Studi Beban Pendinginan Ikan Menggunakan Brine dengan Jenis Garam dan Konsentrasi Berbeda

Penulis

  • Rahmat Effendi Lubis Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana
  • Ni Luh Yulianti Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana
  • I Wayan Widia Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p09

Kata Kunci:

Beban Pendinginan, Brine, Garam, Ikan,, Konsentrasi

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) karakteristik dari beberapa garam yang digunakan terhadap kapasitas pendinginan brine dan (2) mengetahui bagaimanakah pengaruh pendinginan brine dengan jenis garam dan konsentrasi yang berbeda terhadap beban pendinginan ikan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap masing-masing terdiri dari dua faktor perlakuan dan tiga ulangan, yaitu
perlakuan garam NaCl, KCl, CaCl2, dan perlakuan konsentrasi 20 gram, 70 gram, dan 120 gram untuk masing-masing garam. Untuk pengukuran suhu brine dan ikan menggunakan termometer digital. Pengukuran suhu brine dilakukan sekali dan dicatat setiap 15 menit hingga suhu mengalami kenaikan dan konstan (10 jam), kemudian data suhu brine digunakan untuk keperluan pendinginan ikan, pengukuran suhu ikan dilakukan sekali dan dicatat setiap 15 menit hingga suhu mengalami kenaikan dan konstan (10 jam). Analisis data hasil pengukuran suhu brine, suhu ikan, pH, total pindah panas energy dan daya ikat air (driploss) daging ikan menggunakan program komputer Microsoft Excel untuk memperoleh grafik, lalu dilanjutkan analisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian pendinginan menggunakan brine menunjukkan suhu brine terendah dihasilkan pada perlakuan garam NaCl konsentrasi 120 gram sebesar -2,46 0
C dan suhu ikan terendah dihasilkan pada perlakuan garam NaCl konsentrasi 120
gram sebesar -1,40 0C juga sehingga berdampak pada hasil parameter total perpindahan panas karena semakin dingin suhu media pendingin berdampak pada panas ikan yang dipindahkan, total pindah panas tertinggi terjadi pada perlakuan garam NaCl konsentrasi 120 gram sebesar 9,6 kJ. Bisa disimpulkan perlakuan terbaik terhadap beban pendinginan dan kualitas ikan pada penelitian ini adalah perlakuan
NaCl konsentrasi 120 gram (a1b3

Referensi

Adawyah, R. (2007). Pengelolaan dan Pengawetan Ikan. PT. Bumi Aksara. Jakarta.

Adnan, Mochamad. 1988. Pendinginan dan Pembekuan Bahan Makanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik, 2017. Pertumbuhan PDB Perikanan Nasional tahun 2017. Jakarta

Badan Standardisasi Nasional. 2013. Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor : 2729 : 2013 tentang Ikan Segar. Jakarta (ID). BSN.

Badan Standardisasi Nasional. 2015. Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor : 01- 4110.2 : 2015 tentang Es Untuk

Penanganan Ikan – Bagian 1. Jakarta (ID). BSN.

Djamal, S. J. 1994. Analisis Musim dan Tingkat Pemanfaatan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Perairan Utara Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Skripsi. Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 76 hal.

Dwiari, S. R., Asadayanti, D. D., Nurhayati, M. S., Yudhanti, S. F. A. R., & Yoga, I. B. K. W. (2008). Teknologi Pangan Jilid 1 untuk SMK. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Hilderbrand, K. S. Preparation of Salt Brines for the Fishing Industry. Oregon State University. 1999. ORESU-H-99-002.

Huff-Lonergan, E., & Lonergan, S. M. (2005). Mechanisms of water-holding capacity of meat: The role of postmortem

biochemical and structural changes. Meat science, 71(1), 194-204.

Ilyas, S. (1983). Teknologi Refrigerasi Hasil Perikanan Jilid I Teknik Pendinginan Ikan. CV. Paripurna. Jakarta.

Ibrahim, R., & Dewi, E. N. (2008). Pendinginan Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsk.) dengan Es Air Laut Serpihan (Sea Water Flake Ice) dan Analisis Mutunya. Jurnal Saintek Perikanan, 3(2), 27-32.

Kordi, M. G. H., & Ghufran, M. (2011). Buku Pintar Budidaya 32 Ikan Laut Ekonomis.

Liviawaty, E., & Afrianto, E. (2010). Penanganan Ikan Segar, Proses Penurunan dan Cara Mempertahankan Kesegaran Ikan. Bandung: WidyaPadjajaran. Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, 2014. Keputusan Menteri

Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 52a/Kepmen-Kp/2014 Tentang Persyaratan Jaminan Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan Pada Proses Produksi, Pengolahan Dan Distribusi, Jakarta.

Nugroho, T. A., Kiryanto, K., & Adietya, B. A. (2016). Kajian Eksperimen Penggunaan Media Pendingin Ikan Berupa Es Basah dan Ice Pack Sebagai Upaya Peningkatan Performance Tempat Penyimpanan Ikan Hasil Tangkapan Nelayan. Jurnal Teknik Perkapalan ,4(4).

Rahman, D. S., Naiu, A. S., & Mile, L. (2013). Pengaruh Penambahan Garam terhadap Karakteristik Organoleptik Ikan Lolosi Merah (Caesio chrysozona) Segar selama Pemasaran Rantai Dingin. Jurnal Nike ,1(2).

Reidy, G. A. (1968). Thermal properties of foods and methods of their determination Michigan State University. E. Lansing, MI.

Saanin, H. (1968). Taksonomi dan kuntji identifikasi ikan. Binatjipta. Bogor. 1 hal.

Sanjaya, A. W., Sudarwanto, M., Lukman, D. W., Purnawarman, T., Latif, H., & Soejoedono, R. R. (2009). Penuntun Praktikum Hygiene Pangan Asal Hewan. Bagian Kesmavet, Fakultas Kedokteran Hewan, IPB

Warriss, P. D. (2001). Meat science. Cabi

Unduhan

Diterbitkan

2019-06-19

Cara Mengutip

Lubis, R. E., Yulianti, N. L., & Widia, I. W. (2019). Studi Beban Pendinginan Ikan Menggunakan Brine dengan Jenis Garam dan Konsentrasi Berbeda. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(1), 71–78. https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p09

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 > >>