Hubungan Antara Persentase Serangan Hama Tikus dengan Produktivitas LahanMelalui Pendekatan Foto Udara
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p05Kata Kunci:
hama padi, tikus sawah, foto udara, persentase serangan, produktivitasAbstrak
Hama tikus adalah salah satu hama yang dapat merugikan petani. Serangan hama tikus d apat menurunkan hasil panen bahkan dapat mengakibatkan gagal panen. Serangan hama tikus pada tanaman padi akan m empen garuhi produktivitas lahan. S emakin besar persentase serangan hama tikus maka produktivitas lahan akan semakin rendah. Untuk itu p enelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persentase serangan dengan produktivitas lahan. Tahapan – tahapan yang harus dilalui dalam penelitian ini antara lain, pe ngambi lan data, analisis image processing, analisis regresi, validasi dan diakhiri dengan perhitungan akurasi . Pengambilan data dilapangan meliputi akuisisi foto udara dan pengukuran hasil panen. Analisis image processing menggunakan bantuan software Adobe Photoshop CS6 dan software Matlab 2013. Analisis regresi menggunakan bantuan software Microsoft Excel 2013 dengan menggunakan tiga jenis analisis regresi , antara lain : regresi linier, regresi kuadratik, regresi polinomial pangkat 3. P ersamaan regresi polinomial pangkat 3 menghasilkan persamaan terbaik. Persamaan polinomian pangkat 3 yang didapat adalah sebagai berikut y = - 1.10 - 6 x 3 + 0,0003x 2 – 0,0218x + 0,6159 dengan koefi sien determinasi sebesar 0,9645 atau dapat pula diartikan 96,4 5 % variasi dari variabel terikat dapat dijelaskan oleh variabel bebas. Nilai error yang dimiliki persamaan tersebut adalah 8,17%Referensi
Arafah. (2009). Pedoman teknis perbaikan kesuburan lahan sawah berbasis jerami. Jakarta: Gramedia.
Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura. (2017). Luas tambah serangan 5 OPT utama tanaman padi di Bali tahun 2010–2017. Gianyar.
Bhaskara, P., Wijaya, I. M. A. S., & Setiyo, Y. (2015). Pengembangan algoritma image processing untuk menduga hasil panen padi. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 3(1).
Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian. (2016). Pedoman bantuan premi asuransi usahatani padi. http://psp.pertanian.go.id/assets/file/2016/PEDUM20AUTP201520Jan202016.pdf
(diakses pada 19 Mei 2017)
Hadi, S. (2004). Analisis regresi. Yogyakarta: Andi Offset.
Hakim, A. R. (2010). Perancangan sistem informasi pengukuran konduktivitas hidraulik tidak jenuh tanah dengan sensor tensiometer dan higrometer digital [Skripsi]. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Jember.
Harahap, I. S., & Tjahjono, B. (2003). Pengendalian hama penyakit. Jakarta: Penebar Swadaya.
Hardle, W. (1990). Smoothing techniques with implementation in S. New York: Springer Verlag.
Kartohardjono, A., Kertoseputro, D., & Suryana, T. (2009). Hama padi potensial dan pengendaliannya. http://www.litbang.pertanian.go.id/special/padi/bbpadi_2009_itp_16.pdf
(diakses pada 20 Mei 2017)
Luknanto, D. (1992). Regresi kuadrat terkecil untuk kalibrasi bangunan ukur debit. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Priyambodo. (1995). Pengendalian hama tikus terpadu. Jakarta: Penebar Swadaya.
Santika, P., Wijaya, I. M. A. S., & Gunadnya, I. B. P. (2016). Kualitas foto udara pada berbagai ketinggian. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 4(2), 76–80.
Sinungan, M. (2003). Produktivitas: Apa dan bagaimana. Jakarta: Bumi Aksara.
Suwarto. (2011). Kelembagaan lahan dan tenaga kerja pada usahatani: Suatu analisa pada lahan kering. Surakarta: UNS Press.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/