Efektivitas Pemberian Mol Tape Singkong Sebagai Bioaktivator Terhadap Pengomposan Sampah Organik
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p02Kata Kunci:
lama waktu pengomposan, mol tape singkong, sampah organikAbstrak
Aktivitas rumah tangga menimbulkan tumpukan sampah di Perumahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo dengan estimasi sampah setiap rumah tangga menghasilkan 28 kg/hari dan 10.200 kg/tahun. Pengomposan adalah metode yang tepat untuk mengolah sampah rumah tangga dengan bioaktivator mol tape singkong. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas mol tape singkong sebagai bioaktivator terhadap lama waktu pengomposan dengan variasi dosis kontrol, 15 ml, dan 30 ml. Penelitian ini menggunakan eksperimen dengan pendekatan post test only one control group design. Parameter yang diamati antara lain indikator fisik (suhu dan kelembaban), uji kandungan unsur hara
nitrogen, dan C-Organik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian mol tape singkong dosis 30 ml mampu mengomposkan selama 10 hari dengan indikator parameter fisik suhu 40oC, kelembaban 50%, kandungan nitrogen 12,57%, dan C-Organik 15,49% sesuai standar Permentan 2011.
Referensi
Anshah, S. A., Prajati, G., & Suryawan, I. W. K.
(2019). Pengaruh Waktu Pengomposan Dan
Komposisi Kompos Sampah Organik Terhadap
Laju Pertumbuhan Daun Tanaman Kacang
Panjang (Vigna Cylindrica (L.). Jurnal
Rekayasa Sipil Dan Lingkungan, 3(1), 1–7.
Dewilda, Y., Aziz, R., & Handayani, R. A. (2019).
The Effect Of Additional Vegetables And
Fruits Waste On The Quality Of Compost Of
Cassava Chip Industry Solid Waste On
Takakura Composter. Iop Conference Series:
Materials Science And Engineering, 602(1).
Https://Doi.Org/10.1088/1757
899x/602/1/012060
Ekawandani, N & Kusuma, A. A. (2018).
Pengomposan Sampah Organik (Kubis Dan
Kulit Pisang) Dengan Menggunakan Em4.
Jurnal Tedc, 12(1), 38–43.
Fauzi, M. I., & Wulandari, S. (2021). The Effect Of
Giving Em-4 On The Decomposition Of
Campus Solid Waste As A Design Of Students
Work Sheets ( Lkpd ) For Sma Biology Subject
Dekomposisi Limbah Padat Kampus Sebagai
Rancangan Lembar Kerja Peserta Didik
( Lkpd ) Mata. Jom Fkip, 8, 1–13.
Habullah, Ashar, T., & Nurmaini. (2019). Analisis
Pengelolaan Sampah Di Kota Subulussalam.
Junrnal Jumantik, 4(2), 14–15.
Kaleka, N. (2020). Pintar Membuat Kompos Dari
Sampah Rumah Tangga Dan Limbah
Pertanian/Peternakan. Pustaka Baru.
Kementrian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan.
(2020). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah
Nasional. Https://Sipsn.Menlhk.Go.Id/Sipsn/
Larasati, A. A., Puspikawati, S. I., Lingkungan, D.
K., Studi, P., Masyarakat, K., & Kesehatan, F.
(2019). Pengolahan Sampah Sayuran Menjadi
Kompos Dengan Metode Takakura. Jurnal
Ikesma, 15, 61.
Mardwita, Yusmartin, E. S., Melani, A., Atikah, A.,
& Ariani, D. (2019). Pembuatan Kompos Dari
Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair Dan
Pupuk Padat Menggunakan Komposter. Jurnal
Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2),
80–83.
Panjaitan, H., Ali, H., Mulyati, S., Kesehatan, P.,
Kesehatan, K., & Lingkungan, J. K. (2014).
Efektifitas Mikroorganisme Lokal (Mol) Tape
Sebagai Aktivator Pembuatan Kompos. Jurnal
Media Kesehatan, 7, 26–27.
Peraturan
Menteri
Pertanian
Nomor
70/Permentan/Sr.140/10/2011 Tentang Pupuk
Organik, Pupuk Hayati Dan Pembenah Tanah,
Permentan 17 (2011).
Pila, I. M., Putra, A., & Setiyo, Y. (2018). Pengaruh
Kadar Air Terhadap Proses Pengomposan
Jerami Dicampur Kotoran Sapi. Beta
(Biosistem Dan Teknik Pertanian), 6, 48–54.
