This is an outdated version published on 2023-09-30. Read the most recent version.

Analysis of Management Performance Ratio on Irrigation Water Distribution in Subak Gede Kedewatan

Authors

  • I Made Bayu Suweta Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Wayan Tika Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p29

Keywords:

irigation, water distribution, management performance ratio, subak

Abstract

The Management Performance Ratio (MPR) is a comparison between the water flowrate given and the
water flowrate requirement for each agricultural land. The subak system in Bali is based on socio
technical-religious and economic concepts. This study aims to calculate the MPR value and its
distribution as well as find out the irrigation water distribution strategy so that irrigation performance
becomes "adequate" to "good" in Subak Gede Kedewatan, Gianyar Regency. This research was carried
out using a quantitative analysis approach through surveys and direct measurements in the field. The
result showed that percentage distribution of MPR criteria for "good" was 5 subaks (18.52%),
"adequate" 4 subaks (14.81%), "poor" 9 subaks (33.33%), and "very poor" 9 subaks (33 ,33%). The
MPR value of subak in the upstream area is entirely in the "very poor" criterion with an MPR value of
1.85. Followed by subak in the central region, all of them are in the "low" criterion with an MPR value
of 1.45. In contrast to the downstream, the subaks in this area have the criteria of "adequate" and "good"
with a distribution of RPM values of 0.64 - 1.05. Subaks that get excess water, then the rest of the
irrigation water is channeled to the pangkung, which will be the main water source for subak natak tiyis
(tapping taps).

References

Arnanda, I., Tika, I., & Madrini, I. (2020). Analisis

Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada

Distribusi Air di Subak Kabupaten Tabanan.

Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik

Pertanian), 8(2), 290–300.

Arsyad, K. M. (2017). Modul Kebutuhan Air. Pusat

Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air

dan Konstruksi Pusat.

Darismanto & Mularia. (2005). Pedoman

Konstruksi dan Bangunan Sipil: Penguatan

Masyarakat Petani Pemakai Air Dalam

Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.

Pusat Pengkajian Sosial Budaya dan Ekonomi

Wilayah. Badan Penelitian dan

Pengembangan. Departemen Pekerjaan

Umum.

Fuadi, A., Purwanto, J., & Tarigan, D. (2016).

Kajian Kebutuhan Air dan Produktivitas Air

Padi Sawah dengan Sistem Pemberian Air

secara SRI dan Konvensional menggunakan

Irigasi Pipa. Jurnal Irigasi, 11(1), 23–32.

Handika, I., Sumiyati, & Wijaya, I. (2015). Analisis

Neraca Air Irigasi untuk Tanaman Padi pada

Subak Jaka sebagai Subak Natak Tiyis. Jurnal

BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian),

3(2).

Haryono. (2007). Subak dalam Perspektif

Keteknikan. Jurnal Info Teknik, 8(2), 93–102.

Hendrayana, A., Sumiyati, & Madrini, I. (2018).

Analisis Teknis Penggunaan Sumber Daya Air

Tanah Untuk Irigasi Tanaman Padi di

Kabupaten Jembrana. Jurnal BETA (Biosistem

Dan Teknik Pertanian), 6(2), 98-105.

Heryani, N., Kartiwa, B., Hamdani, A., & Rahayu, B.

(2020). Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan

Air Irigasi pada Lahan Sawah : Studi Kasus di

Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Tanah dan

Iklim, 41(2), 135.

Krisnayanti, S., Hangge, E., Sir, M., Mbauth, N., &

Damayanti, C. (2020). Perencanaan Embung

Wae Lerong untuk pemenuhan kebutuhan air

irigasi di Daerah Irigasi Wae Lerong Ruteng

Provinsi NTT. Jurnal Irigasi, 15(1), 15–30.

Madrini, I. (2017). Sistem Irigasi Permukaan. Bahan

Ajar Teknik Irigasi dan Drainase. Denpasar:

Universitas Udayana.

Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2012

Tentang Subak.

Priyonugroho, A. (2014). Analisis Kebutuhan Air

Irigasi (Studi Kasus pada Daerah Irigasi Sungai

Air Keban Daerah Kabupaten Empat Lawang).

Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 2(3), 457

470.

Purwanto, & Ikhsan, J. (2006). Analisis Kebutuhan

Air Irigasi pada Daerah Irigasi Bendung

Mrican. Jurnal Ilmiah Semesta Teknika, 9(1),

83–93.

