Analisis Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada Distribusi Air di Subak Kabupaten Tabanan

Penulis

  • I Kadek Yuda Arnanda Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana
  • I Wayan Tika Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana
  • I. A Gede Bintang Madrini Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p13

Kata Kunci:

analisis RPM, , distribusi air,, irigasi, subak

Abstrak

Sistem subak adalah merupakan salah satu bentuk sistem irigasi yang mampu mengakomodasikan dinamika
sistem sosio-teknis masyarakat setempat. Air irigasi dikelola dengan prinsip-prinsip keadilan, keterbukaan,
harmoni dan kebersamaan, melalui suatu organisasi yang fleksibel yang sesuai dengan kepentingan
masyarakat. Sistem irigasi erat kaitannya tentang pendistribusian air irigasi pada subak yang berdasarkan
luas lahan. Salah satu aspek yang akan dinilai dalam sistem irigasi adalah Rasio Prestasi Manajemen (RPM)
irigasi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi RPM di suatu subak dengan pemberian
skor pada masing-masing klasifikasi RPM. Perolehan data sekunder dilakukan dengan metode survey,
pengamatan secara langsung dan pengukuran. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya akan dianalisis
menggunakan metode Rasio Prestasi Manajemen (RPM) Irigasi. RPM irigasi setiap subak dinilai dengan
menggunakan empat rentang nilai yaitu Baik bila 0.75 < RPM <1.25, Cukup bila 0.60 < RPM < 0.75 atau
1.25 < RPM < 1.40, Kurang 0.40 < RPM< 0.60 atau 1.40 <RPM<1.60 dan Sangat kurang bila RPM < 0.40
atau RPM >1.60 Hasil metode analisis rasio prestasi manajemen irigasi pada distribusi air di subak
diperoleh RPM daerah hulu yaitu Pama Palian, Aya I dan Aya II memiliki RPM yang Baik yaitu rata-rata
100%. Ketersediaan air yang begitu melimpah karena subak daerah hulu, subak yang pertama kali
mengambil air di daerah irigasi. Dan yang paling penting adalah sistim pengaturan pemberian air yang
sudah optimal. Untuk subak daerah tengah RPM sedikit berbeda dengan di daerah hulu. Rata-rata RPM
daerah irigasi tengah yang mempunyai kreteria Cukup yaitu sebesar 15,5% sedangkan Baik 84,5%. Untuk
daerah irigasi tengah yang memiliki kriteria RPM cukup dengan nilai 15,5% disebabkan oleh
pendistribusian air tidak seoptimal seperti daerah irigasi hulu. Untuk Subak daerah irigasi hilir rata-rata
RPM secara keseluruhan yaitu 100% baik, ini disebabkan karena pembagian pendistribusian air daerah
irigasi hilir sudah optimal sesuai dengan luas lahan.

Referensi

Amaru, Kharistya. 2018 “Sistem Jaringan dan Bangunan Irigasi”.

Anonim. 2009. Standar Perencanaan Irigasi. Jakarta.Farhan, A. (2012). kinerja pendistribusian air irigasi pada lokasi hulu, tengah dan hilir.Universitas Syah kuala Banda Aceh.

Harsoyo. 2001. Pengelolaan Air Irigasi. Dinas Pertanian Jawa timur.

Heryani, N., Kartiwa, B., Hamdani, A., & Rahayu, B. (2018). Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Irigasi pada Lahan Sawah : Studi Kasus di Provinsi Sulawesi Selatan Analysis of Availability and Requirement of Irrigation Water on Rice Field : Case Study in South Sulawesi. Jurnal Tanah Dan Iklim, 41(2), 135–145.

Irfan. 2006. Desentralisasi Dalam Pengelolaan Air Irigasi Tersier. Makara, Sosial Humaniora Kalsim, D. (2006). Kebutuhan Air Irigasi [diktat matakuliah irigasi dan draninase. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Monica S. 2013. Analisis Kebutuhan Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan. Arsip Laporan Tugas Akhir Perpustakaan Jurusan Teknik Sipil Universitas Sriwijaya.

Priyonugroho Anton. 2014. Analisis Kebutuhan Air Irigasi (Studi Kasus Pada Daerah Irigasi Sungai Air Keban Daerah Kabupaten Empat Lawang). Universitas Sriwijaya.

Purwanto, & Jazaul, I. (2013). Analisis Kebutuhan Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Bendung Mrican1, I(1), 1–10.

Saragih, 2009. Efisiensi Penyaluran Air Irigasi Di Kawasan Sungai Ular Daerah Irigasi Bendang Kabupaten Serdang Bedagai, Universitas Sumatra utara.

Sukertayasa, I. P., & Wijaya, I. M. A. S., & Tika, I. W., Analisis Efisiensi Penggunaan Air Irigasi pada Subak Agung Yeh Sungi. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 5(1), 45-50.

Sutawan. 2008. Organisasi dan Manajemen Subak di Bali. Denpasar: Pustaka Bali Post.

Sosrodarsono, Suyono dan Takeda, Kensaku. 2003. Hidrologi untuk Pengairan.. Pradna Paramita. Jakarta.

Tanga, M. 2005. Analisis Efesiensi Pemberian Air Di Jaringan Irigasi Pada Saluran Sekunder Di. Ciherang. Institut Teknologi Bandung.

Windia. 2006. Transformasi Sistem Irigasi Subak yang Berlandaskan Konsep Tri Hita Karana. Pustaka Bali Post, Denpasar.

Windia, dkk. 2015. Sistem Subak di Bali (Kajian Sosiologis). Udayana University Press, Denpasar.

Windia W. 2005. Sistem Irigasi Subak Dengan Landasan Tri Hita Karana (THK) Sebagai Teknologi Sedapan Dalam Pertanian Beririgassi. Appropriate Technology. Bali

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-03

Cara Mengutip

Arnanda, I. K. Y., Tika, I. W., & Madrini, I. A. G. B. (2026). Analisis Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada Distribusi Air di Subak Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2), 290–300. https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p13

Terbitan

Bagian

Articles