Repetitif Embriogenesis Dendrobium sp. pada Teknik Media Kultur Padat, Thin-film, dan Double-layer secara In-Vitro

Authors

  • Thiya Fathiyatul Fauziyah Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam Universitas Islam Malang
  • Tintrim Rahayu Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam Universitas Islam Malang
  • Gatra Ervi Jayanti Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam Universitas Islam Malang
  • Dita Agisimanto Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

DOI:

https://doi.org/10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p2

Abstract

Dendrobium sp. merupakan salah satu jenis anggrek yang banyak dibudidayakan di Indonesia sebagai tanaman hias pot dan bunga potong. Industri florikultur di Indonesia masih dihadapkan dengan masalah terbatasnya kesediaan bibit tanaman, karena perbanyakan konvensional membutuhkan waktu yang lama, sehingga tidak mampu memenuhi permintaan pasar. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan secara in vitro yang mampu menghasilkan tanaman dalam jumlah banyak dengan waktu yang lebih singkat. Teknik media yang digunakan dalam kultur jaringan dapat mempengaruhi pekembangan eksplan. Protocorm like bodies (PLB) merupakan embrio somatik anggrek yang di dalamnya terdapat sel-sel embrionik, sehingga tidak sulit untuk menghasilkan embrio somatik baru.  Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana perkembangan PLB Dendrobium sp. pada teknik media padat, thin liquid film dan double-layer. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Acak Lengkap (RAL) dimana terdapat 3 perlakuan dengan 4 kali pengulangan. Analisis data menggunakan uji perbandingan secara univariat, Bonferroni dan Games-Howell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada teknik media thin liquid film memiliki waktu munculnya embrio somatik baru tercepat, pertambahan berat tertinggi dan variasi warna terbanyak dibandingkan dengan teknik media double-layer dan padat. Namun teknik media padat, thin liquid film dan double layer tidak berpengaruh signifikan terhadap munculnya akar pertama, tunas pertama dan panjang akar. Warna daun dan embrio yang dihasilkan oleh teknik media thin liquid film lebih bervariasi yaitu 3 variasi pada warna embrio dan 4 variasi pada warna daun, sedangkan teknik media double-layer hanya memiliki 1 warna embrio dan 1 warna daun dan teknik media padat memiliki 1 pada warna embrio dan 3 variasi pada warna daun.

Kata kunci:  Repetitif embriogenesis, Thin liquid film, Double-layer, Kultur in-vitro, kultur cair

 

Downloads

Published

2026-01-02 — Updated on 2026-01-02

Versions

How to Cite

Fauziyah, T. F., Rahayu, T., Jayanti, G. E., & Agisimanto, D. (2026). Repetitif Embriogenesis Dendrobium sp. pada Teknik Media Kultur Padat, Thin-film, dan Double-layer secara In-Vitro . Metamorfosa: Journal of Biological Sciences, 11(2), 1–14. https://doi.org/10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p2

Issue

Section

Research Article