Pradiksa, O. I., & Setyati, W. A. (2022). Pengaruh
Bioaktivator Em4 Terhadap Proses Degradasi
Pupuk Organik Cair Serasah Cymodocea
Serrulata. 11(2), 136–144.
Prasetyo, A. F., & Suryadi, U. (2017). Pemanfaatan
Mikro Organisme Lokal Sebagai Starter
Pembuatan Pupuk Organik Limbah Ternak
Domba. Jurnal Pengabdian Masyarakat
Peternakan, 2(2), 76–83.
Purnomo, E. A., Sutrisno, E., Sumiyati, S., & A.
(2017). Pengaruh Variasi C/N Rasio Terhadap
Produksi Kompos Dan Kandungan Kalium
(K), Pospat (P) Dari Batang Pisang Dengan
Kombinasi Kotoran Sapi Dalam Sistem
Vermicomposting. Jurnal Teknik Lingkungan,
6(2), 1–15.
Raja, M. M., M., Raja, A., M. H., & S. And Sheik
Mohamed, A. (2012). Screening Of Bacterial
Compost From Spoiled Vegetables And Fruits
And Their Physiochemical Characterization.
International Food Research Journal, 19(3),
1193–1198.
Ridanar, N. P., Handayani, S. M., & Adi, R. K.
(2021). "Membangun Sinergi Antar Perguruan
Tinggi Dan Industri Pertanian Dalam Rangka
Implementasi Merdeka Belajar Kampus
Merdeka ” Pengembangan Inovasi Pembibitan
Porang ( Amarphopallus Onchophillus L .).
Seminar Nasional Dies Natalis Ke-45 Uns,
5(1), 867–875.
Roeswitawati, D. (2018). The Effect Of Local
Microorganism (Mol) Concentration Of
Banana Hump And Fruit Waste On The
Growth And Yield Of Broccoli Plants
(Brassica Oleracea). Advances In Engineering
Reasearch, 172(Fanres), 310–314.
Royaeni, Pujiono, & Pudjowati, D. T. (2014).
Pengaruh Penggunaan Bioaktivator Mol Nasi
Dan Mol Tapai Terhadap Lama Waktu
Pengomposan Sampah Organik Pada Tingkat
Rumah Tangga. Jurnal Kesehatan, 13(1), 1
102.
Santoso, A., & Prakosa, C. (2010). Karakteristik
Tape
Buah
Sukun
Hasil
Fermentasi
Penggunaan Konsentrasi Ragi Yang Berbeda
Oleh : Agus Santosa Dan Cucut Prakosa.
Magistra, 22(73), 48–55.
Siagian, S. W., Yuriandala, Y., & Maziya, F. B.
(2021). Analisis Suhu, Ph Dan Kuantitas
Kompos Hasil Pengomposan Reaktor Aerob
Termodifikasi Dari Sampah Sisa Makanan Dan
Sampah Buah. Jurnal Sains &Teknologi
Lingkungan,
13(2),
166–176.
Https://Doi.Org/10.20885/Jstl.Vol13.Iss2.Art7
Soeryoko, H. (2010). Kiat Pintar Memproduksi
Kompos Dengan Pengurai Buatan Senditi
(20th Ed.). Lily Publisher.
Suwatanti, E., & P, W. (2017). Pemanfaatan Mol
Limbah Sayur Pada Proses PembuatanKompos. Jurnal Mipa, 40(1), 1–2.
Wanitaningsih, S. K. (2013). Pembuatan Kompos
Skala Rumah Tangga Sebagai Salah Satu
Upaya Penanganan Masalah Sampah Di Kota
Mataram. Media Bina Ilmiah, 7(1978–3787),
24.
Widyabudiningsih, D., Troskialina, L., Fauziah, S.,
Shalihatunnisa, S., Riniati, R., & Djenar, S.
(2021). Pembuatan Dan Pengujian Pupuk
Organik Cair Dari Limbah Kulit Buah-Buahan
Dengan Penambahan Bioaktivator Em4 Dan
Variasi Waktu Fermentasi. Ijca (Indonesian
Journal Of Chemical Analysis), 4(1), 30–39.
Https://Doi.Org/10.20885/Ijca.Vol4.Iss1.Art4
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-09 (2)
- 2023-09-30 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/