Peningkatan Gelombang Elektromagnetik Menurunkan Laju Perkecambahan Padi Beras Merah Cenana Jatiluwih (Oryza Sativa Var Barac Cenana)

Penulis

  • Gede Viqtor Arya Nugraha Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Unud
  • I Made Anom S Wijaya Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Unud
  • I Wayan Widia Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Unud

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p07

Kata Kunci:

Medan Elektromagnetik, Perkecambahan Beras, Beras Lokal, Perendaman, Pembibitan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemaparan medan e lektromagnetik terhadap padi varietas lokal serta mengetahui medan elektromagnetik dan waktu perendaman yang tepat sehingga menghasilkan perkecambahan padi varietas lokal yang terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan faktorial yang ter diri dari dua faktor. Faktor yang pertama yaitu kuat medan elektromagnetik dari 0 mT, 2 mT, 3 mT dan 4 mT, sedangkan faktor kedua yaitu lama perendaman terdiri dari 48, 64,dan 96 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam, kemudian dilanjutkan dengan uji duncan apabila perlakuan berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kuat paparan elektromagnetik dengan tegangan tertentu mengakibatkan adanya penurunan terhadap persentase perkecambahan benih padi , sedangkan untuk perlakuan p erendaman, semakin lama perendaman benih menghasilkan peningkatan persentase perkecambahan padi. Perkecambahan padi terbaik dihasilkan pada pemaparan medan elektromagnetik tegangan 2 m T dengan lama perendaman 96 jam

Referensi

Adnyana, I. W. (2009). Studi paparan medan magnet saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) pada pertumbuhan sayuran caisim (Brassica juncea L). Jurnal Ecotrophic, 4(2), 118–124.

Agustina, R. (2008). Fisiologi dan anatomi cocor bebek (Kalanchoe pinnata Pers) yang ditumbuhkan di bawah pengaruh medan magnet. Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II, Universitas Lampung, Bandar Lampung.

Aladjadjiyan, A. (2002). Study of the influence of magnetic field on some biological characteristics of Zea mays. Journal of Central European Agriculture, 3(2). http://www.agr.hr/jcea

De Souza, A., Garcia, D., Sueiro, L., Gilart, F., Porras, E., & Licea, L. (2005). Pre-sowing magnetic treatments of tomato seeds increase the growth and yield of plants. Bioelectro-magnetics, 27, 247–257.

Eka, P., Wijaya, I. M. A. S., & Gunadnya, I. B. P. (2016). Peranan kuat medan elektromagnetik dalam memacu pertumbuhan vegetatif tanaman krisan (Chrysanthemum). Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), Universitas Udayana, Jimbaran.

Kemala, D. (2011). Efek medan elektromagnetik pada perkecambahan benih dan pertumbuhan tanaman tomat cherry [Skripsi]. Universitas Udayana, Denpasar.

Khizenkov, P. K., Dobritsa, N. V., Netsvetov, M. V., & Driban, V. M. (2001). Influence of low- and superlow-frequency alternating magnetic fields on ionic permeability of cell membranes. Dopv Nats Akad Nauk Ukr, 4, 161–164.

Magnetoreception in plant. (n.d.). Available at: https://www.researchgate.net/publication/7485507_Magnetoreception_in_plant

[Accessed 8 Feb 2018].

Wirawan, S., Suputra, I. M., Wijaya, I. M. A. S., & Tika, I. W. (2015). Kajian frekuensi dan lama pemaparan medan elektromagnetik pada fase generatif terhadap produksi dan kualitas bunga krisan (Chrysanthemum). Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), Universitas Udayana, Jimbaran.

Unduhan

Diterbitkan

2018-10-26

Cara Mengutip

Nugraha, G. V. A., Wijaya, I. M. A. S., & Widia, I. W. (2018). Peningkatan Gelombang Elektromagnetik Menurunkan Laju Perkecambahan Padi Beras Merah Cenana Jatiluwih (Oryza Sativa Var Barac Cenana). Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 6(2), 106–111. https://doi.org/10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p07

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 > >>