Profil Kasus Kekerasan Seksual pada Korban Perempuan dan Anak di Instalansi Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara Tk. III Palangka Raya Tahun 2020–2024
DOI:
https://doi.org/10.24843/IJLFS.2025.v15.i02.p04Keywords:
sexual violence, blunt force trauma, Kepolisian; Pengetahuan; Visum Et Repertum;, traumatologi, Forensic Medicine, case profile, Visum et Repertum, children, Keywords : violence sexual , impact psychology , youth, rs bhayangkara, medikolegalAbstract
Kekerasan seksual merupakan kejahatan serius yang mengancam kesehatan dan hak asasi perempuan serta anak. Perlindungan terhadap korban diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Secara global, lebih dari 650 juta perempuan dan 410-530 juta laki-laki mengalami kekerasan seksual pada masa anak-anak. Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) menunjukkan peningkatan kasus kekerasan seksual pada kelompok usia anak. Kalimantan Tengah termasuk wilayah dengan angka kekerasan seksual yang masih tinggi, termasuk pada anak laki-laki yang kerap terabaikan akibat stigma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan profil kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak yang diperiksa di instalansi forensik dan medikolegal RS Bhayangkara Tk. III Palangka Raya tahun 2020-2024. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder dari Visum et Repertum korban kekerasan seksual tahun 2020–2024 dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 125 kasus kekerasan seksual yang memenuhi kriteria penelitian selama periode penelitian, didominasi oleh kelompok usia anak (89,6%), jenis kelamin perempuan (98,4%), dan status pelajar (70,4%). Jenis luka terbanyak berupa laserasi (63,7%) dan lokasi luka terbanyak pada hymen (52,3%). Kesimpulan penelitian ini menggambarkan sebagian besar kasus kekerasan seksual di RS Bhayangkara Tk. III Palangka Raya tahun 2020–2024 terjadi pada anak perempuan berstatus pelajar dengan luka laserasi hymen. Hal ini menunjukkan kerentanan biologis dan sosial yang masih tinggi pada perempuan dan anak terhadap kekerasan seksual, sehingga diperlukan peran strategis semua pihak pemilik kepentingan dalam meningkatkan upaya penanganan dan perlindungan korban kekerasan seksual dari berbagai aspek.
Kata kunci: Kekerasan Seksual; Traumatologi; Visum et Repertum; Forensik; RS Bhayangkara
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aprilina Karyn Maharani, Austin Bertilova Carmelita, Ricka Brillianty Zaluchu, Angeline Novia Toemon, Jan Yanto Lydwines Purba

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

