MusikGamelan Bali MeningkatkanPertumbuhandanProduktivitasTanamanSawiPakcoy (Brassica rafa L.).
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p03Kata Kunci:
Gelombang suara, pertumbuhan tanaman, sawi pakcoyAbstrak
Pemberian gelombang suara dengan frekuensi tinggi dapat merangsang mulut daun (stomata) tetap terbuka , akibatnya laju dan efisiensi penyerapan pupuk meningkat yang bermanfaat bagi tanaman. Hasil penggunaan sonic bloom pada tanaman adalah mampu menstimuli r metabolisme sel - sel tanaman, sehingga terjadi peningkatan penyerapan nutrisi dan uap air lewat daun yang berpengaruh pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui pengaruh pemberian musik Gamelan Bali t erhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman sawi pakcoy dan (2) untuk menentukan jenis musik Gamelan Bali yang memberikan pertumbuhan dan produktivitas sawi pakcoy yang terbaik. Penelitan ini menggunakan tanaman sawi pakcoy ( Brassica Rafa L. ). Perlakuan yang diberikan dalam penelitian adalah pemberian musik gamelan bali dengan nuansa musik yang berbeda. Perlakuan 1 menggunakan musik gamelan Angklung, Perlakuan 2 menggunakan musik gamelan Semarpagulingan dan Perlakuan 3 menggunakan musik gamelan Gong Keb yar. Data yang diperoleh dianalis ANOVA dengan program IBM SPSS 20. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, luas kanopi daun tanaman, tingkat kehijauan daun tanaman, dan berat kering. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian musik gong kebyar mengha silkan nilai tertinggi pada variabel tinggi tanaman, luas kanopi daun, tingkat kehijauan daun, dan berat kering yang masing menghasilkan nilai yaitu yaitu 29,98 cm, 1684 cm 2 , 186,79, dan 68,61 gr. Pemberian musik memberikan pengaruh yang positif dan berbe da nyata pada pertumbuhan tanaman sawi pakcoy. Semakin tinggi frekuensi musik yang diberikan maka semakin baik pertumbuhan tanaman sawi pakcoy yang dihasilkan.Referensi
Afifuddin, D. 2004. Biosistem, mekanisme kerja dan peranannya dalam metabolisme. Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara.
Astawan, M. 2007. Sehat optimal dengan sayur dan buah. http://unhas.ac.id/rhiza/arsip/kuliah/Thesis_DLL/Tracy_jurnal_edit2.pdf
. Diakses tanggal 25 Juli 2017.
Carlson, D. 2001. Sonic bloom, a 90-minute explanatory video. Scientific Enterprises, Inc., Hazel Hills Farm, Wisconsin, USA.
Permana, I. G. P. E., I. M. A. S. Wijaya, dan I. B. P. Gunadnya. 2013. Peranan kuat medan elektromagnetik dalam memacu pertumbuhan vegetatif tanaman krisan (Chrysanthemum). Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), Universitas Udayana, Jimbaran.
Suputra, I. M. W., I. M. A. S. Wijaya, dan I. W. Tika. 2015. Kajian frekuensi dan lama pemaparan medan elektromagnetik pada fase generatif terhadap produksi dan kualitas bunga krisan (Chrysanthemum). Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), Universitas Udayana, Jimbaran.
Utami, S., M. Novaliza, dan D. Iriani. 2012. Aplikasi musik klasik, pop, dan hard rock terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabai merah kriting (Capsicum annuum var. Longum (DC.) Sendtn). Universitas Riau, Pekanbaru.
Wahyuni, W. A., I. M. A. S. Wijaya, dan I. M. Nada. 2017. Laju pertumbuhan tanaman krisan (Chrysanthemum) pada pemberian tambahan cahaya lampu LED kombinasi warna merah-biru dengan metode siklik. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), Universitas Udayana, Jimbaran.
Wiguna, I. K. W., I. M. A. S. Wijaya, dan I. M. Nada. 2015. Pertumbuhan tanaman krisan (Chrysanthemum) dengan berbagai warna cahaya lampu LED selama 30 hari pada fase vegetatif. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), Universitas Udayana, Jimbaran.
Yoginugraha, P. P. I., I. M. A. S. Wijaya, dan I. M. Nada. 2016. Laju pertumbuhan vegetatif tanaman krisan (Chrysanthemum) pada penambahan cahaya lampu LED merah secara siklik selama 30 hari. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), Universitas Udayana, Jimbaran.
Zulkarnain. 2010. Dasar-dasar hortikultura. Jakarta: Bumi Aksara.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/