Pengaruh Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000:2005 Terhadap Kinerja Perusahaan
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i01.p12Kata Kunci:
ISO 22000:2005, keamanan pangan, kinerja perusahaan, Balanced Scorecard.Abstrak
Industri pangan yang beroperasi di pasar global harus memiliki sistem manajemen keamanan dan mutu pangan yang berstandar internasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan karyawan dalam penerapan sistem manajemen keamanan dan mutu pangan ISO 22000:2005 terhadap kinerja perusahaan PT. Aerofood ACS Denpasar. Penerapan sistem ISO 22000:2005 diukur atas dasar empat elemen kunci yaitu penerapan program persyaratan kelayakan dasar, prinsip HACCP, komunikasi interaktif dan penerapan sistem manajemen sumberdaya. Sedangkan kinerja perusahaan diukur dengan metode Balanced Scorecard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88,56% karyawan puas terhadap penerapan sistem ISO 22000:2005 dan 81,93% puas terhadap kinerja perusahaan. Penerapan sistem ISO 22000:2005 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Dari keempat elemen kunci tersebut ditemukan bahwa penerapan program persyaratan kelayakan dasar berkontribusi paling tinggi terhadap peningkatan kinerja dalam hal keuangan, kepuasan pelanggan, proses bisnis internal dan kinerja dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Sebelum penerapan sistem ISO 22000:2005, PT. Aerofood ACS Denpasar hanya melayani sebanyak 7 maskapai penerbangan, akan tetapi setelah sukses menerapkan sistem tersebut, terjadi peningkatan jumlah pelanggan yang drastis yaitu sebanyak 23 maskapai penerbangan.
Referensi
Bas, M., Ersun, A. S., & Kıvanc, G. (2006). Implementation of HACCP and prerequisite programs in food businesses in Turkey. Food Control, 17(2), 118–126. Diakses 10 Agustus 2016.
Dessler, G. (2000). Human resource management (7th ed.). Prentice Hall, New Jersey. Diakses 20 Mei 2016.
Færgemand, J., & Jespersen, D. (2004). ISO 22000 to ensure integrity of food supply chain. Diakses 4 Juni 2016, dari www.iso.org/iso/tool_5-04.pdf
FAO/WHO. (1997). Codex Alimentarius guidelines for the design, operation, assessment and accreditation of food import and export inspection and certification systems (CAC/GL 26-1997). FAO/WHO, Rome.
Hatim, A., Suliman, S., & Abdalla, M. (2013). Implementation of HACCP and food safety program in Al-Ain City Abu Dhabi. Journal of Food, Nutritional Disorders, 2(3), 3. Diakses 7 Agustus 2016.
Herath, D., & Henson, S. (2010). Barriers to HACCP implementation: Evidence from the food processing sector in Ontario, Canada. Agribusiness, 26(2), 265–279. Diakses 10 Agustus 2016.
Hielm, S., Tuominen, P., Aarnisalo, K., Raaska, L., & Maijala, R. (2006). Attitudes towards own-checking and HACCP plans among Finnish food industry employees. Food Control, 17(5), 402–407. Diakses 10 Agustus 2016.
Junaidi. (2014). Menghitung nilai distribusi F, distribusi t dan distribusi r dengan Microsoft Excel. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi, Jambi.
Juwita, C. (2013). Delapan prinsip manajemen mutu ISO. Premysis Consulting. Diakses 20 Mei 2016, dari http://www.premysisconsulting.com/2013/09/19/8-prinsip-manajemen-mutu-iso-9001/
Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1996). Balanced scorecard: Translating strategy into action. Harvard Business School Press, Boston. (Terjemahan Y. Pasla & Y. Sumiharti, 2000). Erlangga, Jakarta.
Nugroho, W. A. (2013). Analisis pengukuran kinerja perusahaan dengan konsep balanced scorecard (Studi kasus PT. Wijaya Karya). Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Prasetyo. (2010). Metode penelitian kuantitatif: Teori dan aplikasi. Raja Wali Press, Jakarta.
Samuel, H., & Zulkarnain. (2011). Sistem manajemen mutu ISO terhadap kinerja karyawan melalui budaya kualitas perusahaan (Studi kasus PT. Otsuka Indonesia Malang). Universitas Kristen Petra, Surabaya.
Seward, S. (2000). Application of HACCP in food service. Irish Journal of Agricultural and Food Research, 39(2), 221–227. Diakses 7 Agustus 2016.
Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta, Bandung.
Sun, Y. M., & Ockerman, H. W. (2005). A review of the needs and current applications of hazard analysis and critical control point (HACCP) system in foodservice areas. Food Control, 16(4), 325–332. Diakses 7 Agustus 2016.
Tavakkoli, H., Zabihi, A., Khatibi, S. A., Nasiri, T., Kaviani, L., & Dopeykar, N. (2015). Status of prerequisite programs for the implementation of HACCP system in chain restaurants in Iran. British Food Journal, 117(6), 1753–1763. Diakses 26 Juni 2016, dari http://search.proquest.com/
Tjiptono, F., & Diana, A. (2003). Total quality management (Edisi revisi). Yogyakarta.
Wahyuni, S. (2011). Analisis balanced scorecard sebagai alat pengukuran kinerja pada PT. Semen Bosowa Maros. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanuddin, Makassar.
Wallace, C., & Williams, T. (2001). Pre-requisites: A help or a hindrance to HACCP? Food Control, 12(4), 235–240. Diakses 7 Agustus 2016.
Wicaksono, S. (2006). Pengaruh implementasi total quality management (TQM) terhadap budaya kualitas (Studi pada PT. Hari Terang Industri Surabaya). Universitas Brawijaya, Malang.
Webster’s Ninth New Collegiate Dictionary. Safety. Diakses 24 Juni 2016, dari http://www.merriam-webster.com/dictionary/safety
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/