Perbandingan Produksi Biogas BiodigesterBatchdan Kontinu pada Instalasi Biogas Kotoran Ternak
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p18Kata Kunci:
batch, biogas, kontinu, teknologi biogasAbstrak
Teknologi biogas merupakan teknologi tepat guna mengolah limbah kotoran ternak secara anaerob dengan memanfaatkan bakteri methanogen untuk menghasilkan gas methana (CH4). Biogas menggunakan bahan baku kotoran ternak dapat diperbaharui (renewable fuel) dan mudah terbakar (flammable) dengan memiliki kandungan gas methana (CH4) bersifat bersih, dan tidak berasap hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan produksi biogas dengan lama waktu fermentasi yang sama untuk memperoleh perbandingan produksi biogas biodigester batch dan kontinu pada instalasi biogas kotoran ternak. Penelitian dimulai dengan design biodigester menggunakan microsoft paint dan membuat alat biodigester. Perbandingan kombinasi fases dan air sebanyak 1:1. Penelitian dilakukan dua kali uji coba yaitu : biodigester batch sekali isi sebanyak 228 kg dan kontinu sebanyak 228 kg dengan penambahan campuran bahan baku sekali dalam tiga hari sebanyak 18 kg. Kedua uji coba dilakukan pengamatan setiap hari menggunakan manometer U untuk menganalisis produksi biogas biodigester batch dan kontinu. Berdasarkan analisis spesifikasi biodigester yang digunakan adalah kapasitas tabung reaktor 0,254 m3, kapasitas isi bahan baku 0,19 m3, volume ruang biogas 0,06 m3. Biodigester batch memiliki tekanan maksimal pada hari ke-25 sebesar 104060,7 Pa dengan produksi volume biogas adalah 0,0616199 m3. Biodigester sistem kontinu memiliki tekanan maksimal pada hari ke-25 sebesar 105330,9 Pa dengan produksi volume biogas adalah 0,0623721 m3. Berdasarkan uji coba mendapat kesimpulan bahwa produksi biogas kontinu menghasilkan tekanan dan volume biogas lebih tinggi dari batch. Produksi biogas sekali isi memiliki potensi biogas yang dihasilkan lebih maksimal pada biodi gester batch, sedangkan produ ksi biogas secara kontinu akan menghasilkan keberlanjutan produksi biogas setiap harinyaReferensi
Adiani, K. M., Gunadnya, I. B. P., & Setiyo, Y. (2019). Pengaruh Penambahan Urea Pada Mediad Dan Pemanasan Terhadap Produksi Biogas. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(1), 86. Https://Doi.Org/10.24843/Jbeta.2020.V08.I01.P11
Afrian, C. (2017). Produksi Biogas Dari Campuran Kotoran Sapi Dengan Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum). Jurnal Teknik Pertanian, 6(1), 21–32.
Atmodjo, T. C. M., Dadang, R., & Hardoyo. (2014). Perancangan Tangki Biogas Portabel Sebagai Sarana Produksi Energi Alternatif Di Pedesaan. Widyariset, 17, 409–4016.
Candra Santoso, M., Giriantari, I. A. D., & Ariastina, W. G. (2019). Studi Pemanfaatan Kotoran Ternak Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Di Bali. Jurnal SPEKTRUM, 6(4), 58. Https://Doi.Org/10.24843/Spektrum.2019.V06.I04.P9
Darminto, P. (1984). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
Delvis, A., Kilat, B. A., & Rifky. (2017). Pengaruh Stater Ragi Dalam Proses Pembentukan Biogas Limbah Buah. Jurnal Seminar Nasional TEKNOKA, 02(ISSN), 2502–8782.
Dewi, R. P. (2018). Kajian Potensi Pemanfaatan Biogas Sebagai Salah Satu Sumber Energi Alternatif Di Wilayah Magelang. Journal Of Mechanical Engineering, 2(1). Https://Doi.Org/10.31002/Jom.V2i1.804
Eswanto, Ilmi, & Siahaan, A. R. (2018). Analisa Reaktor Biogas Campuran Limbah Kotoran Kambing Dengan Jerami Dan Em4 Sistem Menetap. SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, 12(1), 40–46. Https://Jurnal.Umj.Ac.Id/Index.Php/Sintek/Article/View/2626
Gantina, T. M., & Yuliyani, I. (2012). Kajian Potensi Biogas Limbah Makanan Dengan Umpan Awal Kotoran Sapi. Industrial Research Workhsop And National Seminar, 2–5.
Imbeah, M. (1998). Composting Piggery Waste. A Review. Department Of Animal Production.
Kruger, R. A., Liu, P., Fang, Y. R., & Appledorn, C. R. (1995). Photoacoustic Ultrasound (PAUS) Reconstruction Tomography. Medical Physics, 22(10), 1605–1609.
Mahardhian, G., Putra, D., Abdullah, S. H., Priyati, A., Setiawati, D. A., & Muttalib, S. A. (2017).Rancang Bangun Reaktor Biogas Tipe Portable Dari Limbah Kotoran Ternak Sapi. Design Of Portable Biogas Reactor Type For Cow Dung Waste. In Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian Dan Biosistem (Vol. 5, Issue 1).
Oerbandono, T., Widhiyanuriyawan, D., & Syah Permana Putra, F. (2013). Purifikasi Biogas Sistem Kontinyu Menggunakan Zeolit. In Jurnal Rekayasa Mesin (Vol. 4, Issue 1).
Oktavia, I., & Firmansyah, A. (2016). Pemanfaatan Teknologi Biogas Sebagai Sumber Bahan Bakar Alternatif Di Sekitar Wilayah Operasional PT. Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Field. Jurnal CARE, 1(1), 32–36.
Rahayu, A. S. (2015). Konversi POME Menjadi Biogas. Winrock International.
Rivaldo, A. R. (2021). Sistem Biogas Sebagai Energi Terbarukan Skala Rumah Tangga Dengan Memanfaatkan Limbah Ampas Tahu. Tugas Akhir Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Riau.
Sabatini, S. (2017). Biogas Babi Sebagai Bahan Bakar Pengganti Fosil Yang Ramah Lingkungan Di Kabupaten Samosir Sumatera Utara. September, 151–163.
Santoso, A. A. (2010). Produksi Biogas Dari Limbah Rumah Makan Melalui Peningkatan Suhu Dan Penambahan Urea Pada Perombakan Anaerob. Skripsi Sain, Universitas Sebelas Maret.
Shitophyta, L. M., Darmawan, M. H., & Rusfidiantoni, Y. (2022). Journal Of Chemical Process Engineering Produksi Biogas Dari
366Kotoran Sapi Dengan Biodigester Kontinyu Dan Batch : Review ( Biogas Production From Cattle Dung Using Continue And Batch Digester : 7(2655).
Sulisyanto, Y., S, Z., & Satata. (2016). Pemanfaatan Kotoran Sapi Sebagai Sumber Biogas Rumah Tangga Di Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Udayana Mengabdi, 15, 150–158.
Suriman, D. K. P., Soputan, J. E. M., Kalele, J. A. D., Rawung, V. R. W., Peternakan, F., Sam, U., Manado, R., & Korespondensi, *. (2021). Kombinasi Feses Sapi Dan Babi Sebagai Sumber Biogas (Vol. 41, Issue 1).
Wahyuni, S. (2010). Biogas. Penebar Swadaya
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/