Uji Kinerja Pengeringan Gabah Menggunakan Pengering Rotari Berbahan Bakar Sekam Padi
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p22Kata Kunci:
gabah, laju pengeringan, pengering rotari, sekam, uji kinerjaAbstrak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kelemahan pengeringan gabah menggunakan sinar matahari atau penjemuran. Kelemahan pengeringan menggunakan sinar matahari antara lain memerlukan waktu berhari - hari dan tempat yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji mesin pengering rotari yang sudah dirancang untuk mengeringkan gabah . Metode penelitian ini adalah eksperimental yang meliputi tahap pendekatan rancangan, rancangan struktural dan rancangan fungsional , setelah itu dilakukan pengujian kinerja pengering rotari. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah alat pengering rotari yang telah dirancang dan dikonstruksi telah dapat mengeringkan gabah sebanyak 20 kg dari kadar air awal 18 % menjadi ±14,27 - 14,73 % bb selama 5 jam, laju pengeringan yang dihasilkan sebesar 0,65 - 0,75 %/jam dan energi biomassa untuk pengeringan sebesar 22680 – 23040 kal serta massa 1 kg sekam padi dapat mengeringkan 2,5 kg gabahReferensi
Smara, S., & Warji. (2010). Kinerja pengeringan chip ubi kayu. Jurnal Keteknikan Pertanian, 24(2), 75–80.
Azhar, M. (2018). Implementasi kebijakan energi baru dan energi terbarukan dalam rangka ketahanan energi nasional. Vol 1(4), 398–412.
Effendy, S., Syarif, A., Zulkarnain, Setiady, R. R., & Kholik, M. A. A. (2018). Kajian prototipe rotary dryer berdasarkan kecepatan putaran silinder pengering dan laju alir udara terhadap efisiensi thermal pengeringan biji jagung. Jurnal Kinetika, 9(2), 43–49.
Fahroji, H. (2016). Kinerja beberapa tipe moisture meter dalam penentuan kadar air padi. Jurnal Lahan Suboptimal, 5(61), 62–70.
Ginting, T., Sitorus, T. B., Napitupulu, F. H., Taufiq, B. N., & Gultom, S. (2017). Analisa pengujian performansi mesin pengering gabah dengan pengaduk berotari kapasitas 11 kg. Jurnal Dinamis, 5(4), 72–77.
Gunasekaran, K., Shanmugan, V., & Suresh, P. (2012). Modelling and analytical experimental study of hybrid solar dryer integrated with biomass dryer for drying Coleus forskohlii stems. IPCSIT, 28, 28–32.
Hamarung, M. A., & Kadang, Y. (2016). Rancang bangun prototype mesin pengering padi berbahan bakar sekam dengan pengaduk horizontal. Prosiding Seminar Nasional, 4, 16–25.
Jumari, A., & Purwanto, A. (2005). Design of rotary dryer for improving the quality of product of semi organic phosphate fertilizer. Ekuilibrium, 4(2), 45–51.
Kusumawati, W. D., Susrusa, B. K., & Wulandira, A. (2012). Studi perbandingan kinerja penggilingan padi (rice milling unit) dengan dan tanpa pengering buatan berbahan bakar sekam di Kabupaten Tabanan. E-Journal Agribisnis dan Agrowisata, 1(1).
Luz, R., Santos, G., Jorge, W. A. D., Praraiso, L. M. M., & Andrade, C. M. G. (2010). Dynamic modelling and control of soybean meal drying in a direct rotary dryer. Journal of Food and Bioproducts Processing.
Novrinaldi, & Putra, S. A. (2019). Pengaruh kapasitas pengeringan terhadap karakteristik gabah menggunakan swirling fluidized bed dryer (SFBD). Jurnal Rise, 13(2), 111–124.
Rahmat, M., Patang, P., & Rais, M. (2019). Uji pengeringan biji jagung (Zea mays sp.) menggunakan alat pengering biji-bijian tipe rak (tray dryer). Jurnal Teknik Teknologi Pertanian, 1(1), 222–229.
Rajkumar, P., & Kulanthaisami, S. (2007). Vacuum assisted solar drying of tomatoes slices. ASABE Annual International Meeting, Portland, Oregon.
Rihi, M. K., Muhamad, J. B. V. T., & Erick, U. K. M. (2016). Pengaruh kecepatan angin blower dan jumlah pipa pemanas terhadap laju pengeringan pada alat pengering padi tipe bed dryer berbahan bakar sekam padi. LJTMU, 3(2), 31–36.
Tumbel, N., Pojoh, B., & Manurung, S. (2016). Rekayasa alat pengering jagung sistem rotari. Jurnal Penelitian Teknologi Industri, 8(2), 107–116.
Yerizam, M., Anerasari, Purnamasari, I., Fadarina, Dillah, V. F., & Pakpahan, C. (2019). Kinerja rotary dryer pada pengeringan chips Manihot esculenta dalam pembuatan mocaf berdasarkan variasi waktu, temperatur dan laju pengeringan. Jurnal Kinetika, 10(2), 24–28.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/