Analisis DinamikaSuhu pada Proses PengomposanJerami dicampur Kotoran Ayam dengan PerlakuanKadar Air
DOI:
https://doi.org/10.24843/j.beta.2018.v06.i01.p04Kata Kunci:
kadar air, jerami, kotoran ayam, proses pengomposan, dinamika suhuAbstrak
Kadar air merupakan salah satu faktor penting dalam proses pengomposan jerami yang dicampur dengan kotoran ayam. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui dinamika suhu pada proses pengomposan bahan baku kompos dengan perlakuan kadar air 2) dan mengetahui kadar air campuran bahan baku kompos yang menghasilkan kualitas kompos terbaik . Penelitian ini menggunakan perlak uan kadar air dengan persentase : 30±2% (P1) , 40±2% (P2) , 50±2% (P3) , 60±2% (P4) , dan 70±2% (P5) . P erbandingan komposisi jerami dan kotoran ayam yaitu 3:4. Parameter yang diukur selama proses pengomposan adalah suhu, pH, dan rendemen. Sedangkan parameter untuk kualitas kompos yaitu pH, kadar air akhir, kadar bahan organik, karbon, nitrogen, dan C/N rasio. Secara umum, suhu selama proses pengomposan untuk setiap perlakuan cenderung seragam dengan suhu maksimal berkisar antara 49,4 - 49,6 o C, kecuali pada perlakuan P1 yang memiliki suhu maksimal 34,8 o C. P4 dengan kadar air campuran bahan kompos 60±2 % adalah perlakuan terbaik dengan C/N rasio 15,68 dan kualitas kompos yang dihasilkan sesuai kriteria SNI 19 - 7030 2004, yaitu memiliki warna cokelat kehitaman, tekstur remah, mempunyai bau seperti tanah, dengan kadar air akhir 35,55%, pH 7,2, serta kandung an bahan organik 56,50%.Referensi
Anonim. 2004. Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik. SNI 19-7030-2004. http://ciptakarya.pu.go.id
. Diakses tanggal: 28 Maret 2017.
Anonim. 2016. Luas lahan (hektar) per kabupaten/kota menurut penggunaannya tahun 2016. Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/895
. Diakses tanggal: 28 Maret 2017.
Atmaja, I. K. M., Tika, I. W., & Wijaya, I. M. A. S. 2016. Pengaruh perbandingan komposisi bahan baku terhadap kualitas kompos dan lama waktu pengomposan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 5(1): 111–119.
Budiarta, I. W., Sumiyati, & Setiyo, Y. 2016. Pengaruh saluran aerasi pada pengomposan berbahan baku jerami. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 5(1): 68–75.
Djuarnani, N. 2005. Cara cepat membuat kompos. Jakarta: AgroMedia.
Ekawati. 2003. Kandungan bahan organik jerami padi. http://agroteknologi.web.id
. Diakses tanggal: 30 Maret 2017.
Harahap, Darwin. 2010. Laju dekomposisi secara aerobik dan kualitas kompos dari berbagai residu tanaman dengan penambahan berbagai dekomposer. Tesis. Tidak dipublikasikan. Fakultas Pertanian Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Medan.
Isroi. 2008. Kompos: Cara mudah, murah, dan cepat menghasilkan kompos. Yogyakarta: Andi Offset.
Kusuma. 2012. Pengaruh variasi kadar air terhadap laju dekomposisi kompos sampah organik di Kota Depok. Tesis. Tidak dipublikasikan. Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Depok.
Madrini, I. A. G. B. 2016. Effect of natural zeolite (clinoptilolite) on ammonia emission of leftover food–rice hulls composting at the initial stage of the thermophilic process. Journal of Agricultural Meteorology, 72(1): 12–19.
Pane, M. 2014. Pemberian bahan organik kompos jerami padi dan abu sekam padi dalam memperbaiki sifat kimia tanah Ultisol serta pertumbuhan tanaman jagung. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2: 1426–1432.
Sutanto, R. 2002. Penerapan pertanian organik. Yogyakarta: Kanisius.
Yuwono, T. 2006. Kecepatan dekomposisi dan kualitas kompos sampah organik. INNOFARM: Jurnal Inovasi Pertanian, 4(2): 116–123.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/