Pemetaan Kerawanan Tanah Longsor pada Lahan Pertanian di Dusun Sambak 1, Desa Sambak, Magelang, Jawa Tengah
DOI:
https://doi.org/10.24843/Kata Kunci:
drone, Dusun Sambak 1, lahan pertanian, sistem informasi geografis, tanah longsorAbstrak
Pemetaan kerawanan tanah longsor pada lahan pertanian merupakan upaya mitigasi pra-bencana yang penting, khususnya pada wilayah dengan kondisi topografi bergelombang hingga curam seperti Dusun Sambak 1, Desa Sambak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan tanah longsor pada lahan pertanian sebagai dasar informasi dalam perencanaan penggunaan lahan yang lebih aman. Metode yang digunakan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan mengolah data Digital Elevation Model (DEM) dan orthomosaik hasil ekstraksi foto udara wahana tanpa awak (drone). Parameter topografi yang dianalisis meliputi kemiringan lereng, arah hadap lereng, dan kelengkungan lereng, yang kemudian diintegrasikan melalui metode weighted overlay berbasis pembobotan empiris Frequency Ratio (FR). Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa secara keseluruhan wilayah Dusun Sambak 1 didominasi oleh kelas kerawanan sedang. Namun demikian, temuan krusial menunjukkan bahwa kebun campur merupakan kategori lahan pertanian yang paling terancam pada zona kerawanan tinggi dengan total luasan mencapai 2,99 ha, angka ini jauh melampaui luasan lahan kering (0,17 ha) dan lahan basah (0,13 ha). Peta kerawanan yang dihasilkan ini menjadi instrumen penting bagi pemerintah dan masyarakat setempat dalam merencanakan tata guna lahan yang berkelanjutan, khususnya sebagai dasar penerapan mitigasi terintegrasi melalui model agroforestri multistrata, penanaman rumput akar wangi (vetiver), serta optimalisasi terasering dan drainase.
Referensi
Abdo, H. G., Almohamad, H., Al Dughairi, A. A., Ali, S. A., Parvin, F., Elbeltagi, A., Costache, R., Mohammed, S., Al-Mutiry, M., & Alsafadi, K. (2022). Spatial implementation of frequency ratio, statistical index and index of entropy models for landslide susceptibility mapping in Al-Balouta river basin, Tartous Governorate, Syria. Geoscience Letters, 9(1), 45. https://doi.org/10.1186/s40562-022-00256-5
Agustin, M. N., Lailatul, S. F., Qibtiyyah, M., & Ummah, K. (2024). Tinjauan penyebab, kerentanan, dan optimalisasi upaya mitigasi bencana tanah longsor berkelanjutan di Gunungkidul. Jurnal Geografi, 1(2).
Aldiansyah, S., & Adi Wibowo. (2022). Aplikasi metode Spatial Multi Criteria Analisysis untuk pengembangan kawasan permukiman (Studi Kasus: Re-Evaluasi RTRW Provinsi Sulawesi Tenggara). Jurnal Geografi, Edukasi Dan Lingkungan (JGEL), 6(2), 136–152. https://doi.org/10.22236/jgel.v6i2.7481
Budianta, W. (2020). Pemetaan kawasan rawan tanah longsor di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 6(2), 68. https://doi.org/10.22146/jpkm.45637
Dea, A. A. C. A., Sulastri, N. N., Ngadiasih, Parbawa, I. B. A. P., & Pradnyani, K. R. I. (2026). Pemetaan risiko longsor berbasis slope, aspect, dan curvature pada agroindustri tahu (studi kasus di Desa Sambak, Magelang). Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 14(2), 1–21. https://doi.org/10.24843/jbeta.2026.v14.i02.p00
Farista, B., Virgota, A., Widiyanti, A., Muspiah, A., Julisaniah, N. I., Hayati, K. M., Sulastika, R., & Almubarok, H. (2024). Penanaman rumput akar wangi (Chrysopogon zizanioides) sebagai upaya mitigasi bencana longsor di Desa Giri Madia Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 7(4), 1318–1324.
