Potensi Ekstrak Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Blume.) dalam Menghambat Fusarium spp. Penyebab Penyaki Busuk Buah Kakao (Theobroma cacao L.)
DOI:
https://doi.org/10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p5Keywords:
Daya hambat, fungisida, in vitro, isolasi, impor, mancanegaraAbstract
Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas produk pertanian yang berasal dari sub sektor perkebunan. Hasil produksi biji kering kakao memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai sumber devisa negara. Permintaan biji kering kakao semakin meningkat sedangkan produksi semakin menurun. Penurunan produktivitas terjadi akibat infeksi jamur patogen menyebabkan busuk buah. Salah satu jamur patogen penyebab busuk buah yaitu Fusarium spp. Pengendalian infeksi yang disebabkan jamur patogen saat ini menggunakan pestisida sintetis. Penggunaan pestisida sintetis berlebihan menunjukkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetis, dilakukan pengendalian dengan memanfaatkan fungisida nabati, salah satu tanaman yang dapat digunakan yaitu kayu manis. Kayu manis dapat digunakan sebagai biofungisida, dengan memanfaatkan metabolit sekundernya. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi jenis jamur patogen penyebab busuk buah kakao secara makroskopis, dan mikroskopis, mengetahui potensi, MIC dan konsentrasi efektif ekstrak metanol daun kayu manis dalam menghambat jamur patogen secara in vitro. Berdasarkan hasil identifikasi makroskopis dan mikroskopis, jenis jamur patogen penyebab penyakit busuk buah kakao adalah Fusarium spp. Hasil uji daya hambat ekstrak metanol daun kayu manis dengan metode sumur difusi diperoleh zona hambat sebesar 23 mm, dengan nilai MIC 0,2% sebesar 6,63 mm dan konsentrasi efektif 5% sebesar 20,03 mm.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Metamorfosa: Journal of Biological Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







