Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2023-09-30. Baca versi terbaru.

Pengukuran Kinerja Sistem Rantai Pasok Sayuran untuk Memenuhi Permintaan Hotel di Bali

Penulis

  • Qurratu Zahrah Trinilam Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem , Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Wayan Widia Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem , Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Made Supartha Utama Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem , Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p03

Kata Kunci:

rantai pasok, komoditi sayuran, industri pariwisata, kinerja manajemen rantai pasok

Abstrak

Permintaan pasokan sayuran yang ditetapkan oleh hotel memiliki standar tertentu berupa tepat kualitas,
tepat waktu dan tepat kuantitas, sedangkan sayuran memiliki sifat dasar perishable yang kualitasnya
masih bergantung pada iklim dan cuaca sehingga perlu dilakukan pengukuran kinerja sistem rantai
pasokan sayuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme kerja dan tingkat pencapaian
kinerja sistem rantai pasokan sayuran dalam memenuhi permintaan hotel di Bali. Penelahaan mekanisme
kerja menggunakan kerangka analisis Food Supply Chain Network (FSCN) dan pengukuran tingkat
pencapaian kinerja mengacu pada model Supply Chain Operations Reference (SCOR). Objek penelitian
ini adalah sistem rantai pasokan menggunakan lima jenis komoditi sayuran yang dipilih yaitu kubis,
wortel, chaisim, brokoli, dan sawi putih dengan melibatkan petani di Bedugul. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tingkat pencapaian kinerja sistem rantai pasok sayuran yang diteliti, yaitu Perfect
Order Fulfillment (POF) kelima jenis sayuran memperoleh nilai rata-rata 98,2%, termasuk dalam kategori
superior, Standard Fulfillment (SF) memperoleh nilai rata-rata 100%, termasuk dalam kategori superior,
Flexibility sayuran memperoleh nilai rata-rata 1,2 hari yang tergolong superior, Order Fulfillment Cycle
Time (OFCT) memperoleh nilai rata-rata 0,7 hari yang tergolong superior, Lead Time (LT) memperoleh
nilai rata-rata 0,67 hari termasuk dalam golongan superior. Cash to Cash Cycle Time (CTCCT)
memperoleh nilai 13,80 hari. Tingkat pencapaian kinerja sistem rantai pasokan sayuran yang diteliti
tergolong memiliki kinerja superior atau termasuk dalam katagori sangat baik.

Referensi

Adinugroho, B. (2010). Manajemen Rantai Pasokan

Sayuran (Studi Kasus: Frida Agro, Kecamatan

Lembang, Kabupaten Bandung Barat) (Vol.

31, Issue 3).

Apriyani, D., Nurmalina, R., & Burhanuddin, B.

(2018). Evaluasi Kinerja Rantai Pasok

Sayuran Organik Dengan Pendekatan Supply

Chain Operation Reference (Scor). Mix:

Jurnal Ilmiah Manajemen, 8(2), 312.

https://doi.org/10.22441/mix.2018.v8i2.008

Badan Pusat Statistik. (2018). Kecamatan Baturiti

Dalam Angka 2018.

Batt, P. J., & Parining, N. (2000). Price-quality

relationships in the fresh produce industry in

Bali. International Food and Agribusiness

Management Review, 3(2), 177–187.

https://doi.org/10.1016/s1096-7508(00)00034

3

Bolstorff, Peter; Rosenbaum, R. (2012). Supply

Chain Excellence A Handbook for Dramatic

Improvement Using The SCOR Model (Third

Edit). AMACOM.

https://doi.org/10.4324/9781003084044-3

Adelianie, D., I. G. A. (2015). Alasan Dan

Hambatan Penyajian Buah Lokal Dalam

Pangan, 19(2), 169–188.

Operasional Hotel Berbintang Di Sanur.

Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 2, 150

164.

https://doi.org/10.24843/jumpa.2015.v02.i01.p

09

Latifah, E., Hanik A. Dewi, Putu B. Daroini,

Kuntoro B. Andri, J. M. (2014). Vegetable

Consumption Pattern in East Java and Bali.

Seminar

Nasional

Agribisnis

Dan

Pengembangan Ekonomi Pedesaan, June,

367–380.

Francis, J. (2003). Benchmarking-Get the gain

without the pain Supply Chain Management

Review.pdf.

Supply

Chain

Management

Review. Retrieved July 23, 2018, from

www.scmr.com

Kemenparekraf.

Kementerian

(2020).

Kemenparekraf.Go.Id,

Laporan

Kinerja

Pariwisata.

iii.

https://www.kemenparekraf.go.id/post/laporan-akuntabilitas-kinerja

kemenparekrafbaparekraf

Marimin & Slamet, A. S. (2010). Analisis

Pengambilan Keputusan Manajemen Rantai

Pasok Bisnis Komoditi dan Produk Pertanian.

Sari, I. R. M. (2017). Rantai pasok sayuran di pt

bimandiri agro sedaya. Institut Pertanian

Bogor.

Slamet, A. S., Arkeman, Y., Udin, F., & Marimin,

M. (2010). Integrasi Model SCOR dan Fuzzy

AHP untuk Perancangan Metrik Pengukuran

Kinerja Rantai Pasok Sayuran. Jurnal

Manajemen Dan Organisasi, 1(3), 148–161.

https://www.researchgate.net/publication/2768

49006

Immawan, T. (2016). Pengukuran Performansi

Rantai Pasok pada Industri Batik Tipe

Produksi Make-to-stock dengan Menggunkan

SCOR 11.0 dan Pembobotan AHP (Studi

Kasus Batik Gunawan Setiawan, Surakarta.

Teknoin.

https://doi.org/10.20885/teknoin.vol22.iss1.art

9.

Vorst, V. D. J. G. A. J. (2006). Performance

measurement in agri-food supply-chain

networks. Quantifying the Agri-Food Supply

Chain, 15–26. https://doi.org/10.1007/1-4020

4693-6_2

Unduhan

Diterbitkan

2023-09-30

Versi

Cara Mengutip

Trinilam, Q. Z., Widia, I. W., & Utama, I. M. S. (2023). Pengukuran Kinerja Sistem Rantai Pasok Sayuran untuk Memenuhi Permintaan Hotel di Bali . Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 11(2), 263–271. https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p03

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 > >>