Ruzziyatno, R. (2021). Tingkatkan Kemampuan

Operasi Dan Pemeliharaan Sistem Irigasi

Melalui Pelatihan. Berita Kementerian PUPR, 4

Oktober

2021

https://pu.go.id/berita/Tingkatkan

Kemampuan-Operasi-Dan-Pemeliharaan

Sistem-Irigasi-Melalui-Pelatihan

Santika, I., Tika, I., & Budisanjaya, I. (2019). Analisis

Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada

Budidaya Tanaman Padi (Oryza sativa L.) di

Subak Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA

(Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2), 204.

https://doi.org/10.24843/jbeta.2020.v08.i02.p0

3

Saragih, H. M. (2009). Efisiensi Penyaluran Air

Irigasi Di Kawasan Sungai Ular Daerah Irigasi

Bendang Kabupaten Serdang Bedagai. Skripsi.

Medan: Universitas Sumatera Utara.

Sayonara, R., & Siswoyo, D. (2019). Optimasi debit

dengan memaksimalkan luas lahan pertanian

guna mendapatkan hasil produksi pertanian

yang maksimal pada Jaringan Irigasi Weliman

di Kabupaten Malaka. JUTEKS: Jurnal Teknik

Sipil, 4(1), 18–27.

Sudjarwadi, C. D. (1990). Teori dan Praktek

Irigasi. Yogyakarta: Pusat Antar Universitas

Ilmu Teknik, Universitas Gadjah Mada.

Sugeng, P. (2015). Efisiensi Irigasi. Diktat Mata

Kuliah Irigasi dan Drainase. Bogor: Institut

Pertanian Bogor.

Sukertayasa, I., Tika, I., & Wijaya, I. (2017).

Analisis Efisiensi Penggunaan Air Irigasi pada

Subak Agung Yeh Sungi. Jurnal BETA

(Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 45

50.

Tanga, M. (2005). Analisis Efesiensi Pemberian Air

di Jaringan Irigasi Pada Saluran Sekunder

DI Ciherang. Institut Teknologi Bandung.

Tika, I., Madrini, I., & Sumiyati. (2019). Distribusi

Air Irigasi pada Subak dengan Tanaman Cabai

sebagai Tanaman Sela. 2nd International

Conference on Science Technology and

Humanities (ICoSTH). Universitas Udayana,

Bali, Indonesia, 14–15 Nopember 2019.

Tika, I., Madrini, I., Sumiyati, S., & Sulastri, N.

(2020). Penghematan Air Irigasi Saat Olah

Tanah

dengan

Tanaman

Sela

pada

Subak. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian

Agrotechno, 5(2), 87-91.

Tika, I. W. (2012). Analisis Surplus Air Irigasi

Sebagai Dampak Aplikasi Teknik Ngenyatin

Pada Subak Sungi I. PERTETA: Peran

Keteknikan Pertanian Dalam Pembangunan

Industri Pertanian Berkelanjutan Berbasis

Kearifan

Lokal.

Universitas

Udayana

Denpasar, 13-14 Juli 2012, 260–266.

Triadi, I. N. S., Mudhina, M., & Handayani, K. W.

(2013). Pengelolaan Sumber Daya Air Tukad

Ayung Sebagai Upaya Ketersediaan Air.

Jurnal Logic, 13(2), 114–120.

Walbat, F., Tika, I., & Madrini, I. (2022). Analisis

Persentase Kekurangan Air Irigasi pada Subak

di DAS Ho Saat Musim Kemarau. Jurnal

BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian),

10(1), 34-44.

Widjiharti, E., Sri, S., Sumadiman, & Ernanda, H.,

(1997). Studi Optimasi Kapasitas Waduk

Gogor dan Waduk Mojogede Daerah Irigasi

Gogor Kabupaten Gresik. Tugas Mata Kuliah

Rekayasa Sumber Air. Surabaya: Pasca

Sarjana Teknik Sipil Institut Teknologi

Sepuluh November.

Wiguna, P. P. K. (2019). Metode Perhitungan

Kebutuhan Air Irigasi. Program Studi

Agroekoteknologi,

Fakultas

Universitas Udayana.

Published

2023-09-30

Versions

How to Cite

Suweta, I. M. B., Tika, I. W., & Aviantara, I. G. N. A. (2023). Analysis of Management Performance Ratio on Irrigation Water Distribution in Subak Gede Kedewatan . Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 11(2), 493–499. https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p29

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 2 3 4 5 6 7 8 > >>