Effect of Different Temperature Variations and Carbonization Duration on Characteristics of Coffee Husk Briquette

Authors

  • Luh Gede Gita Gowinda Mulyana Utami Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana. Kampus Bukit Jimbaran, Badung-Bali
  • Ni Luh Yulianti Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana. Kampus Bukit Jimbaran, Badung-Bali
  • I Putu Surya Wirawan Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana. Kampus Bukit Jimbaran, Badung-Bali

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p20

Keywords:

briquette, carbonization, coffee husk, temperature variations

Abstract

Coffee husks can be used as an alternative energy source which is often found in the agricultural sector as biomass waste. This research was conducted to determine the effect of different temperature variations and carbonization on the quality of coffee husk briquettes. The experimental design of this study used a factorial Randomized Block Design (RAD) with 2 (two) factors. The first factor is the cooking temperature (S) 200°C, 250°C, and 300°C. The second factor is the length of writing time (L) 30 minutes, 45 minutes, and 60 minutes. The combination of a research experiment design with 2 replications will produce 18 experimental units. Parameters observed in this study include moisture content, mass density, compressive strength, ash content, volatile matter, bound carbon, and combustion rate. In this study, the data obtained were analyzed by variance test and continued with Duncan's test if there were significant differences between treatments. The results showed that the interaction of temperature and cooking time had a significant effect on the quality parameters of the briquettes produced. The briquette treatment with the curing temperature used was 300°C and the curing time of 60 minutes (S3L3) was the treatment that produced the best quality briquettes. The characteristics of S3L3 treatment briquettes are that they have a compressive strength of 235.11 kgf/cm2, a mass density of 0.62 g/cm3, a water content of 1.67%, and a combustion rate of 0.012 g/min.

References

Almu, M. A., Syahrul, S., & Padang, Y. A. (2014). Analisa nilai kalor dan laju pembakaran pada briket campuran biji nyamplung (Calophyllum inophyllum) dan abu sekam padi. Dinamika Teknik Mesin, 4(2), 117–122.

Badan Standardisasi Nasional. (2000). Briket arang kayu (SNI 01-6235-2000).

Budiawan, L., Susilo, B., Hendrawan, & Yusuf. (2014). Pembuatan dan karakterisasi briket bioarang dengan variasi komposisi kulit kopi. Jurnal Bioproses Komoditas Tropis, 2(2), 152–160.

Fitri, N. (2017). Pembuatan briket dari campuran kulit kopi (Coffea arabica) dan serbuk gergaji dengan menggunakan getah pinus (Pinus merkusii) sebagai perekat (Skripsi).

Gunawan, B., Slamet, S., & Yusuf. (2015). Pembuatan biobriket dari limbah bottom ash PLTU dengan biomassa cangkang kopi. Jurnal Simetris, 6(2), 289–294.

Hilwatullisan. (2015). Pemanfaatan limbah kulit kopi dan serbuk kayu menjadi briket sebagai sumber energi alternatif. Jurnal, 6, 1–5.

Kahariayadi, A., Setyawati, D., Nurhaida, Diba, F., & Roslinda, E. (2015). Kualitas arang briket berdasarkan persentase arang batang kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dan arang kayu laban (Vitex pubescens Vahl). Hutan Lestari, 3(4), 561–568.

Lucky, B., Susilo, B., & Yusuf, H. (2014). Preparation and characterization of biocharcoal briquettes from sawdust and coffee shell with variation of coffee shell composition. Jurnal Bioproses Komoditas Tropis, 2(2), 152–160.

Muhammad, D. R. A., Parnanto, N. H. R., & Widadie, F. (2018). Kajian peningkatan mutu briket arang tempurung kelapa dengan alat pengering tipe rak berbahan bakar biomassa. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 6(1).

Oladeji, J. (2010). Fuel characterization of briquettes produced from corncob and rice husk residues. Pacific Journal of Science and Technology, 11(1), 101–106.

Pambudi, F. K., Nuriana, W., & Hantarum. (2018). Pengaruh tekanan terhadap kerapatan, kadar air, dan laju pembakaran pada biobriket limbah kayu sengon. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan VI, 547–554.

Purwanto, J., & Sofyan, S. (2014). Pengaruh suhu dan waktu pengarangan terhadap kualitas briket arang dari limbah tempurung kelapa sawit. Jurnal Litbang Industri, 4(1), 29.

Qistina, I., Sukandar, D., & Trilaksono, T. (2016). Kajian kualitas briket biomassa dari sekam padi dan tempurung kelapa. Jurnal Kimia Valensi, 2(2), 136–142.

Rawati, I. S., Thamrin, & S. N. (2017). Pembuatan briket arang daun kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dengan perekat pati sagu (Metroxylon sago Rott). Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 4(1), 4–9.

Ritzada, D. P., Yulianti, N. L., & Gunadnya, I. B. P. (2021). Karakteristik briket biomassa dengan variasi geometri dan jenis bahan baku yang berbeda. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 9, 1–9.

Safitri, N. J., Bagyono, T., & Kartono, K. (2011). Pengaruh cara pembuatan briket bioarang kopi terhadap kualitas briket yang dihasilkan.

Siahaan, S., Hutapea, M., & Hasibuan, R. (2013). Penentuan kondisi optimum suhu dan waktu karbonisasi pada pembuatan arang dari sekam padi. Jurnal Teknik Kimia USU, 2(1), 26–30.

Setyawan, B., & Ulfa, R. (2019). Analisis mutu briket arang dari limbah biomassa campuran kulit kopi dan tempurung kelapa dengan perekat tepung tapioka. Edubiotik: Jurnal Pendidikan, Biologi, dan Terapan, 4(2), 110–120.

Triono, A. (2006). Karakteristik briket arang dari campuran serbuk gergaji kayu afrika (Maesopsis eminii Engl.) dan sengon (Paraserianthes falcataria L.) dengan penambahan tempurung kelapa (Cocos nucifera L.).

Widyotomo, S. (2013). Potensi dan teknologi diversifikasi limbah kopi menjadi produk bermutu dan bernilai tambah. Penelitian Kopi dan Kakao, 1(1), 63–80.

Zulkifli, & Raudah. (2016). Dekomposisi termal pada briket biomassa kulit tanduk kopi berbahan perekat tepung kanji. Jurnal, 11, 941–948.

Published

2022-09-30

How to Cite

Utami, L. G. G. G. M., Yulianti, N. L., & Wirawan, I. P. S. (2022). Effect of Different Temperature Variations and Carbonization Duration on Characteristics of Coffee Husk Briquette. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 10(2), 364–374. https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p20

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 6 > >>