Eksplorasi dan karakterisasi mikroorganisme tanah andosol sebagai dasar pengembangan agen hayati tanah

Authors

  • Ayu Putri Ningsih Universitas Negeri Medan
  • Eko Prasetya Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan
  • Puji Prastowo Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan
  • Rini Hafzari Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBIOUNUD.2025.v29.i02.p03

Keywords:

Mikroorganisme tanah, Tanah Andosol, Metabolit sekunder, Bacillus, 16S rRNA

Abstract

Tanah Andosol yang terbentuk dari pelapukan abu vulkanik kaya mineral merupakan habitat potensial bagi mikroorganisme tanah yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber agen hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengkarakterisasi mikroorganisme tanah Andosol dari lahan pertanian kentang di Desa Situnggaling, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Isolasi dilakukan menggunakan metode pour plate dengan pengenceran bertingkat (10⁻¹–10⁻⁵) pada media selektif SCA, Starch-M Protein Agar, ISP-2, dan ISP-4, yang menghasilkan 34 isolat bakteri Gram positif berdasarkan uji KOH 3% dan pewarnaan Gram. Karakterisasi morfologi koloni menunjukkan variasi bentuk, tepi, elevasi, tekstur, dan warna yang umumnya putih hingga krem dengan tekstur bertepung, sedangkan pengamatan mikroskopis memperlihatkan bentuk filamen bercabang atau batang dengan hifa tidak bersekat. Uji biokimia menunjukkan 22 isolat katalase positif, 4 positif Simmons’ Citrate, 11 bersifat motil, 14 mampu memfermentasi seluruh gula yang diuji, 2 menghasilkan gas, dan 8 positif H₂S, yang mengindikasikan adanya keragaman fisiologis dan metabolik yang tinggi. Analisis molekuler berbasis gen 16S rRNA terhadap dua isolat terpilih, yaitu ISP 4 10-4 O P2 dan ISP 4 10-3 O PS, menunjukkan tingkat kemiripan masing-masing sebesar 84,81% dan 95,69% terhadap anggota genus Bacillus. Tingkat kemiripan yang berada di bawah ambang batas identifikasi spesies (>98%) menunjukkan bahwa kedua isolat tersebut hanya dapat diidentifikasi hingga tingkat genus dan berpotensi memiliki variasi genetik yang berbeda dari isolat yang telah dilaporkan sebelumnya. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa tanah Andosol memiliki keanekaragaman mikroorganisme dan berpotensi sebagai sumber kandidat agen hayati yang dapat dikaji lebih lanjut pada penelitian lanjutan.

Downloads

Published

13-01-2026

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.