Strategi Peningkatan Mutu Produk Dodol Salak Bali Pada UD. Nantafood Denpasar
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p06Kata Kunci:
Quality Function Deployment, dodol salak, kualitas produk, kepuasan pelangganAbstrak
UD. Nantafood merupa kan perusahaan yang bergerak di dalam bidang pengolahan makanan dengan bahan utama buah salak salah satunya yaitu produk dodol salak Bali . Produk dodol yang dihasilkan mampu masuk ke pusat pembelanjaan oleh - oleh di Bali . Penelitian ini mempunyai beberapa tujuan utama yaitu: (1) menentukan atribut produk dodol salak Bali yang dirasa penting bagi konsumen, (2) menentukan nilai kepentingan konsumen untuk penilaian kualitas produk dodol salak Bali , (3) menentukan nilai kepuasan konsumen untuk penilaian kualitas produk dodol salak Bali . (4) menentukan strategi yang tepat untuk peningkatan kualitas produk. Hasil dari penelitian menunjukkan ada 10 poin atribut produk yang dinilai penting bagi konsumen, yaitu cita rasa dodol yang manis legit, tekstur dodol yang lengket dan kenyal, aroma wangi buah/ketan p ada dodol, warna dodol yang kecokelat - cokelatan, Masa simpan berkisar 3 - 5 bulan, harga jual produk berkisar Rp. 10.000 - Rp. 20.000, bentuk dodol persegi dan memiliki ukuran 2 x 1 x 3 cm, kemasan produk yang rapi dan aman dari benturan serta tekanan, Jumla h isi dodol produk 10 sampai 15 dodol dan Informasi produk berupa nama perusahaan tanggal kadaluarsa, komposisi bahan dan label halal. Nilai kepuasan terendah pada tekstur dodol yang lengket dan kenyal sebesar 3,79. Metode QFD digunakan untuk menentukan st rategi peningkatan mutu produk dodol salak Bali di UD. Nantafood Denpasar. Strategi yang dapat dilakukan oleh pihak UD. Nantafood untuk meningkatkan kualitas mutu produk dodol salak Bali adalah menggunakan pemilihan bahan yang tepat, memperhatikan rasio ba han yang digunakan, melakukan proses pemasakan yang tepat, dinginkan dan simpan ditempat yang baikReferensi
Ajis Setiawan, N., & Qomariah, H. H. (2020). Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen. Scientific Journal of Reflection: Economic, Accounting, Management and Business, 3(3), 261–270. https://doi.org/10.37481/sjr.v3i3.221
Alfredo Tutuhatunewa. (2010). Aplikasi metode Quality Function Deployment dalam pengembangan produk air minum kemasan. Arika, 4(1), 1–13.
Dwipayana, I. M. K., Sucipta, I. N., & Budisanjaya, I. P. G. (2020). Impact of working safety and health on the performance of workers on the suppression of rice in the Village of Jagapati, Angantaka, Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8(April), 35–44.
Fitria Alfiana, A., Hartiati, I. W. G. S. Y. (2020). Identifikasi prioritas perbaikan pada kualitas produk es kopi susu di Kovfee-Bali dengan metode Quality Function Deployment (QFD). Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 8(4), 502–512.
Ganantrya, P. D., Hartiati, A., & Sadyasmara, C. A. B. (2019). Strategi peningkatan kualitas produk ayam goreng Rumah Makan Ayam Goreng Asli Prambanan Renon, Denpasar. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 7(1), 21. https://doi.org/10.24843/jrma.2019.v07.i01.p03
González, M. E., Mueller, R. D., & Mack, R. W. (2008). An alternative approach in service quality: An e-banking case study. Quality Management Journal, 15(1), 41–58. https://doi.org/10.1080/10686967.2008.11918055
Pane, L., Matondang, A. R., & Ginting, R. (2013). Upaya peningkatan kualitas jasa kesehatan menggunakan integrasi Quality Function Deployment (QFD) dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Jurnal Teknik Industri USU, 1(3), 31–36.
Pradnyasuari, N. L. A., Wijaya, I. M. A. S., & Pudja, I. A. R. P. (2020). Tingkat kepuasan petani sayuran dalam penggunaan hand tractor di Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8(2), 364–372. https://ojs.unud.ac.id/index.php/beta/article/view/53464/32228
Puji Priyono, & Yuamita, F. (2022). Pengembangan dan perancangan alat pemotong daun tembakau menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan, 1(3), 137–144. https://doi.org/10.55826/tmit.v1iiii.45
Putri, R. A., & Effendi, M. E. U. (2005). Kualitas pelayanan konsumen dengan metode Quality Function Deployment (QFD). Jurnal Industria, 4(1), 41–52.
Ranitaswari, P. A., Mulyani, S., Anom, C., & Sadyasmara, B. (2018). Analisis kepuasan konsumen terhadap kualitas produk kopi dan kualitas pelayanan menggunakan metode Importance Performance Analysis (studi kasus di Geo Coffee). Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 6(2), 147–157.
Sangadji, E. M. (2013). The effect of organizational culture on lecturers’ job satisfaction and performance (East Java). International Journal of Learning & Development, 3(3), 1–18. https://doi.org/10.5296/ijld.v3i3.3673
Suprihatini, R. (2005). Aplikasi Quality Function Deployment (QFD) di industri teh hitam orthodox Indonesia. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 8(3), 426–435.
Suwana, I. K., Tuningrat, I., & Satriawan, I. K. (2012). Penerapan Quality Function Development (QFD) untuk memenuhi kepuasan pelanggan CV Tirta Taman Bali-Bangli. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 3(1), 106–116.
Tyasdela, P. C., Satriawan, I. K., & Wiranatha, A. S. (2015). Penerapan metode Quality Function Deployment dalam upaya memenuhi kepuasan pelanggan terhadap layanan pesan antar pizza (studi kasus pada S2 Pizza, Bali). Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 3(3), 143–154.
Yuarini, D. A. A., Satriawan, I. K., & Suardi, I. D. P. O. (2015). Strategi peningkatan kualitas produk sayuran segar organik pada CV. Golden Leaf Farm Bali. Jurnal Manajemen Agribisnis, 3(2), 262–297.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/