Potensi Ekstrak Etanol Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Randle) Dalam Menghambat Pertumbuhan In Vitro Bakteri Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli
DOI:
https://doi.org/10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p9Abstract
Serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Randle) merupakan tanaman yang umum digunakan masyarakat untuk mengobati eksim, diare, batuk pilek, serta sebagai obat kumur, karena tanaman ini memiliki aktivitas antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Lethal Concentration 50% (LC50) dari ekstrak etanol daunnya pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Selain itu, golongan senyawa kimia yang terkandung di dalam ekstrak daun serai wangi juga dielusidasi. Penelitian ini menggunakan metode sumur difusi dan menguji lima konsentrasi ekstrak daun serai wangi (10, 20, 30, 40, 50% b/v), etanol 96% dan Ciprofloxacin masing-masing berperan sebagai kontrol negatif dan kontrol positif. Nilai LC50 dihitung dari persamaan regresi yang diperoleh dari kurva yang menunjukkan hubungan antara konsentrasi dengan kerapatan sel mikroba uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MIC ekstrak terhadap S. aureus dan E. coli adalah 2%. Konsentrasi paling efektif dalam menghambat pertumbuhan S. aureus adalah 10% dengan diameter hambatan sebesar 12,4±0,52mm, dan terhadap E. coli adalah 30% dengan diameter hambatan sebesar 10,4±0,65 mm. Nilai LC50 S. aureus dan E. coli berturut-turut sebesar 4,71% (b/v) dan 3,35% (b/v). Golongan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol daun serai wangi adalah flavonoid, polifenol, alkaloid, steroid, dan tanin.
Kata kunci: Daya hambat, sumur difusi, konsentrasi, fitokimia
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Metamorfosa: Journal of Biological Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







