D.D., 1980. Anaerobic metabolism and the production of organic acids. In: PK. Stumpf and E.E. Conn (Editors), The Biochemistry of Plants, A Comprehensive Treatise, Volume 2. Academic Press, New York, N.Y., pp. 581- 611.
Elwahab, S.M.A., and I.A.S. Rashid. 2013. Using Etanol, Cinnamon Oil Vapors And Waxing As Natural Safe Alternatives For Control Postharvest Decay, Maintain Quality And Extend Marketing Life Of Mandarin. J. Agr. Bio. Sci. 9(1): 27-39.
Hossain, A.B.M.S., A.N. Boyece., M.A. Majid., S. Chandran and R. Zuliana. 2007. Effect of Ethanol on The Longevity and Abscission of Bougainvillea Flower. J. Sci tech. 01(2): 184- 193.
Julianti, E. 2011. Pengaruh Tingkat Kematangan dan Penyimpanan Terhadap Mutu Buah Terongb Belanda Jurnal Horti No. 2, Vol. 1.
Kader, A.A., (2002). Postharvest technology of horticultural crops. Regents of the University of California, Division of Agricultural and National Resources, Oakland, CA, USA, p. 535.
Kementerian Pertanian. 2011. Budidaya Jeruk Bebas Penyakit. Jakarta: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur.
Muchtadi, T. R. 1992. Fisiologi Pascapanen Sayuran dan Buah-buahan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jendral Pendidikan Tinggi. PAU. IPB. Bogor
Pantastico, E.R.B. 1993. Fisiologi Pasca Panen, Penanganan dan Pemanfaatan Buah-Buahan dan Sayuran Tropika dan Subtropika. Terjemahan Kamariyani. UGM-Press. Yogyakarta
Pundari, I.G.A.P, I. M. S. Utama dan N. L.Yulianti .2018 Pengaruh Pemberian Pemberian Uap Etanol dan Suhu Penyimpanan Terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.). Jurnal Teknik Pertanian. Halaman 1-15.
Rachmawati, M. 2010. Kajian Sifat Kimia Salak Pondoh (Salacca edulis Reinw) Dengan Pelapisan Khitosan Selama Penyimpanan Untuk Mempreduksi Masa Simpannya.Jurnal Teknologi Pertanian 6 (1). Halaman 20-24.
Rukmana, Yuyun. 2003. Jeruk nipis : prospek agribisnis, budidaya dan pasca panen. Yogyakarta: kanisius
Santoso, B.B. dan B.S. Purwoko. 1995. Fisiologi dan Pascapanen Tanaman Hortikultura. Indonesia Australia Eastern Universities Project
Winarno, F.G. dan Aman, M. 1979. Fisiologi Lepas Panen. Sutra Hudaya. Bogor
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/