Kinerja Kotak Pendingin (Cooler Box) Berpendingin TEC1-12715 Pada Beberapa Beban Pendinginan
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p04%20Kata Kunci:
beban pendinginan, COP, kotak pendingin, termoelektrikAbstrak
Kotak pendingin adalah perangkat yang digunakan untuk menyimpan dan menjaga bahan tetap dingin dan segar. Salah satu upaya pengembangan sumber pendingin untuk kotak pendingin adalah dengan menggunakan modul termoelektrik TEC1-12715 yang memanfaatkan efek Peltier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu yang dicapai dalam kotak pendingin dengan menggunakan TEC1- 12715 sebagai alat pendingin. Kotak pendingin dijalankan tanpa dan dengan beban pendinginan (botol berisi air dengan volume masing-masing 600 ml). Data beban pendinginan dan koefisien kinerja (coefficient of performance/COP) ditampilkan dalam bentuk grafik hasil pengamatan tiap 6 menit. Semua data yang telah dianalisis secara deskriptif ditampilkan dalam bentuk gambar dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu kotak pendingin tanpa beban menurun seiring dengan bertambahnya waktu pendinginan dan suhu yang dicapai rata-rata sebesar 17,08°C. Suhu rata-rata air dalam kotak pendingin yang berisi 2, 4, dan 6 botol aqua berturut-turut adalah 21,56°C, 23,08°C, dan 24,74°C. Peningkatan beban pendinginan akan meningkatkan daya input ke dalam kotak pendingin dan menurunkan nilai COP sistem pendingin
Referensi
Anwar, K. 2010. Efek beban pendingin terhadap performa sistem mesin pendingin. J. Smartek. 8(3): 203-214.
Ashari, Y., Widjonarko dan B. Rudiyanto. 2020. Rancang bangun cool case portabel menggunakan modul TEC1-12710. NCIET 1:B99-B110.
Aziz, A., R.I. Mainil, A.K. Mainil, Syafri dan M.F. Syukrillah. 2017. Design of portable beverage cooler using one stage
thermoelectric cooler (TEC) module. Aceh Int. J. Technol. 7(1):29-36.
Delly, J., M. Hasbi, dan I.F. Alkhoiron. 2016. Studi penggunaan modul thermoelektrik sebagai sistem pendingin portable. ENTHALPHY 1(1): 50-55.
Gultom, N.R., R.I. Mainil dan A. Aziz. 2016. Pengujian mesin pendingin minuman protable kapasitas 4,7 liter dengan modul termoelektris menggunakan aluminium dan tanpa aluminium. Jom Fteknik 3(2):1-4.
Irwanda, F.A. dan A. Martin. 2019. Perancangan dan pembuatan blood cool box menggunakan termoelectric peltier pada beban pendingin 1 liter. Jom FTEKNIK 6(2): 1-5.
Mainil, A.K., A. Aziz dan M. Akmal. 2018. Portable thermoelectric cooler box performance with variation of input power and cooling load. Aceh Int. J. Technol. 7(2):85-92.
Mainil, R.I., A. Aziz, dan A. Kurniawan. 2015. Penggunaan modul thermoelectric sebagai elemen pendingin box cooler. Seminar Nasional XIV, Bandung: 1-2 Desember 2015. Hal. 44-49.
Mirmanto, M., I.B. Alit, dan Y. Anggani. 2019. Unjuk kerja kotakpendingin peltier dengan unit pembuang panas heat sink fin-fan dan single fan heat pipe. Rekayasa Mesin 10(1):1-8.
Mirmanto, R. Sutanto dan D.K. Putra. 2018. Unjuk kerja kotak pendingin termoelektrik dengan variasi laju aliran massa air pendingin. J. Teknik Mesin. 7(1):44-49.
Rizal, M., N. Ilminnafik, dan D. Listyadi. 2013. Pengaruh beban pendingin terhadap prestasi kerja mesin pendingin dengan refrigerant R12 dan LPG. Jurnal Rotor 6(1).
Safitra, A.G. dan A.B.K. Putra. 2013. Studi variasi beban pendinginan di evaporator low stage sistem refrigerasi cascade menggunakan heat exchanger tipe concentric tube dengan fluida kerja refrigeran musicool-22 di high stage dan r-404a di low stage. Jurnal Teknik POMITS 2(1): B95-B100.
Setyawan, D.L., E. Widodo dan R. Hasby. 2016. Analisis variasi media pendingin kondensor terhadap rasio pelepasan kalor dan coefisien of performance (cop) pada mesin pendingin. Jurnal Rotor 2: 18-22.
Syahrizal, I., S. Panjaitan dan Yandri. 2013. Analisis konsumsi energi listrik pada sistem pengkondisian udara berdasarkan variasi kondisi ruangan (studi kasus di politeknik terpikat sambas). Jurnal Elkha 5(1): 14-20.
Syukrillah, M.F., R.I. Mainil, dan A. Aziz. 2016. Pengujian mesin pendingin minuman portable menggunakan port usb dan adaptor sebagai daya input. Jom FTEKNIK 3(2): 1-5.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/