Isolasi, karakterisasi, dan uji resistensi bakteri dari Sungai Matras, Bangka, Indonesia terhadap timbal dan tembaga

Authors

  • Wahyu Irawati Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pelita Harapan
  • Alya Leonita Lamonta Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pelita Harapan
  • Cantika Dela Kurnia Zendrato Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pelita Harapan
  • Thesalonika Liony Pangemanan Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pelita Harapan
  • Nicolas Tunggul Adhigandewa Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pelita Harapan
  • Geoffrey Darrien Fideli Program Studi Biologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pelita Harapan

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBIOUNUD.2025.v29.i02.p01

Keywords:

Isolasi, karakterisasi, resisten, timbal, tembaga

Abstract

Aktivitas pertambangan di sekitar Sungai Matras mengakibatkan terjadinya pencemaran logam berat terutama timbal dan tembaga. Timbal merupakan logam berat yang bersifat toksik sementara itu tembaga konsentrasi tinggi juga membahayakan kesehatan lingkungan. Bioremediasi dengan menggunakan bakteri indigenous yang multiresisten tembaga dan timbal merupakan solusi yang mudah, murah, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri yang resisten terhadap timbal dari sungai matras serta menguji resistensi bakteri tersebut terhadap tembaga. Bakteri diisolasi dengan metode tebar dari sampel air Sungai Matras yang diencerkan secara seri. Medium yang digunakan adalah Luria Bertani agar dengan penambahan Pb(NO3)2 untuk memperoleh bakteri resisten timbal. Isolat bakteri dilakukan karakterisasi morfologi koloni serta pemurnian sehingga menghasilkan biakan murni. Karakterisasi fisiologis dilakukan dengan pewarnaan Gram dan pengamatan morfologi koloni, sedangkan secara molekuler dengan pengurutan gen 16SrDNA. Uji resistensi terhadap CuSO4 dilakukan pada bakteri yang paling unggul dengan metode gores untuk memperoleh nilai Minimum Inhibitory Concentration  (MIC). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 19 isolat bakteri yang berhasil diisolasi dengan nilai MIC berkisar 6-16 mM. Sebanyak 16 isolat bersifat Gram negatif dan 3 isolat bersifat Gram positif. Isolat B63 dan B64 adalah bakteri yang paling resisten terhadap timbal dan tembaga dengan MIC sebesar 16 mM, yaitu tergolong resistensi tinggi. Hasil pengurutan gen 16s rDNA dan pohon filogeni menunjukkan bahwa isolat B54, B56, B61, dan B62 teridentifikasi sebagai Bacillus cereus, sedangkan isolat B63 dan B64 teridentifikasi sebagai Pseudomonas aeruginosa.

Downloads

Published

27-12-2025

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.