Identifikasi Sifat Kimia Tanah Entisol di Lahan Kering Desa Sekon Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara –NTT
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p23Kata Kunci:
kesuburan tanah, kimia tanah, tanah entisolAbstrak
Kandungan unsur hara mempengaruhi kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.Sebagian besar lahan pertanian di Desa Sekon mengalami gagal panen. Unsur hara dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam jumlah tertentu sehingga dilakukan analisis kandungan unsur hara untuk mengetahui kesesuaiannya terhadap pertanian. Penelitian ini mengidentifikasisifat kimiatanah entisol di Desa Sekon, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan menyajikan gambaran mengenai keadaan kimia tanah entisol di Desa Sekon menggunakanmetode survei dan dianalisis laboratorium.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar bahan organiktergolong rendah dengan persentase rata-rata berkisar antara 0,09 –1,4%. Status keasaman tanah cenderung netralsampai alkalindengan pH rata-rata 7,32.Kandungan C-organik bervariasi dari sangat rendah sampai rendah dengan persentase nilai rata-rata 0,57 %. Kandungan N-total sangat rendah dengan persentase rata-rata 0,09 %. . Kandungan Ptergolong sangat rendah sampai sedangdan kalium tergolong sangat rendah sampai rendah dengan rata-rata 0,34 me/100 g.
Referensi
Afandi, F. N., Siswanto, B., & Nuraini, Y. (2015). Pengaruh pemberian berbagai jenis bahan organik terhadap sifat kimia tanah pada pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar di Entisol Ngrangkah Pawon, Kediri. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 2, 237–244.
Azmul, Yusran, & Irmasari. (2016). Sifat kimia tanah pada berbagai tipe penggunaan lahan di sekitar Taman Nasional Lore Lindu (studi kasus Desa Toro Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah). Warta Rimba, 4(2), 24–31.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Timor Tengah Utara. (2020). Timor Utara dalam angka 2020. BPS Kabupaten Timor Tengah Utara.
Batu, H. M. R. P., Talakua, S. M., Siregar, A., & Osok, R. M. (2019). Status kesuburan tanah berdasarkan aspek kimia dan fisik tanah di DAS Wai Ela, Negeri Lima, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Jurnal Budidaya Pertanian, 15(1), 1–12.
Chairel, M. (2018). Potensi pengembangan produk unggulan pertanian lahan kering Kabupaten Timor Tengah Utara. Jurnal Evolusi MIPA, 2(1), 85–97.
Gaol, S. K. L., Hamidah, H., & Gantar, S. (2014). Pemberian zeolit dan pupuk kalium untuk meningkatkan ketersediaan hara K dan pertumbuhan kedelai di Entisol. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 2(3), 1151–1159.
Muyassir, Sufardi, & Saputra, I. (2012). Perubahan sifat kimia Entisol Krueng Raya akibat komposisi jenis dan takaran kompos organik. Lentera, 12(3), 37–48.
Nangaro, R. A., Tamod, Z. E., & Titah, T. (2021). Analisis kandungan bahan organik tanah di kebun tradisional Desa Sereh Kabupaten Kepulauan Talaud. Cocos, 1(1), 1–17.
Raditya, L., & Suntari, R. (2018). Efektivitas kompos tanaman Crotalaria juncea pada ketersediaan dan serapan N, P, K serta pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) pada Entisol Wajak, Malang. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 5(2), 967–977.
Rahmah, A. (2014). Pengaruh pupuk organik cair berbahan dasar limbah sawi putih (Brassica chinensis L.) terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis. Anatomi Fisiologi, 22(1), 65–71.
Rahmat Husni, M., & Khalil, M. (2016). The evaluation of soil fertility status in several soil types of drylands of Pidie Districts. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah, 1(1), 147–154.
Ramadhana, D. D. W. I., Donantho, D., & Rachel, R. I. A. (2019). Penilaian status kesuburan tanah pada lahan pascatambang di areal PT Trubaindo Coal Mining Kabupaten Kutai Barat. Agroekoteknologi Tropika Lembab, 2(1), 24–28.
Soekamto, M. H. (2015). Kajian status kesuburan tanah di lahan kakao Kampung Klain Distrik Mayamuk Kabupaten Sorong. Jurnal Agroforestri, 201–208.
Sukaryorini, P., Fuad, A. M., & Santoso, S. (2016). Pengaruh macam bahan organik terhadap ketersediaan amonium (NH₄⁺), C-organik, dan populasi mikroorganisme pada tanah Entisol. Plumula, 5(2), 99–106.
Supriyadi. (2008). Kandungan bahan organik sebagai dasar pengelolaan tanah di lahan kering Madura. Jurnal E-Biomedik, 5(2), 176–183.
Utami, S. N. H., & Handayani, S. (2003). Sifat kimia Entisol pada sistem pertanian organik. Ilmu Pertanian, 10(2), 63–69.
Winarso, S. (2005). Kesuburan tanah: Dasar kesehatan dan kualitas tanah. Gava Media.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/