Perubahan Sebaran Spatio Temporal Kadar N, P, K, EC, dan pH Akibat Perlakuan Aplikasi Jerami Terfermentasi Selama Pertumbuhan Padi (Oryza Sativa. L)

Penulis

  • Mohammad Zidane Nazali Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Made Anom Sutrisna Wijaya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem,Teknologi Pertanian, Universitas Udayana
  • Ni Nyoman Sulastri Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Teknologi Pertanian, Universitas Udayana.

DOI:

https://doi.org/10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p05

Kata Kunci:

Jerami padi terfermentasi, Kriging, NPK tanah, spatio-temporal Trichoderma

Abstrak

Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman pangan utama di dunia, khususnya di Asia. Menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, lebih dari 3 miliar orang mengandalkan padi sebagai sumber utama karbohidrat. Tingkat kesuburan tanah sawah penting untuk diketahui guna mencegah kekurangan nutrisi ketersediaan unsur hara seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K), serta parameter penting lainnya seperti Electrical Conductivity (EC) dan derajat keasaman (pH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sebaran spatio-temporal kadar N P K EC pH Akibat Pengaplikasian Jerami Padi (Oryza Sativa. L) Terfermentasi. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Teknologi Pertanian, Desa Jegu, Penebel, Tabanan. Metode penelitian menggunakan enam kombinasi perlakuan, yaitu kombinasi lama fermentasi (1, 2, dan 3 Minggu) dan dosis Trichoderma (1 dan 2 Dosis standar), masing-masing diulang tiga kali. Penelitian ini menggunakan analisis spasial dan temporal. Data hasil pengukuran menggunakan soil sensor akan dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan QGIS dengan metode interpolasi Kriging. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan 1 Dosis 3 Minggu fermentasi (1D3M) menunjukkan hasil yang lebih baik dalam menjaga beberapa parameter kesuburan tanah. Kadar (N) menunjukkan peningkatan total sebesar 8 mg/kg. Kadar (P), peningkatan total sebesar 37 mg/kg. Kadar (K), peningkatan total sebesar 32 mg/kg, dan Kadar (EC) peningkatan total sebesar 74 µS/cm. Sementara itu, parameter pH pada semua perlakuan, termasuk kontrol, berhasil dipertahankan dalam kisaran ideal untuk pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan jerami padi terfermentasi dengan inokulan Trichoderma. mengalami perubahan peningkatan kadar N P K EC pH selama masa tanam berlangsung selama dua periode.

Referensi

Dewi, M., & Firmansyah, F. (2015). Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Urea terhadap Kandungan Nitrogen pada Tanaman Padi. Jurnal Pertanian Indonesia, 16(3), 88-99.

FAO. (2020). The State of Food Security and Nutrition in the World: Transforming food systems for affordable healthy diets. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Harman, G. E. (2020). Trichoderma: A Global Perspective of Biological Control in Agriculture. Biological Control, 143, 104514.

Iskandar, S., & Pratiwi, A. (2020). Trichoderma dan Perubahan NPK Tanah pada Budidaya Padi. Jurnal Penelitian Pertanian, 18(1), 26-36.

Liu, Y., Zhang, J., & Wang, Y. (2018). Spatio-temporal data analysis for agricultural monitoring: A review. Journal of Agricultural Science and Technology, 20(1), 121-135.

Pranoto, D., & Hidayat, A. (2017). Perubahan Konsentrasi Nitrogen dalam Tanah Berdasarkan Umur Tanaman Padi dan Pengaruhnya terhadap Produktivitas. Jurnal Agronomi, 23(2), 65-75.

Prasetyo, B. H., & Suriadikarta, D. A. (2006). Karakteristik, Potensi, dan Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian, 25(2), 39-47.

Pratama, R., Sarno, & Gani, A. (2019). Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Bahan Organik terhadap Ketersediaan Fosfor dan Pertumbuhan Tanaman Jagung pada Ultisol. Jurnal Agrotek Tropika, 7(1), 123-130.

Rahayu, S. P., & Susanto, T. (2019). Analisis Spasial Sebaran Unsur Hara Makro pada Lahan Pertanian Padi Sawah. Jurnal Sains Tanah, 10(1), 33-44.

Sari, P. A., & Widyastuti, E. (2023). Peran bakteri pelarut fosfat dalam meningkatkan ketersediaan P pada tanah pertanian. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 10(2), 101-109.

Suhartatik, E., & Roechan, S. (2001). Tanggap Tanaman Padi Sistem Tanam Benih Langsung terhadap Pemberian Jerami dan Kalium. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 20(2), 33-38.

Susilawati, A., Sarno, & Gani, A. (2020). Dinamika Kalium Tanah dan Serapannya oleh Tanaman Padi pada Berbagai Dosis Pupuk Kalium di Tanah Inceptisol. Jurnal Tanah dan Iklim, 44 (1), 1-10.

Utami, S. N. H., & Wibowo, A. (2011). Denitrifikasi pada Tanah Sawah Tergenang: Tinjauan. Jurnal Tanah dan Lingkungan, 13(2), 53-60.

Utomo, B., & Cahyono, T. (2016). Ketersediaan Nitrogen Anorganik pada Tanah Sawah dengan Sistem Tanam Berbeda. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 18(1), 22-30.

Wulandari, E., & Handoko, B. (2022). Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik terhadap Ketersediaan Nitrogen dan Pertumbuhan Tanaman Padi. Agroekosistem, 8(1), 12-24.

Yulia, I., Kusumawati, A., & Chusniyah. (2019). Analysis of Soil Nutrient Availability on Rice Plant Growth. Jurnal Tanah dan Iklim, 43(1), 55-62.

Diterbitkan

2026-04-30

Cara Mengutip

Zidane Nazali, M., Anom Sutrisna Wijaya, I. M., & Sulastri, N. N. (2026). Perubahan Sebaran Spatio Temporal Kadar N, P, K, EC, dan pH Akibat Perlakuan Aplikasi Jerami Terfermentasi Selama Pertumbuhan Padi (Oryza Sativa. L). Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 14(1), 43–57. https://doi.org/10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p05

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4