Analisis Pola dan Keseragaman Pembasahan Media Tanam Bertekstur Liat dan Pasir Malang pada Sistem Irigasi Tetes

Authors

  • Yohannes Radisman Parulian Aruan Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Putu Gede Budisanjaya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Ida Ayu Gede Bintang Madrini Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Ni Nyoman Sulastri Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p18

Keywords:

Irigasi tetes, keseragaman distribusi air, pasir malang, pola pembasahan, tanah liat

Abstract

Irigasi tetes adalah salah satu metode irigasi modern yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dengan cara mengalirkan air secara perlahan dan konsisten langsung ke area perakaran tanaman. Kinerja sistem ini sangat ditentukan oleh pola pembasahan media tanam, yang dipengaruhi oleh sifat fisik tanah serta jumlah dan penyebaran air yang diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola dan keseragaman pembasahan pada dua jenis media tanam, yaitu tanah liat dan pasir malang. Metode pembasahan yang digunakan adalah pembasahan dengan system irigasi tetes dengan 4 lateral dan 5 emiter. Air dialirkan selama 3 menit pada media tanam yang dikemas dalam plastik transparan, dan pola pembasahan dianalisis berdasarkan luas penampang dan kedalaman basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pembasahan pada media tanah liat cenderung melebar secara horizontal dengan bentuk mendekati lingkaran. Pada media pasir malang, pola pembasahan dominan ke arah vertikal, membentuk pola seperti segitiga ke bawah akibat infiltrasi cepat. Keseragaman pembasahan (Coefficient of uniformity/CU) juga menunjukkan perbedaan. Nilai CU pada media tanah liat sebesar sekitar 78% (kategori cukup baik), sedangkan nilai CU pada media pasir malang sebesar sekitar 80% (kategori baik).

References

Arianti, V., Suhardi, & Prawitosari, T. (2016). Pola pembasahan oleh tetesan pada beberapa tekstur tanah. Jurnal AgriTechno, 9, 70–77.

Darimani, H. S., Kpoda, N., Suleman, S. M., & Luut, A. (2021). Field performance evaluation of a small-scale drip irrigation system installed in the upper west region of Ghana. Computational Water, Energy, and Environmental Engineering, 10(2), 82–94. https://doi.org/10.4236/cweee.2021.102006

Delsiyanti, W. D., & Rajamuddin, U. A. (2016). Analisis karakteristik sifat fisik tanah pada berbagai penggunaan lahan di wilayah Kecamatan Pujon. Jurnal Agrotekbis, 4(3), 227–234.

Gulo, A. A. S., & Gulo, G. N. H. (2024). Dinamika gerakan air di tanah: Pengaruh tekstur, struktur, dan kepadatan bulk. Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan, 1(2), 133–137.

Gustiara, Y. (2020). Pola pembasahan tanah ultisol menggunakan emiter keramik berpori pada beberapa kedalaman penempatan dripline. Jurnal Agronomi, 1(12), 30–32.

Hidayat, M. T. (2024). Analisis efisiensi pemberian air menggunakan irigasi tetes. Jurnal Sains dan Teknologi, 2(1), 153–154.

Indra Permana, Anggoro, O., Carsidi, D., Alam, S., Sihaloho, N. K., & Killa, Y. M. (2023). Kesuburan tanah dan pemupukan. Putra, Rivandi Pranandita.

Isa, F. I., & Pratiwi, V. (2024). Comparison of maintenance of automatic and conventional drip irrigation systems on herenso crops (Greenhouse Keboenumiku Cibodas-Lembang). Jurnal Teknik Sipil, 19(1), 60–61. https://doi.org/10.21009/jmenara.v19i1.38965

Memon, A., & Mistry, P. (2017). Evaluation of drip irrigation system for different operating pressures. International Journal of Advance Engineering and Research Development (IJAERD), 63–69.

Mendrofa, B. R., Lase, H. S. P., & Telaumbanua, S. (2024). Analisis sifat fisika tanah terhadap infiltrasi dan perkolasi air di lahan pertanian. PENARIK: Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan, 1(1), 86–91.

Purdiyanto, Widowati, H., & Susanto, A. (2023). Aplikasi variasi pumakkal terhadap pertumbuhan flame moss di aquascape dengan media pasir malang sebagai sumber belajar. Jurnal Pendidikan Biologi, 14(1), 22–30.

Shandy, I. (2023). Pola pembasahan irigasi tetes bawah permukaan menggunakan HYDRUS-2D [Skripsi].

Sihombing, P. R., Suryadiningrat, Sunarjo, D. A., & Yuda, Y. P. A. C. (2023). Identifikasi data outlier (pencilan) dan kenormalan data pada data univariat serta alternatif penyelesaiannya. Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia, 2(3), 307–316.

https://doi.org/10.11594/jesi.02.03.07

Viadolo, N., Pranggono, H., & Syakirin, M. B. (2016). Pengaruh penggunaan pasir Malang sebagai filter dalam media air limbah batik terhadap kelangsungan hidup ikan koi (Cyprinus carpio Linn). Pena Akuatika, 14(1), 67–75.

Yunagardasari, C., Paloloang, A. K., & Monde, A. (2017). Model infiltrasi pada berbagai penggunaan lahan di Desa Tulo Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. E-J. Agrotekbis, 5(3), 315–323.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Radisman Parulian Aruan, Y., Budisanjaya, I. P. G., Gede Bintang Madrini, I. A., & Sulastri, N. N. (2026). Analisis Pola dan Keseragaman Pembasahan Media Tanam Bertekstur Liat dan Pasir Malang pada Sistem Irigasi Tetes . Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 14(1), 190–196. https://doi.org/10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p18

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 > >>