Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2026-02-11. Baca versi terbaru.

Pengaruh Mesh Adsorben Arang Aktif Bambu Betung Pada Proses Pemurnian Asap Cair Tempurung Kelapa

Penulis

  • I Putu Ari Susila Aditya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Putu Surya Wirawan Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Gusti Ketut Arya Arthawan Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p08

Kata Kunci:

Asap cair, arang aktif, adsorben, dehidrasi, pemurnian

Abstrak

Asap cair merupakan hasil kondensasi pembakaran bahan organik melalui proses pirolisis. Asap cair grade 1 yang biasa digunakan untuk pengawet bahan makanan diproses melalui tahapan pemurnian dengan distilasi bertingkat yang memerlukan waktu cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas asap cair tempurung kelapa grade 1 berdasarkan SNI
8985:2021. Proses pemurnian asap cair menggunakan metode dehidrasi dengan adsorben arang aktif bambu betung dengan variasi ukuran 40 mesh, 60 mesh, 80 mesh, dan 100 mesh. Parameter yang diamati yaitu kadar air, kadar abu, SEM (Scanning Electron Microscopy), keasaman (pH), dan GC-MS (Gas Chromotography-Mass Spectroscopy). Hasil penelitian menunjukkan
perlakuan 40 mesh menghasilkan kadar air 4,38%; kadar abu 2,70%; pH 3,3; dan waktu pemurnian 87 menit. Perlakuan 60 mesh menghasilkan kadar air 5,78%; kadar abu 3,39%; pH 3,2; dan waktu pemurnian 90 menit. Perlakuan 80 mesh menghasilkan kadar air 5,95%; kadar abu 4,14%; pH 3,1; dan waktu pemurnian 93 menit. Perlakuan 100 mesh menghasilkan kadar air 6,75%; kadar abu 7,50%; pH 3; dan waktu pemurnian 100 menit. Asap cair grade 1 yang dihasilkan memiliki kandungan senyawa fenol sebesar 1,94% - 5,14%, senyawa creosol sebesar 5,84% - 15,56% dan senyawa asam sebesar 0,11% - 3,47%. Adsorben yang menggunakan ukuran 100 mesh direkomendasikan sebagai bahan pengawet makanan dengan karakteristik warna jenih, tidak berbau, nilai pH 3,0, senyawa fenol 5,14%, senyawa asam 3,27% dan creosol 15,56%.

Referensi

Adhitya, R., Alimuddin, & Aman, P. S. (2015).

Pemurnian Asap Cair Dari Kulit Durian Dengan

Menggunakan Arang Aktif. Journal of the

Japanese Society of Pediatric Surgeons, 10(2),

112–120.

https://doi.org/10.11164/jjsps.4.1_156_2

Ayu, P. R., Nyoman, U. G. I., & A.A.A, D. S. W.

(2018). Analisis Potensi Ketersediaan Tanaman

Bambu dan Pemasaran Kerajinan Bambu di

Desa Kayubihi Kecamatan Bangli Kabupaten

Bangli. Agribisnis Dan Agrowisata, 7(3).

https://doi.org/10.33140/tapi1

Badan Standardisasi Nasional - BSN. (1995). Standar

Nasional Indonesia untuk Arang Aktif Teknis

SNI 06-3730-1995. 20.

Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2021). Crude

Asap Cair Lignoselulosa sebagai Bahan Baku

(SNI 8985 : 2021 ). 1–24.

Baird, Z. S., Uusi-Kyyny, P., Pokki, J. P., Pedegert,

E., & Alopaeus, V. (2019). Vapor Pressures,

Densities, and PC-SAFT Parameters for 11 Bio

compounds. In International Journal of

Thermophysics (Vol. 40, Issue 11). Springer

US. https://doi.org/10.1007/s10765-019-2570-9

Diharyo, Salampak, Zafrullah, D., & Sulmi, G.

(2020). Pengaruh lama aktifasi dengan H3PO4

dan ukuran butir arang cangkang kelapa sawit

terhadap ukuran pori dan luas permukaan butir

arang aktif. Prosiding Seminar Nasional

Lingkungan Lahan Basah, 5(1), 48–54.

Fardiansyah, H. (2017). Pemanfaatan Media Bambu

Sebagai Adsorbent Penyerap Logam Kadmium

(Cd) dengan Perbandingan Tanpa Aktivasi dan

Aktivasi dengan Asam Sitrat. Skripsi. Publikasi.

Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan UII,

Yogyakarta.

Fauzan, F., & Ikhwanus, M. (2017). Pemurnian Asap

Cair Tempurung Kelapa Melalui Distilasi dan

Filtrasi Menggunakan Zeolit dan Arang Aktif.

Prosiding Semnastek, p-ISSN : 2407 – 1846, 1

2.

Herlina, P. K., Yoel, P., & Gazali-AI. (2020).

Pemanfaatan arang aktif dari bambu untuk

pengolahan limbah cair. Saintis, 1(2).

