Metode Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan untuk Meminimumkan Biaya Pengadaan Bahan Baku Produksi Keripik Kentang (Studi Kasus di CV. Lima Roti Dua Ikan)

Penulis

  • Nadine Nasya Riesta Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Indonesia
  • I Wayan Widia Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Indonesia
  • I Gst Ketut Arya Arthawan Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p06

Kata Kunci:

perencanaan produksi, pengendalian persediaan, pengadaan bahan baku, keripik kentang

Abstrak

Meminimumkan biaya dilakukan untuk mencapai biaya pengadaan bahan baku yang rendah dan harga jual produk lebih kompetitif sehingga mampu mendapatkan keuntungan yang besar. Penelitian ini bertujuan menentukan metode perencanaan produksi dan pengendalian persediaan untuk meminimumkan biaya pengeluaran pada produksi keripik kentang. Data yang digunakan merupakan data jangka pendek yang akan di perhitungkan untuk tahun selanjutnya, yang diperoleh dari perusahaan yang memproduksi keripik kentang sejak tahun 2013 yaitu CV. Lima Roti Dua Ikan. Data yang dibutuhkan ialah data bulanan selama 3 tahun terakhir, periode Januari 2018 hingga Desember 2020. Metode perencanaan produksi yang dievaluasi berdasarkan dua jenis metode yaitu SMA dan ES sedangkan metode pengendalian persediaan yang dievaluasi berdasarkan dua jenis metode yaitu EOQ dan JIT. Hasil penelitian menunjukan metode yang tepat digunakan untuk perencanaan produksi ialah ES dengan koefisien pemulusan 0,1 yang menghasilkan nilai MAPE sebesar 0,43%. Metode yang ekonomis digunakan untuk pengendalian persediaan ialah EOQ yang memiliki selisih dengan dataaktual perusahaan 35,71% pada tahun 2018 yaitu sebesar Rp 19.198.507,29, selisih 31,69% pada tahun 2019 yaitu sebesar Rp 20.104.228,21, dan selisih 28,91% pada tahun 2020 yaitu sebesar Rp 18.591.797,07. Dengan hasil perhitungan biaya pengendalian persediaan menunjukkan bahwa EOQ merupakan metode yang paling ekonomis dibandingkan dengan sistem yang telah diterapkan oleh perusahaan dan dengan metode JIT. Metode perencanaan produksi berdasarkan peramalan permintaan yang memiliki nilai kesalahan paling kecil ialah ES dengan koefisien pemulusan 0,1 dan metode pengendalian persediaan yang memiliki biaya yang paling ekonomis ialah EOQ. Dikatakan paling ekonomis karena memiliki nilai biaya penghematan paling maksimal.

Referensi

Alfiyani, N., Wulandari, N., & Adawiyah, D. R. (2019). Validasi metode pendugaan umur simpan produk pangan renyah dengan metode kadar air kritis. Jurnal Mutu Pangan, 6(1), 1–8. https://doi.org/10.29244/jmpi.2019.6.1.1

Ansori, M., Mulyani, S., & Admadi, B. (2014). Jalur distribusi paprika (Capsicum annuum var. grossum), margin pemasaran, dan keuntungan dari Kecamatan Baturiti ke Kota Denpasar. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 2(1), 39–48.

Asgar, A., Kusmana, Rahayu, S. T., & Sofiari, E. (2011). Uji kualitas umbi beberapa klon kentang untuk keripik. Jurnal Hortikultura, 21(1), 51–59. https://doi.org/10.21082/jhort.v21n1.2011.p51-59

Aviantara, I. G. N. A., & Sarjana, P. (2018). Kajian sistem jaminan mutu pada budidaya paprika di greenhouse Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 3(2), 338–341.

Azmi Fahma Amrillah, Z. A., Zaini, Z., & Wibowo, N. P. G. W. E. (2016). Analisis metode Economic Order Quantity (EOQ) sebagai dasar pengendalian persediaan bahan baku pembantu. Jurnal Administrasi Bisnis, 33(1), 35–42.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. (2018). Statistik hortikultura Provinsi Bali 2018. BPS Provinsi Bali.

