Kajian Rasio Prestasi Manajemen Distribusi Air Irigasi Pada Tingkat Subak, Tempekan, Dan Petakan Di Subak DAS Ho Kabupaten Tabanan Bali
DOI:
https://doi.org/10.24843/Kata Kunci:
Distribusi air, Kebutuhan air irigasi, Rasio Prestasi Manajemen (RPM), SubakAbstrak
Sistem irigasi subak di Bali merupakan warisan budaya yang berperan penting dalam keberlanjutan pertanian padi, namun distribusi air di lapangan sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penelitian ini digunakan untuk menilai efisiensi distribusi dengan menggunakan indikator Rasio Prestasi Manajemen (RPM). Penelitian ini dilakukan di Subak Suala, Sigaran, dan Jegu pada DAS Tukad Yeh Ho, Kabupaten Tabanan. Debit tersedia diukur langsung di lapangan, sedangkan kebutuhan air irigasi (KAI) dihitung dari data BMKG dan NASA POWER. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai RPM masing-masing subak adalah 2.83, 3.05, dan 2.15. Pada tingkat tempekan, nilai tertinggi terdapat di T1 Subak Jegu (5,57) dan terendah di T2 subak yang sama (0,21). Pada tingkat petakan, nilai tertinggi ditemukan di P3 Subak Sigaran (16,63). Seluruh nilai tersebut berada di luar kisaran ideal (0,75–1,25), sehingga masuk kategori “Kurang” hingga “Sangat Kurang”. Hal ini menunjukkan distribusi air belum efisien karena cenderung berlebih, sehingga diperlukan evaluasi teknis maupun kelembagaan subak agar pengelolaan air lebih efektif dan berkelanjutan.
Referensi
Arnanda, I. K. Y., Tika, I. W., & Madrini, I. A. L. G. B. (2020). Analisis rasio prestasi manajemen irigasi pada distribusi air di Subak Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8(2), 290–300.
Astuti, M. S., Nugroho, S. H., & Sutikno, S. (2022). Application of improved MODIS-based potential evapotranspiration estimates in a humid tropic Brantas watershed. Rekaracana, 8(2), 123–135.
Haryati, S. (2015). Analisis kebutuhan air irigasi pada tanaman padi. Jurnal Agronomi, 10(2), 123–130.
Kurniawan, D. E., & Prayogo, T. B. (2021). Studi penerapan manajemen aset irigasi pada Daerah Irigasi Nglirip Kabupaten Tuban. [Nama Jurnal], 1(2), 764–771.
Norken, I. N., Suputra, I., & Arsana, I. (2015). Water resources management of Subak irrigation system in Bali. Applied Mechanics and Materials, 776, 139–144.
Özgür, A., & Yamaç, M. (2020). A deep neural network-based approach to predicting daily reference evapotranspiration. arXiv.
Paramita, R., Sukarno, T., & Susianti, H. (2022). Attitude and participation of local communities in the development of Undisan Village as a tourism village in Tembuku District, Bangli Regency, Bali Province. Jurnal Akademi Pariwisata Medan, 10(2), 25–36.
Priyionugroho, S. (2015). Pengaruh curah hujan dan ketersediaan air terhadap kebutuhan air irigasi. Jurnal Ilmu Pertanian, 12(1), 45–56.
Putra, Y. A., & Nugroho, S. P. (2022). Kajian efisiensi distribusi air irigasi menggunakan metode RPM di Daerah Irigasi XYZ. Jurnal Sumber Daya Air, 18(1), 55–64.
Putri, D. A., Susilo, R. K. D., Hayat, M., & Purwasih, J. H. G. (2020). Sistem kelembagaan organisasi Subak sebagai pengelola sumber daya air berkelanjutan. EnviroScienteae, 16(2), 225–237.
Rahayu, K. A., Tika, I. W., & Gunadnya, I. B. P. (2023). Analisis rasio prestasi manajemen (RPM) distribusi air irigasi pada Subak di DAS Ho. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 11(2), 419–426. https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.V11.I02.P20
Rahmadani, S., Nurrochmad, F., & Sujono, J. (2020). Analisis sistem pemberian air terhadap tanah sawah berbahan organik. Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil, 6(2), 66–75.
Respati, I. G. N. H., Astawa, I. N., & Suarjaya, A. A. G. N. (2022). Analisis penggunaan air irigasi dan kalibrasi pada bangunan Tembuku Penyahcah di Subak Pulagan [Tesis magister, Universitas Gadjah Mada].
Santika, I. K. A., Tika, I. W., & Budisanjaya, I. P. G. (2020). Analysis of irrigation management achievement ratio in rice cultivation in Tabanan Subak Regency. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8(2), 204–210.
Shalsabillah, H., Amri, K., & Gunawan, G. (2018). Analisis kebutuhan air irigasi menggunakan metode CROPWAT version 8.0 (Studi kasus pada Daerah Irigasi Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan). Jurnal Inersia, 10(2), 61–68.
Shi, H. (2023). A global pooled analysis of evapotranspiration based on station data and machine learning. arXiv.
Suweta, I. M. B., Tika, I. W., Ngurah, I. G., & Aviantara, A. (2024). Analysis of management performance ratio on irrigation water distribution in Subak Gede Kedewatan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 12.
Tabari, H., et al. (2024). Enhancing reference evapotranspiration forecasting with teleconnection indices and advanced machine learning techniques. Environmental Science and Pollution Research, 31(2), 2203–2217.
Tika, I. W., Kinasih, M., Sulastri, N. N., Sumiyati, S., & Madrini, I. A. G. B. (2023). Analisis kinerja distribusi air irigasi pada temuku di Subak. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 11(2), 481.
Tika, I. W., Madrini, I. A. B., & S. (2019). Peningkatan efisiensi penggunaan air irigasi dengan aplikasi jadual tanam secara “nyorog” pada Subak. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 4(1), 35.
Wanniarachchi, D., & Sarukkalige, P. R. (2022). A review on evapotranspiration estimation in agricultural water management. Hydrology, 9(7), 123.
Windia, W. (2018). Kebertahanan Subak di era globalisasi. Jurnal Bumi Lestari, 18(1), 1–10.
Yustiana, R., & Sitohang, J. (2018). Perbandingan metode SNI dan KP-01 terhadap nilai ETo untuk perencanaan irigasi. E-Proceeding of Engineering, 5(3), 5123–5129.
Yusmita, W., Putra, I. G. S. A., & Budiasa, I. W. (2017). Manajemen irigasi tradisional pada sistem Subak Umaya di Desa Talibeng Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem. Jurnal Agribisnis dan Agrowisata (Journal of Agribusiness and Agritourism).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Iszur Putra Wicaksono, I Wayan Tika, Yohanes Setiyo

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/