Hidayat, R., Wijaya, I. P. E. P., & Munir, Moh. D. (2023). Mekanisme longsor akibat infiltrasi dari genangan air (studi kasus longsor di Lahat, Sumatera Selatan). Jurnal Teknik Hidraulika, 14(1), 1–12. https://doi.org/10.32679/jth.v14i1.701
Liu, G., Tong, F., Zhao, Y., & Tian, B. (2018). A force transfer mechanism for triggering landslides during rainfall infiltration. Journal of Mountain Science, 15(11), 2480–2491. https://doi.org/10.1007/s11629-018-5043-x
Luntungan, P. B. G., Rachmadhan, H. D., & Tandipajung, J. (2024). Analisis tingkat kerawanan longsor menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) pada Kecamatan Tomohon Barat dan Utara Kota. Geological Processes, Risks and Integrated Spatial Modeling, 02(03), 17–25.
Madani, I., Ekstyarin, I., Maghfiroh, L., Krisnaayu, R., Lestari, D., Karina, H. A., Adityatama, C., Anjarini, D., & Ferdiansyah, R. (2023). Analisis spasial tingkat kerawanan tanah longsor di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang melalui Sistem Informasi Geografis. Jurnal Geosaintek, 9(2), 80. https://doi.org/10.12962/j25023659.v9i2.17431
Miao, Z., Cheng, Z., Xiong, Y., Wu, L., Zhang, H., Li, Z. B., Peng, Z., & Liu, D. (2025). Landslide susceptibility mapping under cropland expansion: considering root cohesion variability and land use effects on saturated hydraulic conductivity. Geomatics, Natural Hazards and Risk, 16(1). https://doi.org/10.1080/19475705.2025.2569797
Misbahudin, M. (2020). Landslide susceptibility analysis in Kabandungan District and Salak Geothermal Field, West Java. Jurnal Geografi Lingkungan Tropik, 4(2). https://doi.org/10.7454/jglitrop.v4i2.75
Naryanto, H. S., Soewandita, H., Ganesha, D., Prawiradisastra, F., & Kristijono, A. (2019). Analisis penyebab kejadian dan evaluasi bencana tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur tanggal 1 April 2017. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2), 272. https://doi.org/10.14710/jil.17.2.272-282
Naseer, S., Haq, T. U., Khan, A., Tanoli, J. I., Khan, N. G., Qaiser, F.-R., & Shah, S. T. H. (2021). GIS-based spatial landslide distribution analysis of district Neelum, AJ&K, Pakistan. Natural Hazards, 106(1), 965–989. https://doi.org/10.1007/s11069-021-04502-5
Nugroho, D. D., & Nugroho, H. (2020). Analisis kerentanan tanah longsor menggunakan metode frequency ratio di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Geoid, 16(1), 8–18. https://journal.its.ac.id/index.php/geoid/article/view/1663
Nurdika, S., Astutik, S., Pangastuti, E. I., Nurdin, E. A., & Mujib, M. A. (2024). Analisis tingkat kerawanan tanah longsor dengan metode Analytical Hierarchy Process di jalur wilayah Gumitir Kabupaten Jember. Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi, 9(2), 106–113. https://doi.org/10.31851/swarnabhumi.v9i2.11120
Prariz, Don Bosco Seccio Parangan, M. P. A., & Wijaya, W. (2024). Pemanfaatan penahan lereng bioengineering untuk pembangunan Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Jurnal Reka Cipta, 1(1), 1–7.