Benny, B., & Soemapradja, T. G. (2010). Simulasi perdagangan saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk dengan MACD dan Williams %R. Binus Business Review, 1(2), 508–517. https://doi.org/10.21512/bbr.v1i2.1098

Dewi, I. G. A. I. K., Aviantara, I. G. N. A., & Widia, I. W. (2020). Distribusi serapan paprika pada rantai pasok dari Kecamatan Baturiti hingga konsumen. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8(1), 122–129.

Efendi, J., Hidayat, K., & Faridz, R. (2019). Analisis pengendalian persediaan bahan baku kerupuk menggunakan metode EOQ. Performa, 18(2), 125–134. https://doi.org/10.20961/performa.18.2.35418

Eunike, A., Setyanto, N. W., Yuniarti, R., Hamdala, I., Lukodono, R. P., & Fanani, A. A. (2018). Perencanaan produksi dan pengendalian persediaan. UB Press.

Fauzi, E., Putra, W. E., Ishak, A., & Astuti, H. B. (2020). Pendugaan model peramalan harga ekspor kopi Indonesia. Jurnal AGRITEPA, 7(1), 22–30.

Febriyanto, G. R. (2016). Strategi pemasaran cabe paprika di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Jurnal DwijenAGRO, 6(2), 10–17.

Hayami, Y., & Kawagoe, T. (1987). The agrarian origins of commerce and industry: A study of peasant marketing in Indonesia. St. Martin’s Press.

Hidayatulloh, R., Koestiono, D., & Setiawan, B. (2015). Analisis rantai nilai usahatani sayuran organik. Jurnal AGRISE, 15(1), 155–165.

Hudaningsih, N., Utami, S. F., & Jabbar, W. A. A. (2020). Perbandingan peramalan penjualan menggunakan metode single moving average dan single exponential smoothing. Jurnal Informatika, Teknologi dan Sains, 2(1), 15–22. https://doi.org/10.51401/jinteks.v2i1.554

Kementerian Pertanian. (2019). Direktori perkembangan konsumsi pangan. Badan Ketahanan Pangan.

Lestari, P., Darwis, D., & Damayanti. (2019). Komparasi EOQ dan Just In Time terhadap efisiensi biaya persediaan. Jurnal Akuntansi, 7(1), 30–44. https://doi.org/10.24964/ja.v7i1.703

Makarawung, V., Pangeman, P. A., & Pakasi, C. B. D. (2017). Analisis nilai tambah pisang menjadi keripik pisang. Jurnal AGRISE, 13, 83–90.

Maricar, M. A. (2019). Perbandingan akurasi moving average dan exponential smoothing. Jurnal Sistem dan Informatika, 13(2), 36–45.

Nursidiq, A., Noor, T. I., & Trimo, L. (2020). Analisis kinerja sistem agribisnis paprika. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 4(4), 827–837.

Rahman, S. (2015). Analisis nilai tambah agroindustri chips jagung. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 4(3), 108–111.

Restutningsih, N. L. P., Diarta, I. K. S., & Sudarta, I. W. (2016). Motivasi petani dalam berusahatani hortikultura. Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, 5(1), 100–105.

Sidabutar, N. R., Gunadnya, I. B. P., & Pudja, I. A. R. P. (2020). Kepuasan petani paprika terhadap penggunaan fungisida kimia. Jurnal BETA, 8, 301–308.

Sihite, E. W., Apriadi, I. G. N., & Yuliarti, N. L. Y. (2018). Analisis nilai tambah selada di pasar modern. Jurnal BETA, 2, 55–63.

Tubagus, L. S., Mangantar, M., & Tawas, H. (2016). Analisis rantai pasokan cabai rawit. Jurnal EMBA, 4(2), 613–621.

Widyastuti, P. (2018). Kualitas dan harga sebagai variabel keputusan pembelian sayuran organik. Ekspektra: Jurnal Bisnis dan Manajemen, 2(1), 17–26.

Witjaksono, J. (2017). Analisis nilai tambah rantai pasok jagung pakan ternak. Jurnal Pangan, 26(1), 13–22.

Unduhan

Diterbitkan

2022-09-30

Cara Mengutip

Riesta, N. N., Widia, I. W., & Arthawan, I. G. K. A. (2022). Metode Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan untuk Meminimumkan Biaya Pengadaan Bahan Baku Produksi Keripik Kentang (Studi Kasus di CV. Lima Roti Dua Ikan). Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 10(2), 244–252. https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p06

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 > >>