ANALISIS TEMUAN HASIL OTOPSI JENAZAH YANG DITEMUKAN DI LAUT
DOI:
https://doi.org/10.24843/IJLFS.2025.v15.i02.p01Keywords:
Asfiksia, Diatomae, Pembusukan, Tenggelam, Trauma tumpulAbstract
Kematian karena tenggelam dikategorikan sebagai bentuk asfiksia akibat masuknya cairan ke saluran pernapasan, penentuan diagnosis post-mortem pada kasus yang terjadi di perairan sering kali menjadi tantangan karena tanda-tanda khas tidak selalu terlihat atau dapat berubah, terutama pada jenazah yang sudah mengalami dekomposisi, tanda klasik seperti busa di mulut, busa pada saluran pernapasan, maupun pembesaran paru tidak selalu ditemukan secara konsisten pada korban yang ditemukan di laut. Untuk mengetahui mekanisme kematian, penyebab kematian, dan perkiraan waktu kematian pada jenazah yang ditemukan di laut, dilakukan pemeriksaan luar, pemeriksaan dalam jenazah (otopsi) dan pemeriksaan penunjang pada seorang jenazah laki-laki yang ditemukan meninggal mengambang di wilayah Pantai Selatan Yogyakarta. Dari hasil pemeriksaan luar ditemukan adanya tanda memar pada bagian kepala akibat kekerasan tumpul, jaringan kuku tampak berwarna keunguan, bintik perdarahan pada konjungtiva palpebra yang menunjukkan adanya tanda mati lemas, hasil pemeriksaan dalam didapatkan sebagian besar organ dalam mengalami kondisi pembusukan, pemeriksaan histopatologi ditemukan diatomae positif pada paru kanan dan paru kiri, ditemukan adanya ekstravasasi eritrosit, dilatasi pembuluh darah berisi mikrotrombin dan leukosit polimorfonuklear pada jaringan ikat bagian kepala. Mekanisme kematian orang ini akibat adanya air yang masuk kedalam saluran pernafasan sehingga mengalami gangguan sirkulasi oksigen dan terjadi kekurangan oksigen secara terus menerus yang menyebabkan kematian.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Niufti Ayu Dewi Mahila Mahila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

