Pengaruh Cara Mematikan dan Lama Waktu Post-Mortem terhadap Mutu Kesegaran Filet Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p07Kata Kunci:
cara mematikan ikan, ikan mujair, lama waktu post-mortem, mutu kesegaran filetAbstrak
Filet ikan mujair merupakan salah satu bahan pangan sumber protein yang sangat diperlukan untuk pemenuhan gizi. Mutu kesegaran ikan filet ditentukan oleh beberapa hal, antara lain kualitas bahan baku dan cara mematikan ikan yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cara mematikan dan lama waktu post-mortem terhadap mutu kesegaran filet ikan mujair (Oreochromis mossambicus). Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial-RAL (rancangan acak lengkap) dengan 2
faktor, yaitu cara mematikan ikan dan lama waktu post-mortem. Cara mematikan ikan memiliki 3 taraf perlakuan, yaitu mati menggelepar, suhu dingin, dan teknik ikejime. Sedangkan, lama waktu post-mortem memiliki 8 taraf perlakuan, yaitu; 0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, dan 14 jam. Perlakuan diulang sebanyak 2 kali, sehingga didapat 24 kombinasi perlakuan dan 48 sampel percobaan. Parameter yang diamati adalah indeks rigor, organoleptik mutu kesegaran ikan, pH, kadar protein, dan organoleptik mutu kesegaran filet. Data hasil
pengamatan diolah dengan analisis sidik ragam (ANOVA), uji Duncan, dan uji Kruskal-Wallis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa cara mematikan dan lama waktu post-mortem berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter mutu kesegaran filet ikan mujair. Kombinasi perlakuan terbaik adalah mematikan dengan
teknik ikejime dengan lama waktu post-mortem 0 jam dengan karakteristik pH sebesar 6,94, kadar protein sebesar 26,65% dan skor organoleptik daging ikan sebesar 8,80, serta skor tekstur daging ikan sebesar 8,95.
Referensi
Bawinto, A. S., Mongi, E., & Kaseger, B. (2015). The
Analysis of Moisture, pH, Sensory, and Mold
Value of Smoked Tuna (Thunnus sp.) at Girian
Bawah District, Bitung City, North Sulawesi.
Media Teknologi Hasil Perikanan, 3(2), 55–65.
Borderías, A. J., & Sánchez-alonso, I. (2011). First
Processing Steps and the Quality of Wild and
Farmed Fish. Journal of Food Science, 76(1), 1
5.
Concollato, A., Olsen, R. E., Vargas, S. C., Bonelli,
A., Cullere, M., & Parisi, G. (2016). Effects of
stunning/slaughtering methods in rainbow trout
(Oncorhynchus mykiss) from death until rigor
mortis resolution. Aquaculture, 464, 74–79.
Daniel, H. (2016). Mikroorganisme penyebab
kerusakan pada ikan dan hasil perikanan
lainnya. Buletin Matric, 13(2), 17–21.
Duarte, A. M., Silva, F., Pinto, F. R., Barroso, S., &
Gil, M. M. (2020). Quality assessment of chilled
and frozen fish—Mini review. Foods, 9(12), 1
26.
Gatica, M. C., Monti, G. E., Knowles, T. G., & Gallo,
C. B. (2010). Muscle pH, rigor mortis and blood
variables in Atlantic salmon transported in two
types of well-boat. Veterinary Record, 166(2),
45–50. https://doi.org/10.1136/vr.c71
Herawati, D. P., & Darmanto, Y. (2014). The
Influence of Mortality Process and The Fish
Freshness Reduction Phase of Carp (Cyprinus carpio) Paste Quality. Jurnal Pengolahan Dan
Bioteknologi Hasil Perikanan, 3(3), 23–31.
Islami, S. N.-E., Reza, M. S., Mansur, M. A., Hossain,
M. I., Shikha, F. H., & Kamal, M. (2014). Rigor
index, fillet yield and proximate composition of
cultured
striped
catfish
(Pangasianodon
hypophthalmus) for its suitability in processing
industries in Bangladesh. Journal of Fisheries,
2(3), 157.
Lemae, & Lasmi, L. (2019). Studi pengaruh
kemunduran mutu terhadap kandungan gizi
Ikan Betok (Anabas testudineus) dari Daerah
Mandor. Octopus, 8(1), 20–26.
Lestari, S., Baehaki, A., & Rahmatullah, I. M. (2020).
Pengaruh Kondisi Post Mortem Ikan Patin
(Pangasius
Djambal) dengan Kematian
Menggelepar yang Disimpan pada Suhu
Berbeda Terhadap Mutu Filletnya. Jurnal
FishtecH, 9(1), 34–44.
Liviawaty, E., & Afrianto, E. (2014). Penentuan
Waktu Rigor Mortis Ikan Nila Merah
(Oreochromis Niloticus) Berdasarkan Pola
Perubahan Derajat Keasaman. Jurnal Akuatika
Indonesia, 5(1), 244592.
Masengi, S., Winda Sary, & Hotmauli Sipahutar, Y.
(2021). Pengaruh Cara Kematian dan Tahap
Penurunan Mutu Filet Ikan Nila Merah
(Oreochromis niloticus). Jurnal Pengolahan
Hasil Perikanan Indonesia, 24(2), 284–291.
https://doi.org/10.17844/jphpi.v24i2.32498
Nurilmala, M., Nurjanah, & Hardja Utama, R. (2009).
Kemunduran Mutu Ikan Lele Dumbo (Clarias
Gariepinus) Pada Penyimpanan Suhu Chilling
Dengan Perlakuan Cara Mati, 1–16.
Robb, D. (2002). Seafoods — Quality, Technology
and Nutraceutical Applications. In Seafoods —
Quality,
Technology
Applications.
and
Nutraceutical
Siregar, R. A. (2020). Penilaian Organoleptik dan
TVB Ikan Mas (Cyprinus carpio) dengan Cara
Kematian yang Berbeda Selama Penyimpanan
Suhu Ruang (Vol. 4, Issue 1) [Universitas Riau].
Sudarmadji, S., Haryono, B., & Suhardi. (1997).
Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan
Pertanian (4th ed.). Liberty.
Suwetja, I. K. (2007). Biokimia Hasil Perikanan (3rd
ed.). Universitas Ratulangi Manado.
Trisnawati, D. (2020). Kemunduran Mutu Ikan Gabus
(Channa striata) dengan Teknik Mematikan
Ikan yang Berbeda pada Suhu Ruang 28˚C
[Universitas Riau]. In Konstruksi Pemberitaan
Stigma Anti-China pada Kasus Covid-19 di
Kompas.com (Vol. 68, Issue 1).
Wibowo, I. R., Darmanto, Y., & Anggo, A. D. (2014).
Pengaruh Cara Kematian Dan Tahapan
Penurunan Kesegaran Ikan Terhadap Kualitas
Pasta Ikan Nila (Oreochromis Niloticus). Jurnal
Pengolahan Dan Bioteknologi Hasil Perikanan,
3(3), 95–103.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (5)
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-09 (2)
- 2023-09-30 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/