Prawira, K. Y. (2024). Kerawanan longsor di Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi. Jurnal Samudra Geografi, 7(1), 21–29. https://doi.org/10.33059/jsg.v7i1.9015
Purwaningsih, R., Sartohadi, J., & Setiawan, M. A. (2020). Trees and crops arrangement in the agroforestry system based on slope units to control landslide reactivation on volcanic foot slopes in Java, Indonesia. Land, 9(9), 327. https://doi.org/10.3390/land9090327
Rahayu, E. M., & Syarifuddin, A. (2024). Edukasi pendekatan vegetatif dalam upaya pencegahan longsor di Desa Sukomulyo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(3), 465–472. https://doi.org/10.54082/ijpm.623
Safinatunnajah, Samodra, G., & Setiawan, M. A. (2025). Pemodelan spasial kerawanan longsor menggunakan metode AHP di Pulau Jawa. Journal Online of Physics, 10(3), 1–12. https://doi.org/10.22437/jop.v10i3.43891
Setiawan, A., Arifin, M., Harryanto, R., & Sandrawati, A. (2018). Hubungan karakteristik topografi dengan sifat-sifat fisika tanah studi kasus: Sub DAS Citarik, DAS Citarum Hulu. SoilREns, 16(1). https://doi.org/10.24198/soilrens.v16i1.18310
Sittadewi, E. H., Tejakusuma, I. G., Mulyono, A., Handayani, T., Tohari, A., & Zakaria, Z. (2024). Post-landslide restoration through multistrata agroforestry-based land management in the West Bogor area of Indonesia. Trees, Forests and People, 16, 100593. https://doi.org/10.1016/j.tfp.2024.100593
Sulistio, Septiawan Rondonuwu, D. M., & Poli, H. (2020). Analisis rawan bencana tanah longsor Di Kecamatan Ratahan Timur Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Spasial, 7(1), 164–175.
Susanti, P. D., Miardini, A., & Harjadi, B. (2017). Analisis kerentanan tanah longsor sebagai dasar mitigasi di Kabupaten Banjarnegara. Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, 1(1), 49–59. https://doi.org/10.20886/jppdas.2017.1.1.49-59
Tsige, D., Senadheera, S., & Talema, A. (2019). Stability analysis of plant-root-reinforced shallow slopes along mountainous road corridors based on numerical modeling. Geosciences, 10(1), 19. https://doi.org/10.3390/geosciences10010019
Wibawanti, E., Sartohadi, J., Ngadisih, N., Setiawan, A., & Mardiatno, D. (2023). Keefektifan “ProKlim” dalam pengendalian longsor secara vegetatif di kampung iklim Desa Sambak, Kajoran, Magelang. AgriTECH, 43(2), 105. https://doi.org/10.22146/agritech.72009
Wijaya, A. H., Fajriyanto, Novianti, T. C., & Rahmadi, E. (2024). Pemetaan daerah bahaya tanah longsor di Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat dengan metode weighted overlay. Journal Of Plano Studies, 1(2), 62–71. https://doi.org/10.36982/jops.v1i2.4904
Wubalem, A. (2021). Landslide susceptibility mapping using statistical methods in Uatzau catchment area, northwestern Ethiopia. Geoenvironmental Disasters, 8(1), 1. https://doi.org/10.1186/s40677-020-00170-y
Yusuf, M., Hemon, F., & Sukartono, S. (2025). Agroforestry management in realizing sustainable farming systems in dry lands of Dompu Regency from an ontological perspective. Jurnal Biologi Tropis, 25(2), 1781–1790. https://doi.org/10.29303/jbt.v25i2.8859
Zaenurrohman, J. A., Zakaria, Z., Muljana, B., & Sulaksana, N. (2025). The landslide problem in volcanic rocks of Java Island (Indonesia): A review from integrating geotechnical engineering and geochemical perspectives. Engineering Geology and Hydrogeology, 39(1), 111–126. https://doi.org/10.52321/igh.39.1.111
Zulkarnaen, R. N. (2020). Struktur vegetasi dan simpanan karbon hutan rakyat Desa Sambak, Magelang, Jawa Tengah. Buletin Kebun Raya. Buletin Kebun Raya, 23(2). https://doi.org/10.14203/bkr.v23i2.262
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ni Made Julita Dea Ananda, Sumiyati, Ngadisih, Ni Nyoman Sulastri, I Putu Wahyu Adipratama, I Gd Agus Adithya Wira Pranata

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/