Pengaruh Campuran Minyak Wijen dan APSA 80 Sebagai Bahan Pelapis terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Manggis

Penulis

  • Desak Ngakan Nyoman Mita Dewi
  • I Made Supartha Utama Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana
  • Pande Ketut Diah Kencana Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p15

Kata Kunci:

APSA 80, pelapisan lilin, buah manggis, minyak wijen.

Abstrak

Buah manggis merupakan salah satu produk hortikultura yang mudah rusak dan memiliki umur simpan yang
relatif singkat. Kemampuan campuran APSA 80 dan minyak wijen dengan konsentrasi yang berbeda
sebagai bahan pelapis untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan buah manggis yang diuji
selama penyimpanannya. Tujuan penelitian ini ialah untuk menemukan konsentrasi terbaik dari campuran
APSA 80 dan minyak wijen sebagai bahan pelapis untuk buah manggis. Minyak wijen paling tahan terhadap
ketengikan karena mengandung antioksidan alami dan asam oleat yang tinggi. APSA 80 sebagai penyebar
dan mampu merekatkan bahan campuran serta sebagai pengemulsi. Rancangan percobaan yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga faktor perlakuan yaitu ragam
konsentrasi pelapis dari APSA 80 dengan konsentrasi 0%, 0.03%, dan 0.06%, konsentrasi pelapis dari
minyak wijen dengan konsentras 0%, 0.5%, dan 1% serta suhu penyimpanan menggunakan suhu ruang
(28±2o
C) dan suhu dingin (10±1o
C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan SdA2M2
(konsentrasi APSA 80 0.06% dan konsentrasi minyak wijen 1% pada suhu dingin) adalah konsentrasi bahan
pelapis terbaik untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan buah manggis. Kedua formulasi
bahan pelapis tersebut mampu mempertahankan buah manggis selama 25 hari dimana warna aril masih
berwarna putih, warna kulit ungu kemerahan dan tekstur kulit belum mengeras.

Referensi

Ahmad, U., Darmawati, E., dan Refilia, N. R. (2014). Kajian Metode Pelilinan Terhadap Umur Simpan Buah Manggis (Garcinia mangostana) Semi-Cutting dalam Penyimpanan Dingin. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 19(2), 104- 110.

Apriyantono, A., Fardiaz, D., Puspitasari, N. L., Sedarnawati, B. S., dan Budianto, S. (1989). Petunjuk laboratorium analisis pangan. Bogor:Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi IPB.

Yulianti, N. L., & Arda, G. Pengaruh PelapisannEmulsi Minyak Wijen Dan Kelapa Sawit Mentah Pada Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) Kualitas Ekspor.

Crisosto, C. H., Garner, D., Doyle, J., & Day, K. R. (1993). Relationship between fruit respiration, 320 bruising susceptibility, and temperature in sweet cherries. HortScience, 28(2), 132-135.

Delfian, R. 2010. Pelapisan Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Adaptasi Suhu Terhadap Perubahan Karakteristiknya Selama Penyimpanannya. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Furness, C. 1997. How to Make Beeswax Candles. British Bee Publ. Geddington. UK.

Inggas, M. A. N., dan Utama, I. M. S. (2013). Pengaruh emulsi minyak nabati sebagai bahan pelapis pada buah tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) terhadap mutu dan masa simpannya. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 1(2).

Kader, A. A. (2005). Mangosteen recommendation for maintaining postharvest quality. Departement of Pomology, University of California, Davis (US). CA, 95616.

Manthika, I Gede, and I. Made Supartha Utama. "Pengaruh konsentrasi emulsi lilin lebah sebagai pelapis buah mangga arumanis terhadap mutu selama penyimpanan pada suhu kamar." Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) 4.2 (2016): 81-92.

Mitra, S. K. (Ed.). (1997). Postharvest physiology and storage of tropical and subtropical fruits (No. 04; SB359, P6.). New York: CAB international.

Muchtadi, D., Sugiyono. 1992. Petunjuk Laboratorium Fisiologi Pasca Panen Sayuran dan Buah-buahan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor.

Pantastico, Er.B. 1989. Fisiologi Pasca Panen, Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika (Terjemahan Kamariyani). Gajahmada University Press. Yogyakarta. 409 hal.

Prastya, O. A., Utama, I. M. S., dan Yulianti, N. L.(2015). Pengaruh pelapisan emulsi minyak wijen dan minyak sereh terhadap mutu dan masa simpan buah tomat (Lycopersicon esculentum Mill). Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 3(1).

Qantiyah. 2004. Kajian Perubahan Mutu Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dengan Perlakuan Precooling dan Penggunaan Giberelin Selama Penyimpanan [Thesis].

Sekolah Pascasarjana Institusi Pertanian Bogor. Bogor.

Rhim, J., Wu Y., Weller, C., and Schnepf, M. 1999. Physical characteristics of a composite film of soy protein isolate and propyleneglycol alginate. Journal of Food Science, 64(1), 149-

152.

Sapers, G. M., and Douglas Jr, F. W. (1987). Measurement of enzymatic browning at cut surfaces and in juice of raw apple and pear fruits. Journal of Food Science, 52(5), 1258- 1285.

Saputra, D. (2005). Shelf life of Manggis Fruitb(Garcinia mangostana L.) at Various Fruit Maturity Levels, Temperature, and Types of Packaging. Jurnal Teknologi dan IndustrinPangan, 16(3), 199.

Siriphanick, J., & Luckanatinvong, V. (1997). Chemical composition and the development of flesh translucent disorder in mangosteen. Proceeding of the australasian Postharvest Horticulture, Univ. of Western Sydney Hawkesbury, NSW Australia, 410-413.

Wills, R. H. H., Lee, T. H., Graham, D., McGlasson, W. B., and Hall, E. G. (1981). Postharvest. An introduction to the physiology and handling of fruit and vegetables. Granada.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-03

Cara Mengutip

Dewi, D. N. N. M., Utama, I. M. S., & Kencana, P. K. D. (2026). Pengaruh Campuran Minyak Wijen dan APSA 80 Sebagai Bahan Pelapis terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Manggis. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2), 309–320. https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p15

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4 > >>