KUALITAS SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWA DITINJAU DARI UJI UTMT-1, REDUKTASE, DAN DERAJAT ASAM PADA PETERNAKAN KAMBING ETAWA MURNI SIBANG KAJA
DOI:
https://doi.org/10.24843/bulvet.2026.v18.i04.p31Keywords:
derajat asam, mastitis subklinis, reduktase, susu kambing PE, UTMT-1Abstract
Susu merupakan pangan bergizi tinggi yang konsumsinya terus meningkat di Indonesia, termasuk susu kambing Peranakan Etawa (PE) yang memiliki keunggulan dan banyak dikembangkan. Namun, kualitas susu dapat menurun akibat kontaminasi mikroba dan mastitis subklinis yang sering tidak bergejala tetapi berdampak pada mutu dan produksi susu, sehingga perlu dilakukan pengujian seperti Udayana Tokcer Mastitis Test-1 (UTMT-1), uji reduktase, dan derajat asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas susu kambing Peranakan Etawa (PE) di Peternakan Kambing Etawa Murni, Desa Sibang Kaja, Kabupaten Badung, Bali, melalui pengujian UTMT-1, uji reduktase, dan uji derajat asam. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan dengan pengambilan delapan sampel susu dari induk kambing laktasi menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kambing mengalami mastitis subklinis dengan tingkat keparahan sedang hingga berat berdasarkan skor UTMT-1. Hasil uji reduktase menunjukkan bahwa 75% sampel tergolong berkualitas kurang baik, sedangkan uji derajat asam menunjukkan bahwa 87,5% sampel berada dalam kategori asam. Analisis korelasi Spearman’s rho mengindikasikan adanya hubungan negatif sangat kuat dan signifikan antara UTMT-1 dan reduktase (ρ = –0,938; p = 0,001), sedangkan hubungan antara UTMT-1 dan derajat asam tidak signifikan secara statistik. Berdasarkan temuan tersebut, kualitas susu kambing PE di peternakan tersebut sebagian besar tergolong kurang baik, dan UTMT-1 serta uji reduktase saling melengkapi dalam mendeteksi penurunan kualitas susu akibat mastitis subklinis. Disarankan peningkatan manajemen pemerahan dan pemeliharaan, serta pelaksanaan pengujian mikrobiologis lanjutan untuk memperoleh gambaran kualitas susu yang lebih komprehensif.