Jamilatun, S., & Salamah, S. (2015). Peningkatan

Kualitas Asap Cair Dengan Menggunakan

Arang Aktif Sntt Fgdt 2015. Simposium Nasional Teknologi Terapan (SNTT), 3, 1–6.

Jamilatun, S., Salamah, S., Aslihati, L., & Suminar,

W. (2016). Pengaruh Perendaman Ikan Nila

Dengan Asap Cair ( Liquid Smoke ) Terhadap

Daya Simpan. Seminar Nasional Sains Dan

Teknologi, November 2016, 1–8.

Lestari, E. S., Hadi, Y. S., & Pari, G. (2019).

Pemanfaatan Campuran Arang Aktif Kayu

Muntingia calabura L. dan Bakteri Escherichia

coli pada Pengolahan Limbah Kromium

Industri Elektroplating. Jurnal Penelitian Hasil

Hutan, 37(2), 105–122.

Nafi’ah, R. (2016). Kinetika Adsorpsi Pb ( II ) dengan

Adsorben Arang Aktif dari Sabut Siwalan.

Jurnal Farmasi Sains Dan Praktis, I(2), 28–37.

Nurrahmad, F. A., & Khalimatus, S. (2022).

Pengaruh Jenis Dan Rasio Penambahan

Adsorben Pada Pemurnian Asap Cair. Distilat:

Jurnal Teknologi Separasi, 8(1), 18–27.

https://doi.org/10.33795/distilat.v8i1.293

Sanjaya, A. S., & Agustine, R. P. (2015). Studi

Kinetika Adsorpsi Pb Menggunakan Arang

Aktif Dari Kulit Pisang. Konversi, 4(1), 17.

https://doi.org/10.20527/k.v4i1.261

Saputra, R. Y., Naswir, M., & Suryadri, H. (2020).

Perbandingan Karakteristik Asap Cair Pada

Berbagai Grade Dari Pirolisis Batubara. Jurnal

Engineering,

2(2),

96–108.

https://doi.org/10.22437/jurnalengineering.v2i2

.11531

Septian, F. D., & Nur, M. M. N. (2020). Kajian

Pengaruh Pemurnian Asap Cair dengan Metode

Distilasi dan Adsorpsi Menggunakan Zeolit

Alam. 1(2), 2–5.

Seri, M., & Feni, P. S. (2017). Pengaruh Suhu,

Waktu, Dan Kadar Air Bahan Baku Terhadap

Pirolisis Serbuk Pelepah Kelapa Sawit. Jurnal

Teknik

Kimia

USU,

6(2),

35–40.

https://doi.org/10.32734/jtk.v6i2.1581

Setyarini, H. D., Apriani, M., & Cahyono, L. (2021).

Karakterisasi Adsorben dari Ampas Teh Tanpa

Aktivasi dan Teraktivasi. l(2623), 156–159.

Shinta, N. Y. S., & Sinar, A. A. P. (2018). Pemurnian

Asap Cair Terhadap Kinerja Reaktor Pirolisis

Melalui Proses Filtrasi Zeolit Aktif. Prosiding

Seminar

Nasional

Teknologi

Industri,

Lingkungan Dan Infrastruktur, 1(September),

1–6.

Thuroihan Aminulloh. (2020). Pembuatan Asap Cair

Grade 1 Berbahan Limbah Tempurung Kelapa

Sebagai Bahan Pengawet. Skripsi. Publikasi.

Program Studi Budi Daya Tanaman

Hortikultura

Politeknik

Peternakan Mapena, Tuban.

Pertanian

dan

Walangare, K. B. A., Lumenta, A. S. M., Wuwung, J.

O., & Sugiarso, B. A. (2013). Rancang Bangun

Alat Konversi Air Laut Menjadi Air Minum Dengan

Proses

Destilasi

Sederhana

Menggunakan Pemanas Elektrik. Jurnal Teknik

Elektro

Dan

Komputer,

2(2).

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/elekdank

om/article/view/1786

Wirawan, I. P.S., Sutrisno, S., Seminar, K. B., &

Nelwan, L. O. (2018). Characteristics of

Microactive Carbon from Bamboo Var. Petung

as Adsorbent. IOP Conference Series: Earth

and

Environmental

Science,

https://doi.org/10.1088/1755

1315/147/1/012028

147(1).

Wirawan, I. Putu Surya, Mardjan, S. S., Seminar, K.

B., & Nelwan, L. O. (2018). Purification of

bioethanol with bamboo activated carbon as

adsorben. International Journal of Scientific

and Technology Research, 7(12), 166–169.

Unduhan

Diterbitkan

2023-09-30 — Diperbaharui pada 2026-02-11

Versi

Cara Mengutip

Aditya, I. P. A. S., Wirawan, I. P. S., & Arthawan, I. G. K. A. (2026). Pengaruh Mesh Adsorben Arang Aktif Bambu Betung Pada Proses Pemurnian Asap Cair Tempurung Kelapa . Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 11(2), 307–315. https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p08 (Original work published 30 September 2023)

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 > >>