Pengaruh Variasi Suhu dan Ketebalan Irisan Kunyit pada Proses Pengeringan terhadap Sifat Fisik Tepung Kunyit
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p10Kata Kunci:
suhu pengeringan, , ketebalan irisan, tepung kunyit, , kadar air,, , sudut curahAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi suhu dan ketebalan irisan kunyit
terhadap kualitas tepung kunyit yang dihasilkan dan untuk mengetahui perlakuan terbaik yang
menghasilkan tepung kunyit dengan kualitas yang baik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak
lengkap faktorial (RAL) dengan dua faktor yaitu faktor pertama suhu pengeringan 50o
C dan 60o
C, dan
faktor yang kedua yaitu ketebalan irisan 0,5 cm, 1 cm, dan 1,5 cm. Parameter yang diamati yaitu kadar air,
sudut curah, indeks keseragaman, kerapatan curah, rendemen butiran dan warna. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa interaksi perlakuan berpengaruh terhadap parameter kerapatan curah, indeks
keseragaman, rendemen butiran, dan warna. Sedangkan perlakuan suhu pengeringan dan ketebalan irisan
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter kadar air dan sudut curah. Selanjutnya
berdasarkan hasil olah data dapat disimpulkan bahwa perlakuan suhu pengeringan 60o
C dan ketebalan irisan
1 cm merupakan perlakuan yang terbaik dengan nilai kadar air sebesar 12,5%, sudut curah 36,2o
, indeks
keseragaman mesh 40 sebesar 91,2%, mesh 60 39,9%, mesh 80 38,1 %, kerapatan curah 0,428kg/cm3
,
rendemen butiran 25,3%, dan warna tepung kuning-oranye.
Referensi
Aisyah, I. (1997). Pengaruh tepung rimpang kunyit (Curcuma domestica Val) terhadap palatabilitas umpan dan reproduksi mencit putih (Mus musculus). Badan Standar Nasional. 2014. Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor : 7953 : 2014 tentang Kunyit.
Arpah, M. (1993). Pengawasan Mutu Pangan. Penerbit Tarsito, Bandung.
Darwis, S. N., Indo, A. M., & Hasiyah, S. (1991). Tumbuhan Obat dan Famili Zingiberaceae. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, Bogor.
Geldart, P., R. A Edwards, J.F.D. Greenhalg, C.A. Morgan 1990. Journal Animal Nutrition, 5th Edition. John Wiley & Sons inc., New York.
Hasanuddin, J.T.P U. Prosiding Seminar Nasional Perhimpunan Teknik Petanian Indonesia 2015. “Peran Perteta dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional 2017”
Khalil. 1990a. Pengaruh Kandungan Air dan Ukuran Partikel terhadap Sifat Fisik Pakan Lokal: Kerapatan Pemadatan Tumpukan dan Berat Jenis: Buku Media Peternakan. 22 (1): 1 -11
Naibaho, B., & Sinambela, B. D. A. (2000). Pengaruh Suhu Pengeringan Terhadap Kelarutan Kukurmin Dari Tepung Kunyit (Cucurma domestica Val) Pada Berbagai Suhu Air. Universitas HKBP Nommensen, Medan.
Peleg, M. dan E.B. Begley. 1983. Physical Properties of Food. Avi Publishing Company, Inc. Wesport Connection.
Prana, M. S., & Hawkes, J. G. (1981). Kunyit atau Koneng dan Kerabat–kerabat Dekatnya sebagaiBahan Pangan. Buletin Kebun Raya, Bogor.
Priastuti, R. C., & Suhandy, D. (2017). Pengaruh Arah Dan Ketebalan Irisan Kunyit Terhadap Sifat Fisik Tepung Kunyit Yang Dihasilkan. Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering), 5(2).
SARI, W. (2016). Sifat Fisik Bungkil Kedelai sebagai Pakan Ternak dari Berbagai Ukuran Partikel. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Makasar.
Sudarsono dkk. 1996. Kunyit. repository.usu.ac.id Diakses Tanggal 21 Januari 2019.
Winarto, I. W., & Lentera, T. (2004). Khasiat & manfaat kunyit.
AgroMedia.Winarno, F. G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Wiratarkusumah, M., Kamarudin, A., & Atjeng, M. (1992). Sifat Fisik Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Dikti. Pusat Antar Universitas Pangandan Gizi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/