Strategi Peningkatan Kinerja Rantai PasokanIkan Tribang(Upeneus moluccensis) dari Pasar Lelang IkanGunung Agung Sampai Konsumen Rumah Tangga Kota Denpasar
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i122Kata Kunci:
tribang fish, supply chain management, nalytical Hierarchy Process (AHP)Abstrak
Sistem rantai pasokan ikan tribang saat ini belum memberikan kesejahteraan kepada para pelaku usaha khususnya pedagang kecil. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui struktur, mekanisme, dan kelembagaan rantai pasokan ikan tribang; (2) menemukan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja rantai pasokan ikan tribang. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, tahap pertama mengetahui struktur, mekanisme, kelembagaan rantai pasokan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan tahap kedua mengetahui prioritas rekomendasi menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Pengambilan sampel pelaku rantai pasokan menggunakan metode purposive sampling, snowball sampling, dan non probability sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa rantai pasokan ikan tribang terdiri dari sembilan pola aliran rantai dimana mekanisme rantai pasokan ikan tribang bersifat tradisional dan kelembagaan rantai pasokan ikan tribang bersifat perdagangan umum. Berdasarkan metode AHP, prioritas rekomendasi dalam meningkatkan kinerja rantai pasokan ikan tribang yaitu kriteria meningkatkan nilai tambah produk, alternatif responsiveness (kemampuan reaksi rantai pasok), dan indikator siklus waktu pemenuhan pesanan menjadi prioritas yang paling berperan pentingReferensi
Alim S, Marimin, Yandra A, dan Faqih U. 2011. Studi Peningkatan Kinerja Manajemen Rantai Pasok Sayuran Dataran Tinggi di Jawa Barat. Jurnal Agritech, Vol. 31, No. 1, Institut Pertanian Bogor,Bogor.
Artaya I. 2015. Analisis Faktor Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk Usaha Kecil di Kota Sidoarjo dalam Menghadapi Persaingan Pasar Bebas Asean. Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Narotama Surabaya.
Astuti, R. 2012. Pengembangan Rantai Pasok Buah Manggis Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Disertasi tidak dipublikasikan. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Chopra S, Meindehl P. (2007). Supply Chain Management : Strategy, Planning, andOperation. Pearson Prentice Hall. New Jersey.
Guritno A D, Fujianti R, Kusumasari D. (2015). Assessment of the Supply Chain Factors and Classification of Inventory Management in Suppliers’ Level of Fresh Vegetables. Agriculture and Agricultural Science Procedia. 3, pp 51-55.
Handfield RB, Ernest L, Nichols Jr. (2012). Supply Chain Redesign. Prentice Hall. New Jersey.
Marimin dan Maghfiroh N. 2010. Aplikasi Teknik Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Rantai Pasok. Penerbit IPB Press. Bogor
Pujawan IN. 2005. Supply Chain Management. Guna Widya. Surabaya.
Saaty, Thomas L. 2001. Decision Making with Dependence and Feedback : The Analytical Network Process 2nd ed. RWS Publications. Pittsburgh
Setiawan A, Marimin, Arkeman Y, Udin F. (2011). Studi peningkatan kinerja manajemen rantai pasok sayuran dataran tinggi di Jawa Barat. Jurnal Aritech. 31(1), pp 60-70.
Sukenda dan Afrizone.Z.P. 2011. Sistem Pendukung Keputusan untuk Memilih Kendaraan Bekas dengan Menggunakan Metode Analitic Hierarchy Process (AHP). Penerbit Teknik Informatika Universitas Widyatama.
Syarif, H., Marimin, Ani, S., Sukardi, dan Mohamad, Y. 2012. Modifikasi Metode Hayami untuk Perhitungan Nilai tambah pada Rantai Pasok Agroindustri Kelapa Sawit. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 22(1) : 22-31.
Yolandika C, Nurmalina R, Suharno. (2016). Analisis Supply Cahin Management Brokoli CV. Yan’s Fruit and Vegetable di Kabupaten Bandung Barat. Tesis. Program Magister Agribisnis. Institut Pertanian Bogor.
Yuniar, A., R. 2012. Analisis Manajemen Rantai Pasok Melon Di Kabupaten Karanganyar. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/