Etnofarmakologi Etnis Madura: Kajian Obat Herbal Tradisional untuk Pengobatan Gejala Tuberkulosis
DOI:
https://doi.org/10.24843./metamorfosa./2025.v12.i01.p4Abstract
Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB) dan menyebar melalui udara. Selain relatif mahal dan akses terbatas, fenomena resistensi TBC terhadap obat menjadi hal umum di negara berkembang termasuk Indonesia. Di sisi lain, obat herbal tradisional Indonesia yang dikenal sebagai jamu telah digunakan sejak lama untuk mengobati gejala penyakit TBC. Suku Madura merupakan salah satu suku di Indonesia yang masih menggunakan tanaman herbal sebagai jamu tradisional. Penelitian ini mengeksplor jenis tanaman obat yang digunakan oleh etnis Madura untuk meramu jamu dan menduga kandungan senyawa aktif dalam jamu yang terlibat dalam pengobatan TBC. Pendekatan deskriptif-kualitatif berupa wawancara mendalam pada masyarakat lokal dilakukan untuk menemukan potensi obat dari etnis Madura serta prediksi aktivitas senyawa aktif untuk penanganan gejala penyakit kronis populer berupa TBC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pemanfaatan tanaman obat sebagai jamu tradisional oleh etnis Madura masih mempertahankan budaya warisan leluhur dengan menggunakan peralatan tradisional yang terbuat dari tanah. Selain itu, sebagian besar tanaman obat yang dimanfaatkan oleh etnis Madura tergolong dalam famili Zingiberaceae yang memiliki beragam senyawa aktif dengan aktivitas antioksidan, antimikrob, antiinflamasi bahkan antitusif yang baik untuk mengurangi gejala TBC berupa demam dan batuk. Temuan etnofarmakologi ini menjembatani pengetahuan herbal lokal etnis Madura dengan kajian ilmiah modern, serta menunjukkan potensi jamu tradisional sebagai sumber kandidat terapi pendukung untuk penanganan gejala Tuberkulosis (TBC).
Kata kunci: antimikroba, etnis Madura, jamu, senyawa aktif, TBC
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Metamorfosa: Journal of Biological Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







