Efek Penambahan Limbah Makanan terhadap C/N Ratio pada Pengomposan Limbah Kertas
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p13Kata Kunci:
Limbah Kertas,, , Limbah Makanan, Bioreaktor, C/N RatioAbstrak
Pengomposan merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai tambah dan daya guna dari limbah organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah makanan dan
limbah kertas terhadap C/N ratio dan menentukan perbandingan campuran dari penambahan limbah makanan dan limbah kertas yang menghasilkan nilai C/N ratio dan kualitas kompos sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-7030-2004. Bahan baku yang digunakan dalam pengomposan penelitian ini yaitu limbah makanan dan limbah kertas dengan perbandingan komposisi bahan limbah makanan dan
limbah kertas yaitu: 1:1, 1:2, 1:3 dan 0:1. Proses pengomposan pada penelitian ini mengunakan bioreaktor Tahiron New Garden Bag 2. Pada proses pengomposan suhu dan pH diamati setiap hari selama 60 hari. Kadar air diamati setiap 4 hari sekali dan kadar C-organik (%), kadar Nitrogen (%) diamati setiap 7 hari
sekali. Pada perlakuan 1:1 mengalami peningkatan suhu termofilik sebanyak 2 kali masing-masing pada hari ke 14 dan 34 sebesar 46 dan 46,3oC, pada perlakuan 1:2 dan 1:3 hanya mampu mencapai suhu mesofilik sedangkan perlakuan 0:1 tidak mengalami peningkatan suhu. Perbandingan kandungan C/N ratio pada
bahan baku limbah makanan dengan limbah kertas yaitu 1:1 sebesar 24,44, 1:2 sebesar 40,60, 1:3 sebesar 52,06 dan 0:1 sebesar 71,81. Sedangkan kandungan C/N ratio pada kompos limbah makanan dengan limbah kertas yaitu 1:1 sebesar 12,06, 1:2 sebesar 37,00, 1:3 sebesar 42,85 dan 0:1 sebesar 104,84. Komposisi campuran bahan limbah makanan dan limbah kertas yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI)
19-7030-20014 yaitu perlakuan 1:1 dengan kadar air akhir 35%, suhu akhir 23,3oC, pH akhir 7,2, C/N ratio akhir 12,6% dan kandungan bahan organik akhir 53%
Referensi
Djuarnani, N. Kristiani dan B. S. Setiawan, 2005. Cara Cepat Membuat Kompos. Penerbit PT. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Gaur, A.C. 1982. A manual of Rural Composting . Food Agriculture Organization of United Nations. Rome.
Bali 2017. https://id.wikipedia.org/wiki/Bali. Diakses tgl :19 Februari 2019
Komarayati, S. dan R. A. Pasaribu. 2005. Pembuatan pupuk organik dari limbah padat industri kertas. Jurnal Penelitian
Hasil Hutan, 23 (1) : 35 - 41, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.
Madrini, B., Shibusawa, S., Kojima, Y., and Hosaka, S. 2016. Effect of natural zeolite(clinoptilolite) on ammonia emission of leftover food-rice hulls composting at the initialstage of the thermophilic process. Journal of agricultural machinery, 70 (2), 12-19
Murbandono, L. 2000. Membuat Kompos. Penebar Swadaya. Jakarta.
Mirwan, M. 2015. Optimasi Pengomposan Sampah Kebun dengan Variasi Aerasi dan Penambahan Kotoran Sapi Sebagai Bioaktivator. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan 4(1):61-66
Rosmarkam, A dan Yuwono, N.W. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius.Yogyakarta. 219 hlm. SNI 19-7030-2004 tentang Standar Kualitas Kompos. Tersedia dalam: http://inswa.or.id/wpcontent/uploads/2012/07/Spesifikasikompos-SNI.pdf. Diakses tgl : 19 Februari 2019
Sutanto, R., 2002. Penerapan Pertanian Organik. Permasyarakatan dan Pengembangannya. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Dewi, Y. S. dan Treesnowati. 2012. Pengolahan Sampah Skala Rumah Tangga Menggunakan Metode Komposting. Jakarta : Teknik Lingkungan Universitas Satya Negara Indonesia. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997. Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Tersedia dalam: https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&
esrc=s&source=web&cd=5&ved=2ahUKEwiwk8uSh6PkAhXOfH0KHXq6AM4QFjAEegQIBBAC&url=http%3A%2F%2Fsipongi.menlhk.go.id%2Fcms%2Fimages%2Ffiles%2F1026.pdf&usg=AOvVaw2eJo_aVuip6mLjVqX1UfBQ. Diakses tanggal: 25 Februari 2019
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Tersedia dalam:
Wahyono S, Sahwan FL, Suryanto, F. 2003. Mengolah Sampah Menjadi Kompos. Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Jakarta
Widarti, B.N., Wardhini,W.K.,dan Sarwono, E. 2015. Pengaruh Rasio C/N Bahan Baku Pada Pembuatan Kompos dari Kubis dan Kulit Pisang. Jurnal Integrasi Proses 5(2) : 75-80
Yang J, Liang X, Niu T, Meng W, Zhao Z, dan Zhou GW. 1998 Crystal structure of the catalytic domain of protein-tyrosine phosphatase SHP1. J Biol Chem 273(43):28199-207
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/